Sehat itu mahal harganya. Ungkapan ini tidak selamanya benar, karena saat ini sehat itu bisa diperoleh dengan murah, bahkan gratis. Dengan kemajuan teknologi saat ini, berbagai informasi kesehatan mudah diakses melalui internet. Banyak informasi yang lengkap dan Anda hanya tinggal mengikuti alias mempraktikkannya. Singkat kata, di era digital, sehat itu bisa jadi murah.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda mau sehat lewat informasi internet. Begini cara pilih-pilih informasi kesehatan di dunia maya.

Kunci sehat dengan mengandalkan teknologi informasi kesehatan

1. Tetap utamakan konsultasi ke ahlinya

Sebelum Anda mencari berbagai informasi di internet, ada baiknya ketahui dulu fakta-fakta dasar yang benar dari ahlinya. Gampangnya, Anda bisa bertanya ke dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya.

Anda bisa mencari informasi tersebut dengan mendatangi puskesmas terdekat ataupun pusat pelayanan kesehatan lainnya. Tanyalah pada mereka, seperti apa situs kesehatan yang resmi dan bisa dipercaya. Dari situ, barulah Anda dapat mencari berbagai informasi di internet dan mengunjungi kanal kesehatan sesuai dengan kriteria yang disebutkan.

2. Jangan langsung ‘telan’, tapi baca dengan kritis

Setelah Anda mendapatkan informasi dari internet, sebaiknya pahami dulu isinya baik-baik. Lihat artikel tersebut, siapa penulisnya, apakah penulisnya dari bidang kesehatan atau tidak. Kemudian, lanjut melihat sumber artikelnya, apakah artikel tersebut mengacu pada sumber terpercaya, seperti penelitian-penelitian terbaru.

Jangan dulu tergoda untuk langsung membagikan kepada teman atau sahabat. Kalau masuk akal, maka boleh dipercaya. Kalau isinya hanya berujung kepada jualan produk kesehatan, maka lebih baik tidak perlu dibagikan.

gangguan akibat main hp terus

3. Waspada dengan informasi yang disediakan

Meski sedang mencari informasi kesehatan, orangtua mesti mendampingi anak-anak ketika mereka sedang mengakses situs tertentu. Bisa saja, situs yang diakses memiliki konten pornografi.

Tak cuma itu, pastikan bahwa semua informasi yang Anda dapatkan sahih alias benar, bukannya hoaks atau berita bohong. Jadi terkadang memang Anda harus mengecek dan meriset ulang, apakah informasi yang Anda dapatkan dari situs itu benar.  

4. Cari informasi pada yang sudah berpengalaman

Informasi yang benar terkadang bisa datang dari pengalaman orang lain. Ya, pengalaman bisa jadi pelajaran yang baik. Maka itu, Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan memperluas kenalan dan bergabung di dalam kelompok kesehatan di media sosial.

Bisa melalui Facebook, Whatsapp, line, dan sebagainya. Saat awal bergabung, perkenalkan dirimu, dan identitas secukupnya, lalu sampaikanlah maksud bergabung secara jelas. Anda bisa menyebutkan nama Anda dan bilang kalau Anda bergabung di grup ini untuk mencari informasi tentang stroke.

5. Jangan hanya terpaku pada satu sumber

Biasakan untuk mencari berbagai sumber. Selain memperkaya informasi, hal ini perlu dilakukan supaya Anda tahu mana fakta dan mana yang kurang tepat. Cobalah membaca minimal dari 3-5 sumber internet di websites yang berbeda.

Misalnya, ingin tahu tentang tanaman obat yang berkhasiat mengobati kencing manis, maka cukup dengan mengetikkan kata kunci di Google ”Tanaman Obat Penumpas Diabetes”. Setelah itu, bacalah 3-5 artikel dari beberapa sumber terpercaya. Kalau baru menemukan dan memahami satu artikel dari internet, jangan langsung dijadikan acuan atau referensi.

Dengan lima kiat di atas, tentunya Anda sekeluarga dapat dengan mudah menjadi sehat lewat internet. Terus berlatih, berproses, dan bersabar adalah kata kunci yang mendasari keberhasilan dari 5 kiat sehat lewat internet ini.

Melalui internet sehat, diri kita dapat sehat, keluarga menjadi sehat, masyarakat pun ikut sehat. Masyarakat sehat inilah pondasi dasar menuju terciptanya Indonesia hebat.

Baca Juga:

dr. Dito Anurogo, M.Sc. Teknologi Medis
Dokter Dito adalah, penulis 20 buku (salah satunya The Art of Medicine  ...
Selengkapnya
dr. Dito Anurogo, M.Sc. Teknologi Medis
Dokter Dito adalah, penulis 20 buku (salah satunya The Art of Medicine  dan ratusan karya tulis terpublikasi di media massa lokal, nasional, hingga jurnal Internasional. dr. Dito pernah menjadi delegasi Indonesia untuk riset ke Italia dan training HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, bank darah ke Hungaria (CIMSA-IFMSA). Ia juga memiliki sertifikasi kegawatdaruratan, trauma, dan neurologi (ATLS, ACLS, ANLS, TCD), herbal dan tanaman obat, grafologi dasar, jurnalistik (PWI). Ia juga adalah seorang pembelajar medis-kesehatan, kearifan lokal, sel punca, kepemimpinan, pemberdayaan-penguatan perempuan dan organisasi, dunia digital, literasi, riset (Nanoimmunobiotechnomedicine), hematopsikiatri, nanorobotics, medicopomology, manajemen bencana, anak berkebutuhan khusus, sastra, filsafat. Dokter penyuka filateli, numismatik, paremiologi, dan poliglot ini mendapatkan CME dari Harvard, Oxford University, John Hopkins, dsb. Ia berpengalaman di lebih dari 20 organisasi (sebagai penasihat, pendiri, inisiator, ketua, anggota). Alumnus S-2 IKD Biomedis FK UGM ini juga telah menerima beberapa penghargaan, di antaranya Gadjah Mada Awards 2015 (The Most Inspiring Student and The Best Writer Student categories); Seed Grant Award Blended Learning batch II, 2015 Health Management Policy Center, Medical Faculty , Universitas Gadjah Mada; The Best Winner, science category, national essay competition, AGRINOVA forum, held by HIMMP AS IPB 2015; dan First Winner “2013 World Young Doctors' Organization (WYDO) Indonesia Essay Contest Award”.
Selengkapnya
Artikel Terbaru