5 Masalah Kesehatan yang Mungkin Dihadapi Jika Anda Suka Naik Pesawat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Semakin banyak maskapai penerbangan yang menawarkan tiket perjalanan murah meriah untuk Anda bepergian, entah itu hanya sekitaran domestik hingga ke luar negeri. Tapi jangan salah. Berjam-jam duduk di dalam kapsul pesawat terbang diam-diam berbahaya untuk kesehatan Anda. Apa saja risiko naik pesawat terbang bagi penumpangnya? Simak 5 penyakit perjalanan udara di bawah ini.

Berbagai risiko naik pesawat terbang yang mungkin dihadapi penumpang

1. Terkena flu

Salah satu penyakit perjalanan udara yang banyak dialami adalah flu. Menurut Journal of Environmental Health Research pada tahun 2004, flu yang terjadi biasanya disebabkan oleh rendahnya kelembaban di dalam pesawat dan kecilnya ruang lingkup sirkulasi udara  yang membuat virus mudah berpindah ke satu orang dan yang lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa risiko penyakit serius yang bisa terbawa dari makanan yang Anda makan di dalam pesawat terbang, lalu penyesuaian suhu tubuh yang buruk. Penyesuaian tubuh yang buruk dapat menyebabkan Anda merasa mual, demam dan bahkan hingga kematian mendadak.

2. Terjadi penggumpalan darah

Penggumpalan darah di kaki (deep vein thrombosis) adalah salah satu risiko naik pesawat yang paling sering dihadapi penumpangnya. Sebab Anda akan diharuskan untuk duduk lama di kabin yang sempit sampai tiba di tujuan. Jika dibiarkan terus, penggumpalan darah ini bisa lepas dan berjalan ke paru hingga menyebabkan emboli paru.

Ada beberapa orang yang memiliki faktor risiko pembekuan darah, khususnya mereka yang obesitas, orang yang baru menjalani operasi, penyakit jantung, usia paruh baya, dan wanita yang sedang hamil atau sedang mengonsumsi pil KB.

3. Tuli sementara

Jika Anda sering berpergian dengan pesawat terbang, kemungkinan Anda bisa mengalami gangguan pendengaran sementara. Pasalnya, rata-rata tingkat kebisingan suara saat melakukan perjalanan udara bisa mencapai 110 desibel, menurut The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Batas aman kebisingan suara yang aman adalah 88 desibel dalam waktu 4 hingga 5 jam penerbangan.  

4. Jet Lag

Jet lag adalah gangguan tidur sebagai risiko naik pesawat yang “hobi” menghantui para pelancong. Jet lag lebih umum terjadi pada penumpang pesawat penerbangan panjang yang melewati beberapa zona waktu berbeda (biasanya beda benua negara). Semakin banyak zona waktu yang dilewati, semakin besar kemungkinan Anda mengalami jet lag. Jet lag bukanlah kondisi kronis, perlahan bisa menghilang atau membaik seiring berjalannya waktu, namun dapat sangat melelahkan tubuh Anda.

 5. Sinar kosmik

Sinar kosmik adalah radiasi bermuatan tinggi yang dihasilkan dari atmosfer bumi. Hal ini biasanya muncul kalau Anda terbang di atas atau sedang menuju daerah kutub utara. Diduga radiasi sinar kosmik bisa memicu kanker. Namun hingga saat ini belum diketahui seberapa besar radiasi yang berbahaya untuk tubuh. Orang yang paling berisiko terkena radiasi sinar kosmik adalah pilot, pramugari, dan teknisi pesawat penerbangan. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 16, 2017 | Terakhir Diedit: September 12, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca