Sering Disangka Panu, Bercak Putih di Kulit Bisa Jadi Tanda Kusta

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bercak putih di kulit sering kali dianggap sebagai panu dan disepelekan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, bisa jadi bercak putih di kulit itu bukan panu, melainkan ciri penyakit kusta. Apabila dibiarkan, penyakit kulit tersebut bisa mengakibatkan kebutaan hingga kecacatan. Cari tahu apa saja ciri penyakit kusta atau gejala awalnya agar bisa penyakit tersebut bisa diobati sedini mungkin.

Apa bedanya panu dengan kusta?

Kusta atau yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit morbus hansen adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata.

Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan seseorang yang memiliki penyakit ini mati rasa (kebas). Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Ciri-ciri kusta bisa saja muncul setelah bakteri menginfeksi tubuh orang yang memiliki kusta selama dua hingga sepuluh tahun.

Mengapa orang sering menganggap bahwa kusta hanyalah panu? Karena kedua penyakit kulit ini sama-sama menyebabkan bercak putih di kulit. Bedanya, seseorang yang memiliki panu akan merasakan gatal dan kemerahan di pinggiran bercak. Sementara, kusta tidak akan terasa gatal, justru mati rasa.

Seperti apa ciri penyakit kusta?

Kusta terdiri dari dua jenis, yaitu kusta kering atau pausi basiler (PB) dan kusta basah atau multi basiler (MB). Gejala bercak putih seperti panu biasanya merupakan ciri-ciri kusta kering. Sedangkan ciri-ciri kusta basah lebih mirip kadas, yaitu bercak kemerahan dan disertai penebalan pada kulit.

Ciri penyakit kusta yang paling mendasar adalah kurang rasa (hipoestesi) atau mati rasa sama sekali (anestesi) pada gejala yang muncul. Ini yang menyebabkan penderita kusta bila dibiarkan dapat mengalami kecacatan karena saraf mereka rusak sehingga mereka tidak merasakan sakit meskipun jari mereka putus.

Meskipun dulu sempat menjadi penyakit yang ditakuti, saat ini kusta tergolong penyakit yang mudah diobati. Ironisnya, hingga saat ini beberapa daerah di Indonesia masih dianggap sebagai kawasan endemik kusta oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Lalu, seperti apa gejala atau ciri penyakit kusta yang harus diwaspadai?

  • Mati rasa, tidak bisa merasakan perubahan suhu hingga kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit pada kulit.
  • Nyeri persendian.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembesaran saraf tepi, biasanya di sekitar siku dan lutut.
  • Perubahan bentuk pada wajah.
  • Lepuh atau ruam.
  • Muncul bisul tapi tidak sakit.
  • Rambut rontok.
  • Hidung tersumbat atau terjadi mimisan.
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
  • Kerusakan mata. Mata menjadi kering dan jarang mengedip biasanya dirasakan sebelum muncul tukak berukuran besar.
  • Lemah otot atau kelumpuhan.
  • Hilangnya jari jemari.

Bagaimana penyakit kusta diobati?

Orang yang telah terdiagnosis dengan kusta biasanya akan diberikan kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama enam bulan sampai dua tahun. Pengobatan kusta sendiri harus berdasarkan jenis kusta untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, dan durasi pengobatan.

Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta adalah:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh

Risiko komplikasi kusta bisa terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:

  • Kerusakan saraf permanen
  • Otot melemah
  • Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca