Apa Itu Penyakit Lupus, dan Seperti Apa Gejalanya?

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23/02/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Apa yang terlintas dalam benak Anda bila mendengar kata ‘lupus’? Salah satu judul film Indonesia yang tenar di tahun 90-an? Atau penyakit yang diderita Selena Gomez hingga ia harus rehat kira-kira selama satu tahun? Dilansir dari Lupus Foundation of America, penyakit lupus berkembang dalam tubuh pada usia kira-kira 15 hingga 44 tahun dan 90 persen dari pasien yang terdiagnosis positif lupus adalah wanita. Apa itu penyakit lupus? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu penyakit lupus?

Penyakit lupus adalah kondisi di mana tubuh Anda memproduksi antibodi secara berlebih. Antibodi yang seharusnya melindungi Anda dari serangan penyakit ini, saat dalam jumlah yang berlebih, justru berbalik menyerang tubuh Anda. Bahkan meskipun sel dan jaringan dalam tubuh Anda sebenarnya dalam kondisi yang sehat. Dengan kata lain, antibodi tersebut tak lagi memiliki kemampuan untuk membedakan mana jaringan tubuh dan yang mana penyerang tubuh. Berdasarkan jenisnya, lupus dibedakan jadi:

Lupus eritematosus diskoid. Jenis diskoid lebih menyerang kulit yang terpapar sinar matahari tanpa menginfeksi organ vital dalam tubuh. Serangan lupus jenis ini menyebabkan timbulnya peradangan pada kulit yang diserang.

Lupus eritematosus sistemik. Lupus jenis sistemik justru turut menyerang organ vital dalam tubuh. sehingga dampak yang dirasakan seseorang yang mengidap lupus jenis sistemik lebih serius dibandingkan dengan dampak yang dirasakan bila terpapar jenis diskoid.

Apa penyebab penyakit lupus?

Sayangnya penelitian-penelitian yang telah ada belum mampu mengungkapkan apa yang menjadi penyebab penyakit autoimun ini. Para peneliti masih hanya memprediksikan bahwa kombinasi antara beberapa faktor mampu memicu penyakit ini, seperti:

Jenis kelamin. Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa perempuan diyakini lebih rentan terserang lupus dibandingkan dengan pria. Kadar hormon estrogen yang lebih tinggi pada tubuh wanita diyakini menjadi pemicu kondisi ini.

Sinar UV. Paparan cahaya matahari terutama sinar UV selain diyakini dapat memicu lupus juga dapat memperparah gejala-gejala yang telah ditimbulkannya.

Penggunaan obat tertentu. Beberapa pengobatan yang telah diindikasikan berhubungan dengan serangan lupus pada tubuh diantaranya pengobatan jantung, tiroid, infeksi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi psikologi yang tengah stres, paparan merkuri dan silika serta infeksi virus herpes zoster juga diprediksikan mampu memicu seseorang terserang lupus. Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi untuk membuktikan faktor-faktor penyebab ini.

Bagaimana gejala penyakit lupus?

Beberapa orang menyebut lupus dengan penyakit 1.000 wajah. Hal ini karena lupus memang tak menampakkan gejala yang khas. Gejala yang terjadi bermacam-macam dan bergantung dari area mana pada tubuh Anda yang diserang. Namun umumnya, gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Timbulnya rasa lemas yang teramat sangat
  • Demam
  • Nyeri pada otot dan sendi yang hebat
  • Munculnya ruam pada kulit wajah dan tubuh
  • Meningkatnya sensitivitas kulit terhadap paparan sinar matahari
  • Menurunnya berat badan
  • Kesulitan bernafas disertai rasa nyeri di dada
  • Rasa sakit yang hebat pada bagian perut
  • Kejang-kejang
  • Luka pada hidung, mulut, dan tenggorokan
  • Rambut mengalami kerontokan.

Gejala lupus yang dapat bertambah parah namun juga bisa semakin membaik. Sebaiknya Anda segera periksakan kesehatan Anda bila Anda mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas. Terlebih cara kerjanya yang berkebalikan dengan antibodi mampu menyebabkan komplikasi pada organ lain vital pada tubuh Anda jika tidak segera ditangani.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 menit baca

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 menit baca

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Setelah melakukan pengobatan yang cukup panjang dan kanker dinyatakan sembuh, rasanya sangat melegakan. Namun, bagaimana kalau kanker kembali muncul?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/06/2020 . 6 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca