4 Tips Mengatur Lampu Kantor Supaya Kerja Tambah Produktif

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak karyawan yang merasa bangga dengan aestetika ruangan kerja mereka. Entah itu oleh dekor minimalis yang kekinian atau kubikel yang dihiasi oleh deretan action figure atau poster band favorit. Semua demi menghindari stres. Tapi, tak banyak yang peduli soal pencahayaan lampu kantor mereka.

Baik buruknya penerangan di kantor sebenarnya berdampak besar pada konsentrasi dan produktivitas kerja Anda. Pencahayaan lampu kantor yang baik telah ditemukan untuk mengurangi depresi dan memperbaiki suasana hati, energi, dan kewaspadaan.

Seperti apa pencahayaan lampu kantor yang baik?

Berikut adalah tiga cara pencahayaan lampu kantor dapat berdampak pada kesejahteraan dan produktivitas pekerjanya. Dan bahkan jika Anda memiliki sedikit pilihan selain berurusan dengan kantor minim jendela, masih ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memiliki ruangan kantor yang berpencahayaan mumpuni.

1. Maksimalkan sinar alami matahari

Jika kantor Anda punya kebebasan peraturan memilih kursi, pilih tempat yang paling sering/banyak terpapar sinar matahari, atau pilih kursi yang dekat jendela — menghadap utara, timur, atau barat. Sinar matahari alami memberikan kesan hangat di ruangan tersebut dan kemungkinan untuk Anda melongok sesekali ke pemandangan luar adalah bonus tambahan.

Karyawan yang terpapar sinar matahari lebih banyak selama jam kerjanya lebih mungkin untuk memiliki jam tidur malam yang lebih lama, tubuhnya lebih sehat dan bugar, dan memiliki suasana hati yang lebih baik daripada karyawan yang mandek di meja kerja minim cahaya, menurut sebuah studi terbitan Journal of Clinical Sleep Medicine, dilansir dari Bloomberg.

“Cahaya juga dapat memengaruhi metabolisme dan efisiensi tubuh Anda dalam mengolah makanan, yang penting untuk menjaga berat badan,” kata Phyllis Zee, MD, Ph.D., direktur Sleep Disorders Center di Northwestern Memorial Hospital, dan salah satu penulis studi tersebut. Tapi pastikan bahwa ada cukup peneduh matahari untuk mencegah pantulan cahaya menyilaukan di layar komputer Anda. Dan, pastikan tidak ada zona mati atau bayangan di mana tempat Anda bekerja.

2. Gunakan pencahayaan tidak langsung (indirect lighting)

Kebanyakan sistem pencahayaan di kantor menggunakan direct lighting, alias menempatkan titik lampu pada titik tengah ruangan atau pada beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata. Teknik ini digunakan untuk menghasilkan sumber cahaya secara terang dan menyeluruh.

Ruangan kantor dengan konsep coworking space dapat dengan mudah dibanjiri oleh cahaya terik dari lampu buatan karena pencahayaan ruangan dari langit-langit harus cukup kuat untuk menerangi meja seluruh karyawannya. Padahal, bekerja dengan bermandikan cahaya langsung dari atas kepala membuat mata cepat lelah karena silau, menurunkan produktivitas, dan berdampak negatif pada kesehatan penghuni ruangan tersebut. Belum lagi konsep pencahayaan lampu kantor seperti ini sangat boros energi.

Hindari hanya memiliki lampu ruangan dengan penerangan yang langsung diarahkan ke bawah. Ciptakan suasana ruangan terang dengan konsep pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) dengan lampu tersembunyi yang memanfaatkan bias cahayanya saja. Pencahayaan harus membias tidak langsung ke mata dari permukaan besar, seperti dinding dan langit-langit. Indirect lighting dapat menghasilkan cahaya yang merata tanpa membuat mata silau dan suasana “hangat” pun lebih terasa dengan tampilan lampu warna kekuningan.

3. Pakai lampu LED

Lampu neon sudah sejak lama menjadi pilihan favorit untuk lampu kantor karena harga belinya yang murah dan bisa menyinari area luas sekaligus. Masalahnya, umur lampu neon tergolong singkat dan mudah berkedip-kedip, yang berarti kualitas cahaya lampu bisa tidak konsisten. Hal ini, dikombinasikan dengan masalah lain seperti byar-pet korslet, membuat lampu neon bukan pilihan yang ideal untuk pencahayaan ruangan kantor.

Alternatifnya, Anda bisa pakai lampu fluoroscent LED. Meski cukup mahal untuk anggaran kantor, lampu LED jauh lebih hemat energi daripada tabung neon dan lampu lainnya seperti lampu HID, sehingga dalam jangka panjang lampu LED juga jauh lebih hemat biaya. Manfaat lingkungan lain dari tabung LED adalah bahwa mereka tidak mengandung merkuri dan bahan kimia lain yang ditemukan di lampu fluorescent, yang bisa berbahaya bagi lingkungan.

Panel LED dapat dipasang ke langit-langit untuk menggantikan fitting lampu neon tradisional. Sinar dari LED membantu menghilangkan silau, yang dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas di kantor.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Merasa Kebelet Pipis Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

Mengompol bukan cuma dialami oleh bayi dan balita. Tak jarang ada orang dewasa yang tak sengaja ngompol, terutama saat seks. Apa penyebab ngompol saat seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Khasiat Mengejutkan Buah Mengkudu yang Wajib Anda Tahu

Meski berbau busuk tajam dan rasanya kurang menggugah selera, ada banyak manfaat buah mengkudu untuk kesehatan. Tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
persiapan naik gunung

7 Hal yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Naik Gunung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit