Bisakah Mencegah Keloid Tumbuh Pada Bekas Luka?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Agustus 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki keloid di salah satu bagian tubuh Anda? Katanya, orang yang memiliki keloid memang sudah mempunyai ‘bakat’ keloid sebelumnya atau bisa dibilang keturunan. Namun, apakah jika punya ‘bakat’ tersebut, keloid bisa dicegah? Bagaimana caranya mencegah keloid terbentuk?

Bagaimana mencegah keloid agar tidak muncul?

Keloid adalah bekas luka yang tumbuh. Jadi, ketika kulit Anda luka, entah itu akibat tergores, terpotong, atau tergigit, tubuh akan langsung menghasilkan protein dalam bentuk kolagen untuk menyembukan dan menutup luka. Kolagen akan membuat luka menjadi mulus dan terlihat seperti permukaan kulit sebelumnya.

Namun orang yang mengalami keloid, bekas luka terus ‘tumbuh’ dan akhirnya menonjol layaknya daging yang tumbuh. Umumnya, keloid bersifat jinak, tetapi jika bekas luka terus tumbuh maka dapat berisiko kanker kulit.

Sayangnya, Anda tidak dapat mencegah keloid untuk terbentuk pada bekas luka Anda. Namun, Anda dapat mencegah faktor risiko yang dapat membuat keloid muncul, seperti menghindari luka pada kulit, hindari menato atau menindik bagian tubuh.

Jika Anda sudah mengetahui bahwa Anda memiliki ‘bakat’ atau gen keloid turunan dari keluarga Anda, maka Anda dapat meminta dokter untuk menyuntikan kortikosteroid ketika Anda akan melakukan operasi. Obat tersebut akan menekan pertumbuhan dan mencegah keloid menjadi besar.

Apakah saya bisa menghilangkan keloid?

Keloid yang Anda miliki mungkin tak akan benar-benar hilang, namun ukurannya bisa berkurang menjadi lebih kecil atau mencegah keloid menjadi besar. Lagi pula, setiap orang akan memiliki efek samping dan hasil pengobatan yang berbeda-beda – meski menjalani pengobatan yang sama. Berikut adalah cara untuk mengurangi dan mencegah keloid membesar:

  • Operasi pengangkatan keloid. Salah satu cara menghilangkan keloid dari tubuh Anda adalah dengan cara mengoperasinya. Tetapi sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Dermatology Online Journal menyatakan bahwa menghilangkan keloid dengan cara operasi, justru akan membuatnya kembali lagi dengan ukuran yang besar.
  • Mengoleskan gel yang mengandung silikon. Gel ini dapat mengurangi ukuran keloid secara perlahan dan mencegahnya menjadi besar.
  • Menyuntikkan obat steroid. Suntik obat seperti triamcinolone acetonide atau obat kortikosteroid, untuk mengatasi keloid dapat dilakukan beberapa kali dalam rentang waktu 4-6 minggu. Namun, banyak orang yang tidak nyaman dengan rasa sakit yang ditimbulkan ketika menyuntikkan obat ini.
  • Membekukan jaringan yang tumbuh. Tindakan medis ini bertujuan untuk menghentikan jaringan yang tumbuh pada bekas luka dengan cara membekukannya.
  • Menggunakan laser. Meski belum ada bukti yang meyatakan bahwa cara ini efektif untuk menghilangkan keloid, tetapi metode ini dapat dilakukan untuk mencegah keloid tumbuh menjadi besar.

Untuk mengetahui mana pengobatan yang tepat bagi Anda, sebaiknya diskusikan dan konsultasikan hal ini pada dokter Anda. Dalam beberapa kasus, untuk menghilangkan atau mencegah pertumbuhan keloid, dibutuhkan kombinasi dari beberapa pengobatan. Namun sekali lagi, hal ini berbeda-beda pada setiap orang

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit