Kenapa Suara Pria Lebih Berat dan Nge-Bass Ketimbang Suara Perempuan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda bicara di telepon dengan orang yang tidak dikenal, Anda pasti bisa menebak apa jenis kelamin orang tersebut hanya dari suaranya saja. Begitu juga saat Anda mendengar sebuah lagu. Anda mungkin langsung tahu apakah penyanyinya seorang pria atau wanita. Suara manusia memang unik dan bisa ditebak jenis kelaminnya. Berbeda dengan hewan, bukan?

Akan tetapi, sebenarnya seberapa jauh perbedaan suara wanita dan pria? Bagaimana jenis kelamin seseorang menentukan ciri khas atau karakter suaranya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.  

Bagaimana suara manusia dihasilkan?

Pada dasarnya, suara manusia dihasilkan dari udara yang ada dalam tubuh Anda. Nah, proses dihasilkannya suara manusia terbagi menjadi tiga tahap utama.

Tahap pertama dimulai saat paru-paru memompa udara keluar menuju pita suara yang terletak di tenggorokan Anda. Tahap kedua yaitu ketika udara melewati pita suara. Karena ada pita suara, udara yang lewat pun jadi bergetar. Proses getaran udara oleh pita suara inilah yang menghasilkan bunyi.

Akan tetapi, bunyi ini tidak akan menjadi suara bila tidak melalui tahap yang terakhir, yaitu artikulasi. Artikulasi terjadi ketika bunyi diubah menjadi suara yang jelas melalui gerakan mulut, lidah, atau pipi bagian dalam.

Seberapa jauh perbedaan suara wanita dan pria?

Menurut para ahli, sebenarnya perbedaan suara wanita dan pria secara matematis tidak jauh berbeda. Namun, karena sejak kecil manusia sudah dibiasakan untuk membedakan mana suara seorang pria dan mana yang suara wanita, Anda pun menjadi sangat sensitif terhadap perbedaan suara wanita dan pria.

Pada kenyataannya, frekuensi suara pria berada pada rentang 65 hingga 260 Hertz. Sementara frekuensi suara wanita tercatat pada rentang 100 sampai 525 Hertz. Ini berarti pria dan wanita dengan frekuensi suara 100 sampai 260 Hertz seharusnya sulit dibedakan kalau hanya didengar dari suaranya saja.

Mengapa suara wanita dan pria berbeda?

Bila suara manusia pada dasarnya berada dalam frekuensi yang selisihnya tidak begitu jauh, lalu apa yang membuat suara wanita dan pria terdengar berbeda? Ini dia jawabannya.

Nada suara

Nada suara manusia atau pitch ditentukan oleh bentuk dan tekanan pada pita suara Anda. Tekanan pita suara sendiri dikendalikan oleh otot-otot laring (pangkal tenggorokan). Nah, semakin besar tekanan pada laring, getaran yang dihasilkan juga semakin cepat. Semakin cepat getarannya, semakin tinggi pula nada suara Anda.

Nah, wanita memang memiliki bentuk dan getaran pita suara yang bisa membuatnya menghasilkan suara dengan nada tinggi. Sedangkan pada pria, getaran yang lebih lambat membuatnya menghasilkan suara dengan nada rendah.

Hormon

Berbagai hormon dalam tubuh Anda berperan penting bagi banyak hal. Salah satunya adalah suara manusia. Pasalnya, sejumlah penelitian membuktikan kalau pria dengan kadar testosteron tinggi memiliki nada suara lebih rendah.

Hal yang sama bisa diamati pada wanita. Keseimbangan hormon akan memengaruhi apakah pita suara dan tenggorokan Anda kering atau cukup lembap. Selain itu, hormon jadi salah satu penentu kekuatan otot-otot laring dan paru-paru untuk memompa udara jadi suara.

Karena keseimbangan hormon dalam tubuh pria dan wanita berbeda, karakter suara yang dihasilkan pun jadi berbeda pula.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit