Cara Membaca Hasil CT Scan untuk Mencari Tahu Jenis Stroke yang Anda Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Computed tomography scan atau CT scan adalah pemeriksaan medis untuk membaca kondisi tubuh seseorang yang menggunakan teknologi sinar X dan komputer sekaligus. Hasil bacaan pemindaian ini lebih jelas dan terinci ketimbang pemeriksaan rontgen biasa. CT scan kepala dapat digunakan dokter untuk mencari tahu jenis stroke mana yang Anda alami — stroke hemoragik atau stroke iskemik. Stroke saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, pemindaian CT scan kepala sedini mungkin dapat sangat membantu dokter merencanakan proses pengobatan dan pemulihannya.

Prosedur CT scan kepala untuk mendiagnosis stroke iskemik

Stroke iskemik atau stroke penyumbatan adalah jenis stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke iskemik bertanggung jawab atas 87 persen dari total kasus stroke.

Secara klinis, pasien yang mengalami stroke penyumbatan biasanya datang dengan keluhan tiba-tiba berbicara dengan suara pelo/parau/cadel/sengau dan mengalami kelemahan di satu sisi tubuh. Stroke iskemik sendiri dapat dibagi ke dalam tiga fase waktu.

  • Fase akut (< 7 hari)

Beberapa jam awal setelah serangan stroke iskemik biasanya belum terlihat kelainan apa-apa pada hasil CT scan kepala. Kalaupun terdapat kelainan, mungkin terlihat bagian otak yang berwarna lebih gelap dibandingkan area yang sama pada sisi yang berlawanan. Bagian gelap akibat kurangnya asupan oksigen yang biasa disebut lesi hipodens ini akan diamati lokasi dan luasnya oleh dokter.

  • Fase subakut (8 – 21 hari)

Seiring berjalannya waktu setelah serangan stroke dan tidak mendapatkan pengobatan sesegera mungkin, warna bagian hipodens tadi akan semakin menggelap daripada jaringan otak sekitarnya.

  • Fase kronis (> 21 hari)

CT scan kepala pada fase ini akan menunjukkan bagian gelap yang berbatas tegas dengan jaringan otak sekitarnya. Gambaran ini menandakan area tersebut merupakan jaringan otak yang sudah mati. Akibatnya, fungsi-fungsi tubuh yang diatur oleh daerah tersebut akan terganggu dan bersifat permanen apabila tidak mendapat pengobatan dari awal.

Prosedur CT scan kepala untuk mendiagnosis stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. Stroke hemoragik menyumbang sekitar 13 persen dari total kasus stroke. Stroke jenis ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah dan menumpahkan darah ke sekitarnya. Darah yang bocor jadi menumpuk dan menghambat jaringan otak di sekitarnya. Kematian atau koma panjang akan terjadi jika pendarahan berlanjut.

Berbeda dengan stroke iskemik, seseorang yang mengalami stroke hemoragik biasanya datang dengan kondisi yang lebih berat, antara lain penurunan kesadaran serta muntah-muntah hingga seperti menyemprot. Pada CT scan kepala pasien stroke hemoragik dapat ditemukan beberapa hal berikut:

  • Daerah berwarna putih (lesi hiperdens)

Salah satu poin awal yang dievaluasi pada CT scan kepala pasien stroke hemoragik adalah ada atau tidaknya area berwarna putih mencolok bernama lesi hiperdens. Lesi inilah yang dapat memastikan diagnosis dokter terhadap perdarahan dalam otak. Setelah itu, dokter akan mengidentifikasi letak dan perkiraan jumlah darah yang bocor agar dapat memprediksi pengobatan selanjutnya.

  • Bagian otak kanan dan kiri tidak simetris

Selain mengamati adanya lesi hiperdens, hasil pemindaian CT scan kepala untuk stroke hemoragik juga akan dilihat adanya “efek desak ruang” yang diakibatkan oleh gumpalan darah tersebut. Volume di dalam tulang tengkorak bersifat terbatas, sehingga apabila ada tambahan gumpalan darah maka akan terjadi pendesakan ke daerah sekitarnya. Adanya desakan dalam otak akibat kelebihan cairan akan menampilkan bentuk kedua sisi otak kanan dan kiri yang tidak simetris pada hasil bacaan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca