Hati-hati, Gejala Rematik Semakin Parah Jika Tubuh Makin Gemuk

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 25, 2017
Bagikan sekarang

Apakah gejala rematik Anda sering kambuh? Tak hanya terasa sakit, tetapi rematik yang kambuh pasti mengganggu kegiatan Anda seharian. Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan salahkan obat dari dokter yang Anda kira tak manjur dalam mengatasi gejala rematik. Tetapi, coba lihat tubuh Anda, apakah tubuh Anda memiliki banyak tumpukan lemak? Sebab ternyata kegemukan dapat menyebabkan gejala rematik semakin parah. Kok bisa?

Kegemukan bikin gejala rematik kian parah

Bagi Anda yang memiliki rematik, pasti pernah mengalami sakit dan nyeri pada sendi-sendi tubuh. nyeri tersebut biasanya hilang dan timbul, namun frekuensi dan intensitas nyeri memang berbeda pada setiap individu. Status gizi seseorang ternyata salah satu faktor penentunya. Ya, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kegemukan dapat membuat penyakit rematik bertambah parah.

Seperti pada penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Pennsylvania Health System yang melibatkan lebih dari 2000 orang yang menderita rematik. Semua peserta penelitian dihitung status gizi dan diperiksa kondisi tubuhnya. Selanjutnya, penelitian menemukan bahwa orang gemuk memang cenderung mengalami gejala rematik yang lebih parah ketimbang yang status gizinya normal – tak kelebihan atau kekurangan berat badan.

Mengapa kegemukan buat gejala rematik semakin buruk?

Pada dasarnya, tumpukan lemak yang terlalu banyak di dalam badan Anda dapat menyebabkan peradangan pada berbagai jaringan tubuh. Hal ini terjadi juga pada area sekitar sendi tulang Anda. Dalam penelitian ini juga dibuktikan bahwa adanya peningkatan kadar pemeriksaan darah (C-Reactive Protein) yang terjadi pada orang yang gemuk. Pemeriksaan darah tersebut merupakan pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendiagnosis rematik.

Peningkatan tersebut membuktikan bahwa memang orang yang gemuk cenderung mengalami peradangan lebih parah, sehingga gejala rematik yang timbul juga kian buruk – ketimbang dengan orang yang status gizinya normal.

penurunan berat badan

Tips menurunkan berat badan bagi penderita rematik

Tenang, Anda bisa mengurangi keparahan gejala rematik yang dialami dengan cara menurunkan berat badan Anda. Bila ingin menurunkan berat badan, berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan:

1. Atur porsi makan dan pilih bahan makanan yang sehat

Kunci utama dari penurunan berat badan mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan dapat membantu proses penurunan berat badan.

2. Olahraga rutin

Tak hanya membuat berat badan turun saja, tetapi berolahraga rutin akan membuat gejala rematik Anda semakin mereda dan berkurang. Jenis olahraga yang bisa dilakukan bagi penderita rematik adalah olahraga aerobik, seperti berjalan santai, berenang, bersepeda, jogging, tai chi dan yoga. Lakukan olahraga tersebut setidaknya 150 menit per minggu.

3. Catat semua makanan yang masuk ke dalam tubuh

Hal ini dimaksudkan agar Anda sadar dan selalu mengingat makanan apa saja yang telah Anda konsumsi beserta porsinya masing-masing. Berbagai penelitian mengungkapkan jika buku catatan makanan tersebut dapat mempercepat proses penurunan berat badan.

4. Cek obat-obatan yang Anda konsumsi

Beberapa obat khusus rematik memang mengandung zat yang dapat memengaruhi berat badan Anda dan meningkatkan nafsu makan. Sebaiknya diskusikan hal ini dengan dokter Anda, agar Anda mendapatkan obat-obatan yang lebih sesuai.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan Mei 2, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 7, 2020