7 Hal yang Perlu Dihindari Setelah Kulit Terbakar Matahari, Agar Cepat Sembuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Selain bikin kulit tampak kemerahan, terbakar matahari rasanya sangat sakit dan perih. Jika Anda baru-baru ini mengalaminya, ada beberapa hal yang perlu Anda hindari untuk sementara waktu agar kondisi kulit cepat membaik. Setelah kulit terbakar matahari, jangan lakukan ini dulu ya!

Yang wajib dihindari setelah kulit terbakar matahari

1. Menggaruk dan mengelupas kulit

penyebab mengatasi kulit mengelupas

Kulit yang terbakar matahari akan memerah, terasa gatal dan perih, yang lama-lama akan mengering dan berkerak. Namun, jangan coba untuk menggaruk apalagi mengelupas atau mengopek kulit yang mengering. Jangan pula memencet atau memecahkan bagian kulit yang melepuh dan membentuk bintil menggelembung. Bintil berair itu berfungsi untuk melindungi luka dari paparan lingkungan luar.

Melakukan kedua hal di atas malah akan memperburuk kondisi kulit yang sudah rusak. Kulit memiliki cara dan prosesnya sendiri untuk menyembuhkan luka. Apabila Anda ingin meredakan gejala yang bikin tidak nyaman, Anda bisa oleskan krim pelembap tapi pastikan produk tersebut tidak memicu iritasi berkelanjutan.

2. Mandi air panas

berendam air panas

Kulit sehabis terbakar matahari cenderung kering, ungkap Joshua Zeichner, M.D seorang direktur di Departemen Dermatologi Mount Sinai Hospital.

Maka dari itu, jangan dulu mandi air panas (baik itu berendam di bak atau di bawah pancuran shower) sampai kulit benar-benar sembuh total. Jika tidak berhati-hati, air panas justru bisa mengikis produksi minyak alami pada kulit yang akan semakin membuat kulit Anda kering dan mengelupas.

3. Pakai krim tabir surya yang mengandung bahan kimia

kulit gatal

Setelah kulit terbakar matahari, Anda perlu menghindari paparan sinar matahari berlebihan sampai benar-benar pulih. Namun, apa yang harus dilakukan ketika situasi dan kondisi membuat Anda perlu beraktivitas di bawah terik matahari?

Pakai tabir surya untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut, tapi jangan pakai yang berbahan dasar kimia. Mengoleskan bahan kimia pada kulit yang terbakar justru dapat mengakibatkan iritasi.

Untuk itu, pilihlah sunscreen dengan konsentrasi oksida seng yang tinggi (sekitar 9-10%) atau yang berbahan dasar alami untuk membantu menenangkan kulit yang rusak.

4. Menggunakan krim yang mengandung alkohol

perawatan-diri-pada-eksim

Selain tidak mengandung bahan kimia, pastikan juga kandungan krim apapun yang Anda gunakan pada kulit bebas alkohol. Bukan tanpa alasan, karena dr. Shereene Idriss yang seorang dokter dermatologi kosmetik menjelaskan bahwa alkohol bisa mengeringkan sediaan minyak alami yang ada pada kulit.

Itu sebabnya, ketika diberikan dengan sengaja atau tidak di area kulit yang mengalami sunburn, malah bisa menggangu proses penyembuhan kulit. Akibatnya, kulit yang rusak membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk sembuh.

5. Menutupinya dengan make up

makeup bikin jerawatan

Hal lain yang dilarang untuk dilakukan setelah kulit terbakar matahari, yakni menutup kulit yang terluka dengan menggunakan make up.

Dr. Idriss menuturkan bahwa melapisi area kulit yang mengalami iritasi dengan polesan make up akan meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi ataupun reaksi alergi — terlebih jika menggunakan spons dan kuas make up yang kotor.

Di masa ini kulit sangat membutuhkan ruang untuk bernapas, maka tahan dulu keinginan Anda merias wajah untuk membiarkan pori-pori kulit tetap terbuka terbuka dan melakukan proses penyembuhan alaminya.

6. Jarang minum air

minum terlalu banyak air putih

Kulit yang kering setelah terbakar matahari perlu asupan lebih banyak cairan agar bisa cepat sembuh. Ini karena proses penyembuhan luka bakar akan membuat kulit cenderung menyerap lebih banyak cairan. Hal ini jugalah yang membuat kita rentan mengalami dehidrasi selama masa pemulihan.

Maka sebaiknya cukupi asupan cairan dalam tubuh dengan minum lebih banyak air setiap harinya.

7. Memakai pakaian ketat

kesehatan vagina

Salah satu hal yang mungkin sering terlewatkan setelah kulit Anda terbakar matahari adalah memakai pakaian yang ketat. Ya, sama seperti penggunaan make up, Anda juga tidak dianjurkan untuk memakai pakaian yang terlalu ketat demi membiarkan kulit bernapas.

Kulit yang meradang harus dibiarkan terbuka karena di saat ini sistem imun tubuh sedang merespon kerusakan dengan cara meningkatkan aliran darah ke area yang rusak guna mempercepat penyembuhan. Itu sebabnya, kulit mengalami kemerahan, panas, dan iritasi.

Memakai pakaian ketat justru bisa menyebabkan kerusakan yang semakin parah setelah kulit terbakar matahari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Berjemur di pagi hari punya banyak manfaat untuk tubuh Anda, tetapi aktivitas ini bisa berakibat buruk jika dilakukan tidak sesuai anjuran.

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Mitos atau Fakta: Sinar Matahari Mampu Membunuh COVID-19?

Baru-baru ini beredar informasi bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh coronavirus alias COVID-19. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Melindungi Kulit dari Cuaca Ekstrem Saat Ibadah Haji

Calon jemaah haji akan menghabiskan sebagian besar waktu di luar ruangan sehingga perlu melakukan tindakan untuk mencegah kulit terbakar matahari.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mencegah kulit terbakar matahari
Hari Raya 23/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit
kulit rusak saat puasa

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . Waktu baca 4 menit
merawat kulit saat karantina

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 6 menit