Punya Kolesterol Tinggi, Kapan Harus Mulai Minum Obat Kolesterol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Perubahan gaya hidup merupakan jalan pertama yang sering kali ditempuh untuk mencegah maupun mengobati kadar kolesterol tinggi dalam tubuh. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda tetap dianjurkan untuk minum obat kolesterol rutin oleh dokter. Nah, yang jadi pertanyaan sekarang adalah kapan waktu tepat untuk minum obat tersebut?

Apa obat kolesterol yang biasa diberikan dokter?

Obat untuk kolesterol biasanya diandalkan guna menurunkan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Jenis obat kolesterol yang paling sering direkomendasikan dokter adalah statin. Statin bekerja dengan cara menghalangi pembentukan kolesterol di dalam organ hati, yang selanjutnya mencegah penyumbatan lebih parah pada pembuluh darah.

Statin dinilai efektif untuk menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat atau low-density lipoproteins (LDL), sekaligus meningkatkan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL). Ini tentu bisa membantu menurunkan risiko Anda terserang stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

nyeri otot akibat obat kolesterol

Ada berbagai jenis statin yang sering diresepkan, seperti:

Semua jenis obat statin ini pada dasarnya bekerja sama efektifnya untuk menurunkan kadar kolesterol tubuh. Namun alangkah lebih baiknya, untuk tetap berkonsultasi pada dokter demi mendapatkan obat yang sesuai dengan kondisi dan gejala yang Anda alami.

Kapan harus mulai minum obat kolesterol?

obat biduran

Tidak sedikit orang yang memilih minum obat kolesterol guna mencegah terserang stroke dan penyakit jantung. Padahal, obat penurun kolesterol ini tidak boleh diminum sembarangan dan tetap butuh resep dokter untuk mendapatkannya.

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan beserta semua faktor risiko yang Anda miliki terlebih dahulu sebelum meresepkan obat kolesterol. Anda mulai boleh minum obat kolesterol apabila kadar kolesterol dalam tubuh sudah tergolong cukup tinggi, sehingga berisiko menimbulkan penyakit komplikasi jika tidak segera diobati.

Normalnya, total kolesterol keseluruhan harus di bawah 200 mg/dL. Sedangkan kolesterol LDL tidak boleh lebih dari angka 130 mg/dL.

Intinya, tidak semua orang bisa dengan mudah minum obat kolesterol. Menurut American Heart Association, ada empat kelompok utama yang sebaiknya mendapatkan manfaat dari statin.

Pertama, orang dewasa di rentang usia 40-75 tahun dengan kadar kolesterol LDL 70-189 mg/dL. Kelompok ini umumnya tidak memiliki penyakit jantung, tapi berisiko untuk mengalaminya dalam 10 tahun mendatang. Terutama bagi orang yang punya penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta perokok aktif.

Kedua, orang yang sudah memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama terkait dengan pengerasan atau penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Contohnya bagi pengidap serangan jantung, stroke akibat penyumbatan pembuluh darah, angina, stroke ringan, arteri perifer, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, orang yang telah berusia 21 tahun atau lebih dengan kadar kolesterol LDL sangat tinggi melebihi batas normal, yakni di atas 190 mg/dL. Terakhir, orang dengan diabetes dan punya kadar kolesterol LDL 70-189 mg/dL. Terlebih lagi jika pengidap diabetes terbukti memiliki faktor risiko untuk terserang penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan merokok.

Adakah efek samping dari minum obat kolesterol ini?

sakit kepala sebelah kanan

Dr. Patrick McBride, MPH selaku ketua klinik kolesterol di University of Wisconsin School of Medicine and Public Health, menjelaskan bahwa obat penurun kolesterol statin dapat optimal untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh setelah 2-4 minggu Anda rutin meminumnya, dikutip dari laman WebMD.

Sayangnya, sama seperti obat-obatan lainnya, obat statin juga memiliki efek samping berupa sakit kepala, nyeri otot, kerusakan hati, hingga kenaikan kadar gula darah. Maka itu, meski terlihat ampuh dan menjanjikan sebaiknya jangan hanya terpaku pada obat penurun kolesterol.

Anda tetap perlu menjaga kadar kolesterol total, HDL, dan LDL agar tetap normal dengan rutin menjalankan pola hidup sehat. Meliputi merancang pola makan sehat sesuai kondisi tubuh, menjaga berat badan ideal, berolahraga teratur, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca