Hati-hati, Tidur Ngorok Bisa Jadi Tanda Tulang Hidung Bengkok

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Dikutip dari Cleveland Clinic, sekitar 75 persen populasi manusia tidak menyadari bahwa ia hidup dengan tulang hidung yang bengkok tanpa menyadari berbagai gejala yang sebenarnya dirasakan. Padahal, tulang hidung bengkok memiliki efek yang dapat merugikan kesehatan Anda jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.

Apa yang terjadi saat tulang hidung bengkok?

Tulang hidung bengkok atau dalam istilah medis disebut dengan istilah deviasi septum nasal adalah kondisi saat septum nasal (dinding pembatas antara kedua rongga hidung) tidak berada di tengah atau bergeser sangat parah. Akibatnya, septum yang bengkok membuat salah satu saluran hidung menjadi lebih kecil.

Jika sudah begitu, Anda biasanya akan mengalami kesulitan bernapas melalui hidung. Selain itu, septum nasal yang menyimpang cukup parah bisa membuat Anda mengalami perdarahan pada hidung atau yang disebut dengan mimisan.

Berbagai gejala tulang hidung bengkok yang perlu disadari

sakit kepala belakang

Gejala tulang hidung bengkok bisa berbeda-beda pada setiap orang. Akan tetapi, secara umum berikut adalah berbagai gejala yang bisa Anda rasakan saat tulang hidung bengkok, seperti:

1. Sulit bernapas

Memiliki tulang hidung yang bengkok membuat udara lebih sulit untuk melewati hidung. Pasalnya, salah satu saluran napas lebih sempit sehingga asupan udara menjadi tidak seimbang. Hal ini membuat Anda akhirnya menjadi lebih sulit untuk bernapas melalui hidung. Biasanya, kondisi ini akan sangat parah dan terasa saat Anda mengalami infeksi saluran pernapasan atas, demam, dan alergi.

2. Sakit kepala

Memiliki kemampuan bernapas yang lebih terbatas dibandingkan dengan orang normal lainnya membuat Anda terkadang merasa lebih pengap. Tekanan ini pada akhirnya membuat Anda menjadi sering sakit kepala. Rasa sakit yang dirasakan biasanya tidak datang sekali dua kali saja tetapi sangat sering. Jika Anda mengalami hal ini jangan sekali-kali menyepelekannya. Usahakan untuk segera mengonsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Mimisan

Bila Anda memiliki septum yang melengkung, maka udara akan lebih sulit melewati hidung. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat hidung menjadi lebih mudah kering, Akibatnya, selaput hidung berkurang kelembapannya dan membuat Anda menjadi lebih rentan terkena mimisan.

Mimisan akan sangat menyiksa jika terjadi cukup sering. Untuk itu, segera periksakan ke dokter jika Anda sering mimisan tanpa tahu penyebabnya.

3. Infeksi sinus

Semakin sempit saluran napas seseorang maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk mengalami infeksi sinus. Infeksi sinus atau sinusitis adalah kondisi saat Anda sinus mengalami penyumbatan karena meradang dan membengkak. Saat Anda mengalami sinusitis umumnya Anda akan mengalami berbagai gejala seperti wajah terasa nyeri atau tertekan, hidung mampet, sulit menangkap bau, hingga hidung mengeluarkan lendir berwarna kehijauan atau kekuningan.

4. Mendengkur saat tidur

Saat tidur, tulang hidung yang bengkok membuat hidung menjadi tersumbat. Sehingga orang yang memiliki kondisi ini biasanya akan memiliki napas yang nyaring saat tidur dan disertai dengan dengkuran (ngorok). Bahkan, dalam beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menyebabkan sleep apnea atau kondisi napas terhenti sesaat ketika tidur.

5. Lebih suka tidur miring ke sisi tertentu

Saat pernapasan Anda terganggu karena memiliki tulang hidung yang bengkok, biasanya Anda akan lebih memilih tidur miring ke satu sisi saja untuk mengoptimalkan pernapasan. Pasalnya, septum nasal yang menyimpang memang mempersempit salah satu bagian hidung.

Sayangnya, hal ini terkadang tidak disadari sebagai kondisi yang serius sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki masalah pada tulang hidungnya.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca