Apa Itu Penyakit Lupus, dan Seperti Apa Gejalanya?

Oleh

Apa yang terlintas dalam benak Anda bila mendengar kata ‘lupus’? Salah satu judul film Indonesia yang tenar di tahun 90-an? Atau penyakit yang diderita Selena Gomez hingga ia harus rehat kira-kira selama satu tahun? Dilansir dari Lupus Foundation of America, penyakit lupus berkembang dalam tubuh pada usia kira-kira 15 hingga 44 tahun dan 90 persen dari pasien yang terdiagnosis positif lupus adalah wanita. Apa itu penyakit lupus? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu penyakit lupus?

Penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh Anda memproduksi antibodi secara berlebih. Antibodi yang seharusnya melindungi Anda dari serangan penyakit ini, saat dalam jumlah yang berlebih, justru berbalik menyerang tubuh Anda. Bahkan meskipun sel dan jaringan dalam tubuh Anda sebenarnya dalam kondisi yang sehat. Dengan kata lain, antibodi tersebut tak lagi memiliki kemampuan untuk membedakan mana jaringan tubuh dan yang mana penyerang tubuh. Berdasarkan jenisnya, lupus dibedakan jadi:

Lupus eritematosus diskoid. Jenis diskoid lebih menyerang kulit yang terpapar sinar matahari tanpa menginfeksi organ vital dalam tubuh. Serangan lupus jenis ini menyebabkan timbulnya peradangan pada kulit yang diserang.

Lupus eritematosus sistemik. Lupus jenis sistemik justru turut menyerang organ vital dalam tubuh. sehingga dampak yang dirasakan seseorang yang mengidap lupus jenis sistemik lebih serius dibandingkan dengan dampak yang dirasakan bila terpapar jenis diskoid.

Apa penyebab penyakit lupus?

Sayangnya penelitian-penelitian yang telah ada belum mampu mengungkapkan apa yang menjadi penyebab penyakit autoimun ini. Para peneliti masih hanya memprediksikan bahwa kombinasi antara beberapa faktor mampu memicu penyakit ini, seperti:

Jenis kelamin. Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa perempuan diyakini lebih rentan terserang lupus dibandingkan dengan pria. Kadar hormon estrogen yang lebih tinggi pada tubuh wanita diyakini menjadi pemicu kondisi ini.

Sinar UV. Paparan cahaya matahari terutama sinar UV selain diyakini dapat memicu lupus juga dapat memperparah gejala-gejala yang telah ditimbulkannya.

Penggunaan obat tertentu. Beberapa pengobatan yang telah diindikasikan berhubungan dengan serangan lupus pada tubuh diantaranya pengobatan jantung, tiroid, infeksi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi psikologi yang tengah stres, paparan merkuri dan silika serta infeksi virus herpes zoster juga diprediksikan mampu memicu seseorang terserang lupus. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi untuk membuktikan faktor-faktor penyebab ini.

Bagaimana gejala penyakit lupus?

Beberapa orang menyebut lupus dengan penyakit 1.000 wajah. Hal ini karena lupus memang tak menampakkan gejala yang khas. Gejala yang terjadi bermacam-macam dan bergantung dari area mana pada tubuh Anda yang diserang. Namun umumnya, gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Timbulnya rasa lemas yang teramat sangat
  • Demam
  • Nyeri pada otot dan sendi yang hebat
  • Munculnya ruam pada kulit wajah dan tubuh
  • Meningkatnya sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari
  • Menurunnya berat badan
  • Kesulitan bernafas disertai rasa nyeri di dada
  • Rasa sakit yang hebat pada bagian perut
  • Kejang-kejang
  • Luka pada hidung, mulut, dan tenggorokan
  • Rambut mengalami kerontokan.

Gejala lupus yang dapat bertambah parah namun juga bisa semakin membaik. Sebaiknya Anda segera periksakan kesehatan Anda bila Anda mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas. Terlebih cara kerjanya yang berkebalikan dengan antibodi mampu menyebabkan komplikasi pada organ lain vital pada tubuh Anda jika tidak segera ditangani.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca