Tips Memilih Pelumas Vagina yang Aman untuk Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ketika melakukan hubungan seks, kadang para pasangan membutuhkan sedikit bantuan. Tidak serta merta proses penetrasi berjalan lancar dan mulus. Di sinilah Anda membutuhkan pelumas vagina, agar proses penetrasi berjalan lancar tanpa disertai rasa sakit, karena tidak semua wanita bisa terangsang penuh, dan memproduksi cairan yang cukup untuk melumasi vaginanya.

Yang perlu diperhatikan saat memilik pelumas vagina

Ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih pelumas yang aman bagi vagina:

Kenyamanan

Kenyamanan di sini maksudnya mengacu pada kenikmatan dan rasa nyaman yang didapat setelah memakai pelumas tersebut. Tekstur, cara penggunaan, berapa banyak jumlah produk yang harus dikenakan, dapat membuat perbedaan bagi Anda. Yang paling penting, jangan sampai pelumas vagina membuat Anda mengalami reaksi alergi atau tidak nyaman.

Keamanan

Ini berhubungan dengan kesehatan Anda. Sebagai contoh, pelumas berbahan dasar minyak tidak dapat dipakai saat pasangan Anda menggunakan kondom lateks, karena kondom berbahan lateks tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik jika bertemu dengan pelumas minyak. Anda harus mengetahui juga bahan-bahan pelumas yang baik dan berbahaya bagi tubuh.

Pelumas vagina yang baik dan buruk berdasarkan jenisnya

1. Pelumas berbahan dasar air, mengandung gliserin

Pelumas air mengandung gliserin adalah pelumas yang banyak ditemukan di pasaran. Pelumas vagina tipe ini memiliki rasa sedikit manis karena mengandung gliserin. Saat Anda menggunakan pelumas ini dan mulai terasa kering, disarankan jangan malah menambahkan produk pelumasnya lagi. Coba basahi dengan air atau air liur untuk menambah kelicinan.

  • Kelebihan: ¬†Mudah ditemukan, harganya murah, aman digunakan dengan kondom lateks, tidak menimbulkan noda.
  • Kekurangan: Cepat kering, mudah lengket, gliserin dapat memicu infeksi jamur pada vagina yang rentan alergi.

2. Pelumas berbahan dasar air, tanpa kandungan gliserin

Kalau Anda sering mengalami infeksi jamur pada kelamin, pelumas ini dinyatakan cocok untuk tipe tersebut. Pelumas tanpa gliserin tidak akan memicu infeksi jamur.

  • Kelebihan: Dapat mengurangi bahaya iritasi kelamin, aman jika digunakan dengan kondom lateks, tidak menimbulkan noda, lebih dianjurkan untuk pemakaian seks anal.
  • Kekurangan: Terasa pahit (karena tidak mengandung gliserin), agak sulit ditemukan di pasaran, mengandung parabens dan glikol propelin yang dapat membuat iritasi kulit.

3. Pelumas berbahan silikon

Pelumas vagina ini merupakan salah satu tipe pelumas yang awet dan banyak direkomendasikan untuk para wanita yang memiliki vagina kering atau nyeri saat penetrasi. Bahan silikon berbeda dengan silikon untuk implan, silikon ini tidak berbahaya.

  • Kelebihan: Pelumas silikon jenis ini tidak dapat menembus pori-pori kulit dan tidak menimbulkan alergi untuk penggunanya.
  • Kekurangan: Pelumas ini harganya cukup mahal dari pelumas berbahan air, tidak dijual di pasaran (bisa ditemukan di toko seks atau toko online), jika menggunakan pelumas silikon terlalu banyak harus dibersihkan menggunakan sabun dan air.

4. Pelumas berbahan minyak

Pelumas berbahan minyak ini sifatnya dapat merusak kondom yang berbahan lateks. Tetapi, aman jika menggunakan kondom yang terbuat dari nitril, polisoprena, dan polyuretan. Pelumas ini juga bisa Anda temukan dengan bahan-bahan tradisional di sekitar Anda, seperti contohnya, minyak sayur, mentega, atau bahkan baby oil.

  • Kelebihan: Aman untuk dipijat pada bagian kelamin, aman dikonsumsi (kecuali baby oil), murah dan mudah didapatkan.
  • Kekurangan: Dapat merusak kondom lateks dan menimbulkan noda pada kain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit