Handuk Mandi Bisa Jadi Sumber Penyakit! Begini Caranya Agar Handuk Anda Bebas Bakteri

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Setelah mandi, badan Anda pasti akan terasa segar dan bersih. Tapi hati-hati jika sesudahnya Anda mengeringkan badan dengan handuk mandi. Bukan tidak mungkin Anda justru akan kembali ‘kotor’ akibat kontaminasi kuman penyakit yang menempel di kulit. Ya, usut punya usut ternyata handuk mandi adalah salah satu tempat favorit kuman penyakit untuk berkembang biak. Hiiiyy… Bagaimana mengatasinya?

Handuk mandi, tempat yang paling disukai kuman penyakit

Handuk mandi adalah tempat yang ideal untuk pertumbuhan bakteri dan kuman penyakit. Ini karena pada umumnya handuk mandi bersifat sangat lembap setiap kali habis dipakai serta sering digunakan langsung bersentuhan dengan kulit.

Bakteri sangat menyukai kelembapan dan menghindari tempat yang kering. Sementara, kamar mandi cenderung memiliki kelembapan yang tinggi, sehingga sangat mungkin handuk Anda dipenuhi oleh bakteri penyakit. Apalagi diketahui jika kuman dan bakteri penyakit yang tumbuh pada handuk mandi Anda ternyata dapat bertahan hidup dalam waktu hitungan jam, hari, bahkan berbulan-bulan.

Menurut seorang profesor kesehatan lingkungan dari University of Washington School of Public Health, bakteri penyakit yang ada di handuk Anda bisa berasal dari tubuh Anda yang kotor, air yang digunakan saat mandi, dan lingkungan sekitar handuk tersebut – jika lingkungannya lembap.

Apa yang terjadi jika handuk mandi yang selama ini dipakai penuh kuman penyakit?

Sebagian besar kuman dan bakteri penyakit yang tumbuh pada handuk mandi Anda tidak berbahaya dan tak menimbulkan penyakit serius. Namun, ada beberapa jenis kuman yang mampu membuat Anda jatuh sakit jika kuman tersebut menempel di handuk mandi.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 yang berasal dari University of Arizona menemukan bahwa kuman penyakit yang menjadi penyebab dari penyakit infeksi saluran pencernaan – seperti diare – banyak terdapat pada handuk mandi Anda.

Apalagi jika penggunaan handuk mandi dipakai saling meminjam, maka bakteri penyakit tersebut akan sangat mudah menyebar dan menular.

Lalu bagaimana agar saya terhindar dari infeksi kuman penyakit?

Bila Anda ingin terhindar dari infeksi kuman penyakit yang terdapat di handuk mandi, maka Anda dapat mengganti handuk Anda secara berkala. Ganti handuk lama Anda yang lembap dan bau apek dengan yang baru setiap 4-5 hari sekali. Cuci setiap handuk habis pakai dengan menggunakan air yang bersuhu sekitar 60 derajat celcius.

Anda bahkan dapat merendamnya terlebih dulu dalam air panas sebelum memasukannya ke dalam mesin cuci. Trik satu ini cukup ampuh untuk membunuh kuman penyakit, sebab kuman tidak dapat hidup pada suhu yang terlalu tinggi. Selain itu, hindari saling berbagi handuk mandi antar banyak orang, meski dengan anggota keluarga sekali pun. Hal ini tentu saja untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi di keluarga Anda. Lebih baik berikan setiap anggota keluarga masing-masing satu handuk khusus beserta cadangannya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal tayang Mei 26, 2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020