Nyetir Saat Gula Darah Rendah, Sama Bahayanya Dengan Nyetir Sambil Mabuk

Oleh

Kebanyakan orang tahu bahwa mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau saat mengantuk berbahaya, tapi mengemudi dengan gula darah rendah — juga disebut hipoglikemia — juga sama bahayanya. Begini penjelasannya.

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia berkaitan erat dengan diabetes. Hipoglikemia berarti bahwa kadar gula darah Anda telah jatuh terlalu rendah untuk mendukung kebutuhan energi tubuh dan otak. Kondisi gula darah rendah biasanya didefinisikan sebagai memiliki kadar gula darah kurang dari 70 miligram per desiliter (mg/dL).

Pada pasien diabetes, kadar gula darah yang terjun bebas ini biasanya disebabkan oleh efek samping dari beberapa obat diabetes, misalnya sulfonylurea, tolbutamide, chloropropamide, atau beta-blocker metoprolol. Suntikan insulin juga bisa menyebabkan kadar gula darah menurun drastis. Anda juga bisa mengalami gula darah rendah jika Anda minum allopurinol (Zyloprim), aspirin, Benemid, probenesid (Probalan), atau warfarin (Coumadin) dengan obat diabetes Anda.

Tapi gula darah rendah juga bisa menyerang orang-orang non-diabetisi. Misalnya ketika setelah Anda makan makanan tinggi gula sederhana, jika Anda melewatkan atau tidak makan dalam waktu lama, jika Anda telat makan lebih dari biasanya, sedang berpuasa, berolahraga berat tanpa disusul makanan, atau jika Anda minum alkohol tanpa dibarengi makanan.

Apa tanda dan gejala hipoglikemia?

Gejala gula darah rendah termasuk:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Kelaparan
  • Tremor atau gemetar
  • Kulit pucat
  • Gelisah
  • Kebingungan
  • Perubahan perilaku atau suasana hati
  • Susah fokus
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

Kebanyakan orang yang sadar mereka memiliki gula darah rendah melaporkan bahwa itu bukan pengalaman yang menyenangkan. Tapi beberapa orang dengan diabetes bisa tidak menyadari mereka memiliki hipoglikemia dan tidak merasakan gejala apapun sampai terlambat.

Apa bahayanya jika mengemudi saat gula darah rendah?

Mengemudi dengan aman membutuhkan kesigapan semua fungsi mental (pemrosesan visual-auditori, keterampilan motorik, penalaran, logika, dan pemecahan masalah) yang berkelanjutan tanpa henti.

Hipoglikemia menyebabkan gejala fisik dan psikologis yang terkait dengan gangguan fungsi kognitif, Hipoglikemia telah ditemukan untuk merangsang gejala adrenergik seperti gugup dan tremor, serta kelelahan, kebingungan, dan keterbelakangan fungsi mental. Selain itu, fungsi visual tertentu dapat terhambat akibat kadar gula darah rendah. Misalnya, deteksi perubahan visual dan gerakan (motor yang tetiba nyelonong ngebut). Kemampuan pengambilan keputusan berdasarkan proses pendengaran juga bisa mandek akibat gula darah rendah yang menyebabkan Anda lebih sulit untuk fokus dan waspada dengan lingkungan sekitar.

Kadar gula darah rendah juga ditemukan berdampak negatif pada koordinasi motorik anggota tubuh untuk mengemudikan setir, kontrol kecepatan, dan kesigapan pengereman. Pada beberapa kasus, kadar gula darah rendah menyebabkan Anda mengemudi lebih lambat dari yang seharusnya.

Kombinasi semua ini mengakibatkan waktu reaksi Anda dalam menghadapi “ancaman” jalanan (rem mendadak, klakson, atau pindah jalur) jadi lebih lambat. Menariknya, pasien dengan hipoglikemia tidak selalu menyadari kelemahan mereka. Orang dengan gula darah rendah yang mengemudi pada waktu yang salah bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri saat masih di belakang kemudi dan melukai atau membunuh orang lain — atau diri mereka sendiri.

Yang perlu dilakukan jika harus mengemudi saat gula darah rendah

Mengemudi dengan diabetes bisa aman selama Anda melacak kadar gula darah Anda. Berikut langkah-langkah dasar yang bisa membantu Anda tetap aman di jalan.

  • Jika Anda sedang mengemudi dan menyadari gejala awal hipoglikemia, berhenti di bahu jalan, dan segera makan makanan manis. Tunggu setidaknya 15 menit. Ulangi langkah ini jika dirasa perlu sebelum kembali mengarungi jalanan.
  • Selalu siap sedia stok camilan sehat bergizi di dalam mobil untuk berjaga-jaga kala situasi darurat menghampiri. Pilih sumber makanan tinggi protein dan karbohidrat (seperti biskuit gandum oles selai kacang atau keju batangan dan biskuit) sebelum Anda lanjut mengemudi.
  • Jika Anda memiliki diabetes dan harus mengemudi sendiri, tes gula darah Anda sesering mungkin selama perjalanan. Gula darah Anda harusnya berada di sekitar 150 mg/dL. Pastikan Anda membawa perlengkapan pengujian dan obat-obatan/makanan darurat untuk memperbaiki gula darah Anda dalam kasus Anda bepergian jauh dari rumah lebih lama dari yang direncanakan.
  • Ikuti rencana diet Anda. Makan setidaknya tiga kali sehari yang waktunya berjarak merata. Jangan terlambat makan lebih dari 4-5 jam di antara waktu makan. Konsumsi obat dan camilan seperti yang telah disetujui dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber