Ketika didiagnosis dengan hipertensi, obat darah tinggi adalah bagian utama dari terapi untuk menurunkan tekanan darah. Anda bahkan mungkin perlu lebih dari satu jenis obat resep untuk menjaga tekanan darah Anda berada pada batas sehat.

Tapi banyak orang yang berpikir bahwa obat darah tinggi hanya perlu diminum ketika tensi tinggi — yang hanya bisa diketahui saat checkup di dokter/puskesmas atau saat mereka mengalami sakit kepala hebat. Banyak juga pasien hipertensi yang mengira bahwa obat-obatan yang mereka gunakan saat ini tak memberikan cukup perbaikan pada tekanan darah mereka sehingga sering kali memilih untuk tidak meminumnya, atau mengutak-atik resepnya sendiri.

Padahal, jika Anda sering melewatkan dosis obat hipertensi Anda atau Anda tidak mengonsumsinya seperti yang telah direkomendasikan dokter, bukan cuma tekanan darah Anda yang jadi makin tak terkendali — namun juga melipatgandakan risiko Anda untuk komplikasi yang bisa berakibat fatal.

Hipertensi adalah kondisi seumur hidup — begitu pula dengan obatnya

Tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan, karena ini bukanlah sebuah penyakit mandiri melainkan kumpulan dari sindrom atau gejala penyakit. Dan jika Anda perlu untuk mengonsumsi obat-obatan, Anda mungkin akan perlu untuk tetap menggunakannya seumur hidup.

Sangat penting untuk terus teratur mengonsumsi obat darah tinggi Anda sesuai petunjuk dosis dokter yang telah disesuaikan untuk Anda. Misalnya, jika dokter meresepkan statin untuk diminum satu kali sehari di malam hari, Anda perlu mematuhi aturan ini bahkan jika Anda merasa baik-baik saja dan tensi Anda sedang tidak kumat. Jika Anda berhenti, tekanan darah akan naik lagi.

Pasien hipertensi yang minum obat darah tinggi dengan tidak teratur adalah salah satu alasan utama mengapa tekanan darah bisa melonjak secara dramatis. Bahkan jika pembacaan tekanan darah rata-rata mereka tetap berada di batas bawah yang direkomendasikan, mereka tetap berisiko jika mereka memiliki pembacaan variabel yang naik-turun.

Di sisi lain, banyak orang menemukan bahwa satu obat saja tidak cukup untuk menurunkan tekanan darah mereka. Setiap jenis obat bekerja dengan cara yang berbeda dalam tubuh Anda, sehingga mengonsumsi lebih dari satu obat tanpa persetujuan dokter dapat menimbulkan efek samping serius yang tak terduga pada tekanan darah Anda.

Mengelola tekanan darah adalah komitmen seumur hidup. Membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan perawatan oleh Anda dan dokter Anda. Yang penting adalah bagi Anda untuk selalu berkomunikasi dengan dokter Anda dan mengikuti setiap petunjuk dan saran yang diberikan.

Apa yang terjadi jika Anda melewatkan dosis atau tidak meminum obat darah tinggi?

Minum obat darah tinggi yang telah diresepkan untuk Anda — persis seperti yang ditentukan dan selama yang diperlukan. Meski memang tak selalu mudah untuk mengingat kapan harus minum obat darah tinggi, tapi sangat penting untuk Anda mematuhi pedoman ini.

Wajar untuk kelupaan satu-dua kali dosis obat Anda, dan biasanya ini tidak menjadi masalah besar. Tapi jika Anda sama sekali melupakan/tidak pernah/sangat jarang mengonsumsi obat darah tinggi, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mengalami masalah kesehatan yang terkait hipertensi, termasuk serangan jantung, penyakit ginjal, dan gagal jantung kongestif.

Selain itu, banyak orang yang minum obat darah tinggi hanya di saat timbul sakit kepala. Padahal, ketika mereka mengalami sakit kepala, ini sebenarnya sudah terlanjur masuk ke dalam kondisi gawat darurat disebut emergensi hipertensi — dan ini bisa berakibat fatal, seperti stroke atau bahkan kematian.

Masukkan jadwal dosis obat tekanan darah Anda dalam rutinitas harian Anda. Jadikan minum obat sebagai suatu kewajiban, dan selalu minum obat di jam yang sama setiap hari. Ini akan membantu Anda mendapatkan banyak keuntungan dari khasiat obat. Dengan menjaga tekanan darah Anda tetap di ambang sehat, Anda juga melindungi jantung dan pembuluh darah Anda dari kerusakan dan risiko komplikasi.

Bahkan saat tensi Anda normal, jangan berhenti minum obat dan jangan kurangi dosisnya

Bahkan jika Anda merasa baik-baik saja, jangan pernah mengurangi atau berhenti mengonsumsi obat darah tinggi yang diresepkan dokter. Jangan pernah berhenti minum obat yang diresepkan, termasuk obat-obat yang menurunkan tekanan darah, tanpa konsultasi dengan dokter. Obat dan perubahan gaya hidup dapat membuat perbedaan besar dalam mengelola hipertensi. Namun, nyatanya kombinasi dari kedua faktor inilah yang bekerja efektif, bukan hanya perubahan gaya hidup semata.

Dr Sandosh Padmanabhan, peneliti dari Universitas Glasgow dilansir dari Daily Mail, mengatakan, “Tekanan darah secara alami dapat berubah-ubah karena interaksi yang kompleks dari berbagai faktor seperti stres, efek musiman, dan orang tidak minum obat secara teratur.” Lanjut Padmanabhan, pasien yang gagal untuk menuruti dosis jauh meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke mereka hingga lebih dari 40 persen.

Bicaralah dengan dokter dan apoteker jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi Anda, termasuk soal efektivitas obat darah tinggi dan efek samping lainnya. Meskipun Anda mungkin memiliki ketakutan dan kekhawatiran, konsekuensi kesehatan jangka panjang dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol seringkali lebih buruk daripada efek samping pengobatan. Dokter memiliki pedoman untuk membantu mereka memutuskan obat darah tinggi apa yang akan digunakan untuk kondisi Anda, tapi agar menemukan obat tekanan darah yang tepat untuk Anda, kadang bisa memakan sedikit waktu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca