Tidak hanya kulit atau alat kelamin saja, ternyata terdapat pula infeksi jamur di mulut manusia. Bila di dalam mulut Anda terdapat ruam putih aneh seperti sariawan, hal itu bisa disebabkan oleh jamur jenis candida yang berkembang biak. Apa saja ciri-ciri mulut yang terinfeksi jamur?

Kenapa bisa terjadi infeksi jamur di mulut?

Infeksi jamur yang terdapat di mulut, biasanya disebabkan oleh jamur candida. Umumnya, jamur candida memang sudah ada di dalam mulut, saluran pencernaan dan kulit, namun jumlahnya sangat kecil. Selain jumlahnya sangat kecil, jamur candida ini biasanya dikendalikan oleh bakteri lain di tubuh, jadi jumlahnya seimbang dan tidak menyebar luas.

Tapi terkadang, penyakit atau obat tertentu seperti kortikosteroid atau antibiotik bisa menganggu keseimbangan jamur dan bakteri. Ketika populasi jamur candida tidak terkendali, saat itulah mulai terjadi adanya infeksi jamur di mulut manusia.  

Tanda-tanda mulut terinfeksi jamur

Hal pertama yang harus Anda perhatikan terkait mulut yang terinfeksi jamur adalah adanya lesi atau bercak berwarna putih di area mulut seperti lidah, tenggorokan dan dinding mulut.

Selain itu, jamur pada mulut juga bisa muncul di mulut, gusi, amandel, atau bagian belakang tenggorokan Anda. Infeksi jamur pada mulut ini bisa menimbulkan rasa sakit dan bisa saja menimbulkan darah saat Anda menggosok gigi. Dalam kasus yang sangat parah, infeksi jamur dapat menyebar ke kerongkongan dan menyebabkan:

  • Rasa sakit saat menelan atau kesulitan menelan
  • Perasaan bahwa makanan menempel di tenggorokan atau di tengah dada Anda
  • Terjadi demam jika infeksi menyebar di luar kerongkongan

Terkadang, jamur yang menyebabkan sariawan bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain, seperti paru-paru, hati, dan kulit. Namun hal ini biasanya lebih sering terjadi pada penderita kanker, HIV, atau orang yang kondisi kesehatan yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Siapa saja yang rentan terinfeksi jamur di mulut?

  • Bayi menyusui yang baru lahir sangat rentan terkena jamur.
  • Penderita diabetes, khususnya kalau orang tersebut tidak mengontrol gula darahnya.
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan, yang paling sering obat antibiotik. Lalu, obat jenis kortikosteroid (sejenis hormon steroid), salah satunya yang dihisap untuk obat asma bisa juga berdampak pada berkembangnya candidiasis mulut.
  • Orang-orang dengan kekebalan tubuh rendah, misalnya penderita HIV/AIDS atau pengobatan kemoterapi.
  • Perempuan yang sedang mengalami perubahan hormonal, seperti kehamilan atau mereka yang menggunakan pil KB.

Bagaimana cara mengobatinya?

Infeksi jamur di mulut umumnya mudah diobati jika kondisi penderitanya sehat-sehat saja. Tapi sayang, gejalanya mungkin akan terjadi lebih buruk dan sulit diobati bila terkena orang yang punya sistem kekebalan tubuh lemah.

Hal yang bisa Anda lakukan di sini adalah segera konsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur yang harus Anda minum selama 10 sampai 14 hari. Obat yang dianjurkan biasanya berbentuk tablet, pelega tenggorokan, atau cairan, dan umumnya mudah untuk ditelan. Selain itu, karena infeksi bisa menjadi gejala masalah medis lainnya, dokter Anda mungkin juga ingin menjalankan tes lain untuk mengidentifikasi masalah infeksi jamur di mulut lebih lanjut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca