Apa Akibatnya Kalau Penderita Penyakit Ginjal Kronis Telat Cuci Darah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Berbagai penyakit ginjal perlahan-lahan bisa menyebabkan ginjal gagal menjalankan fungsinya. Apalagi kalau penyakitnya tidak terkontrol dengan baik. Hal ini umumnya akan membuat para pengidap penyakit ginjal kronis harus melakukan cuci darah (hemodialisis) sepanjang hidupnya atau sampai mendapat donor ginjal baru melalui operasi transplantasi ginjal. Mengingat pentingnya cuci darah bagi pasien penyakit ginjal kronis, lantas bagaimana jika seseorang telat cuci darah dan apa saja risikonya?

Sebenarnya apa fungsi ginjal dalam tubuh?

Ginjal merupakan salah satu organ yang berperan penting dalam tubuh. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dari limbah beracun, produk sisa, ataupun cairan berlebih dalam tubuh. Nah, jika ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, kadar racun dan cairan berbahaya akan terkumpul di dalam tubuh.

Jika tidak segera ditangani, ginjal bisa berhenti berfungsi. Inilah yang nantinya akan jadi masalah bagi kesehatan seseorang. Bahkan akibatnya bisa fatal atau mematikan.

Prosedur cuci darah bagi orang dengan penyakit ginjal kronis

Sampai saat ini belum ada yang dapat menyembuhkan penyakit ginjal kronis. Artinya, yang bisa dilakukan hanyalah mempertahankan fungsi ginjal yang ada dan mencegah munculnya komplikasi yang lebih serius. Nah, salah satu perawatan yang dilakukan untuk bisa mempertahankan fungsi ginjal adalah dengan cuci darah.

Cuci darah merupakan suatu prosedur menyaring dengan bantuan mesin yang disebut dialisis. Prosedur ini bisa membantu menggantikan fungsi ginjal yang bermasalah agar tubuh dapat memiliki keseimbangan fungsi.

Sebelum cuci darah, dokter akan melakukan serangkaian tes kesehatan dulu untuk memastikan apakah pasien membutuhkan cuci darah atau tidak. Ada dua hal yang biasanya jadi tolak ukur dokter, yaitu kadar kreatinin dan ureum pada darah pasien. Jika dua hal tersebut berada di atas kadar normal, barulah dokter akan melakukan prosedur cuci darah.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa cuci darah tidak dapat menyembuhkan penyakit ginjal atau kondisi lain yang mempengaruhi kerja ginjal. Itu sebabnya, pengobatan lain masih tetap diperlukan. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit selama tiga kali dalam seminggu. Lamanya tindakan berkisar antara 3 sampai 5 jam, tergantung dari kondisi dan kebutuhan medis pasien.

batu ginjal

Apa saja efek yang ditimbulkan dari cuci darah?

Beberapa pasien yang menjalankan cuci darah umumnya akan mengalami sakit kepala, mudah lelah, mual, muntah, kram otot di beberapa bagian tubuh tertentu, dan penurunan tekanan darah. Segera beri tahu petugas kesehatan jika saat atau setelah prosedur berlangsung Anda merasa tidak nyaman atas beberapa efek samping seperti yang sudah disebutkan di atas.

Pada dasarnya, cuci darah tidak mengganggu aktivitas pasien. Buktinya banyak pasien yang melakukan cuci darah tapi tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Mereka masih bisa bekerja atau melanjutkan aktivitas kesehariannya. Anda mungkin membutuhkan beberapa bulan agar bisa menyesuaikan diri dan terbiasa dengan prosedur cuci darah.

Anda dapat menghindari banyak efek samping jika Anda menjalani pola makan yang tepat, mengikuti anjuran dokter, dan minum obat yang sudah diresepkan buat Anda.

Apa yang akan terjadi bila telat cuci darah?

Jika seseorang yang mengalami penyakit ginjal kronis telat cuci darah, tentunya hal ini akan menimbulkan masalah. Berikut ini beberapa kemungkinan efek samping apabila seseorang telat cuci darah. 

  • Naiknya kadar ureum dan kreatine. Akibatnya yaitu semakin banyak limbah dan racun yang menumpuk dalam darah dan tubuh. 
  • Ginjal tidak bisa menyaring darah dengan baik. Ini dapat menyebabkan penumpukan cairan sehingga Anda mungkin mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Anda juga bisa mengalami sesak napas. Intinya, gejala-gejala yang pernah Anda alami saat sebelum cuci darah dapat terulang kembali.
  • Fungsi ginjal semakin turun. Kalau Anda beberapa kali telat cuci darah, fungsi ginjal pelan-pelan akan melemah.
  • Makin banyak jaringan ginjal dan sel organ lainnya yang rusak. Tanpa cuci darah, jaringan ginjal dan sel organ lainnya dalam tubuh tidak bisa bekerja sendiri dan akhirnya akan rusak. 
  • Gejala dan komplikasi tambah parah. Komplikasi telat cuci darah di antaranya adalah gagal jantung. Ini karena tiba-tiba kadar kalium dalam darah melonjak naik. Gagal jantung bisa berakibat fatal. 
  • Fungsi ginjal akan berhenti sepenuhnya. Kalau Anda tidak rutin cuci darah, fungsi ginjal Anda bisa saja berhenti sepenuhnya. Karena ginjal adalah organ vital manusia, ginjal yang sudah tidak berfungsi lagi bisa menyebabkan kematian. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 30, 2017 | Terakhir Diedit: Agustus 24, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca