Berat Badan Berlebih Bikin Tubuh Anda Lebih Tua 10 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/03/2020
Bagikan sekarang

Obesitas adalah kondisi status gizi seseorang yang indeks massa tubuhnya (IMT) melebih normal, yaitu lebih dari 30 kg/m2. Obesitas merupakan kondisi yang cukup berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Penyakit kardiovaskular seperti stroke dan gagal jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia pada tahun 2012, dan kejadian ini salah satunya disebabkan oleh obesitas.

Menurut WHO, di dunia pada tahun 2014 setidaknya terdapat 600 juta orang yang mengalami obesitas dan sebanyak 2,8 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat obesitas serta komplikasinya.  Sedangkan di Indonesia sendiri, obesitas yang terjadi sebesar 26,6% pada tahun 2013 dan semakin bertambah dari tahun ke tahun.

Obesitas dapat menyebabkan otak mengalami penuaan dini

Tidak hanya meningkatkan risiko terhadap penyakit degeneratif, namun orang yang mengalami obesitas di usia pertengahan atau saat dewasa, lebih mudah untuk cepat tua. Hal ini disampaikan oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa orang yang obesitas memiliki umur otak dan organ di dalam tubuhnya 10 tahun lebih tua dibandingkan dengan orang yang tidak obesitas. Penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Neurobiology of Aging  yang melibatkan sebanyak 473 orang dewasa yang berusia 20 hingga 87 tahun.

Dalam penelitian tersebut, responden dikelompokkan sesuai dengan status gizi dan nilai indeks massa tubuhnya. Terdapat 246 responden yang memiliki status gizi normal (IMT sebesar 18,5 hingga 25), 150 responden dinyatakan overweight atau kelebihan berat badan (IMT 25-30), sedangkan 77 orang diidentifikasikan mengalami obesitas. Masing-masing responden dilihat volume otaknya –subtansi putih dan subtansi abu-abu-  dengan menggunakan alat magnetic resonance imaging (MRI). Kemudian, dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa kelompok orang yang status gizinya overweight dan obesitas memiliki volume subtansi putih yang lebih sedikit di dalam otaknya dibandingkan dengan kelompok yang indeks massa tubuhnya normal.

Para peneliti menyimpulkan bahwa penurunan volume subtansi putih otak merupakan tanda dari penuaan yang biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Hal ini dibuktikan ketika kelompok overweight dan obesitas tersebut dibandingkan dengan kelompok orang yang memiliki status gizi yang normal namun berusia 10 tahun lebih tua. Ketika dibandingkan, terlihat bahwa subtansi putih otak dari masing-masing kelompok hampir sama. Oleh karena itu para ahli beranggapan bahwa orang yang mempunyai berat badan berlebih sebenarnya memiliki usia 10 tahun lebih tua, jika dilihat dari subtansi otaknya.

Penderita obesitas lebih berisiko terkena Alzheimer

Penurunan volume subtansi putih pada otak sebenarnya akan mulai terjadi ketika Anda memasuki usia 30 tahun. Semakin bertambahnya usia, maka volume subtansi putih tersebut akan semakin menurun. Ketika subtansi putih di dalam otak berkurang, maka sel otak tidak dapat berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Dengan begitu, sinyal yang diberikan mungkin saja tidak sampai dan akhirnya tidak terjadi respon yang diinginkan. Penurunan subtansi putih juga dianggap sebagai salah satu gejala dan tanda dari kejadian demensia yang kemudian akan mengakibatkan Alzheimer.

Sampai saat ini memang belum jelas apa hubungan antara obesitas atau kelebihan berat badan dengan penurunan volume subtansi putih pada otak. Namun para ahli menyatakan bahwa hal ini mungkin saja terjadi akibat kadar lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh. Orang yang memiliki berat badan berlebih pasti mempunyai jumlah lemak yang juga berlebih akibat pola makan serta pemilihan makanan yang tidak tepat. Jumlah lemak yang banyak akan meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh. Ketika respon sistem kekebalan tubuh muncul terus-menerus makan akan terjadi peradangan di dalam tubuh yang kemudian mengakibatkan peradangan kronis. Peradangan kronis inilah yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk menyebabkan penurunan volume subtansi putih pada otak.

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

    Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

    Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    Perkuat Otak Lansia dengan Rutin Melakukan Aktivitas Sehat Ini

    Berkurangnya kemampuan ingatan jangka pendek adalah proses penuaan yang normal bagi lansia. Namun, bagaimana jika ada aktivitas sehat untuk otak lansia?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020