Kenapa Stres Bisa Bikin Kulit Merah dan Gatal-gatal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mulai dari masalah di tempat kerja, bertengkar dengan teman, atau masalah rumah tangga, semua orang kadang merasa stres. Stres tidak cuma bikin sakit kepala dan tensi darah naik. Beberapa orang juga bisa mengalami kulit gatal dan memerah saat sedang didera stres berat. Anda salah satunya? Kenapa stres bikin gatal?

Kenapa stres bikin gatal?

Saat Anda sedang stres, otak akan bereaksi dengan melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol, serta senyawa kimia lainnya sebagai reaksi tubuh untuk mempertahankan diri dari ancaman. Anda akan merasa denyut jantung meningkat, pernapasan lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah melonjak naik.

Reaksi stres ini pun turut memengaruhi kulit Anda. Ada banyak ujung saraf yang terhubung dengan kulit sehingga jika sistem saraf pusat di otak mendeteksi adanya bahaya karena stres, kulit Anda juga akan ikut bereaksi. Beberapa orang bisa merasa gatal-gatal saat sedang stres karena otak juga memicu produksi keringat berlebih. Jika Anda berada di lingkungan yang panas, lembap, atau sirkulasi udaranya tidak lancar, keringat akan terperangkap di dalam lapisan kulit dan tidak bisa menguap. Hal ini kemudian membuat kulit jadi gatal-gatal khas biang keringat.

Selain itu, stres bikin gatal karena tubuh memproduksi hormon-hormon yang bisa memicu penyakit kulit yang sudah lebih dulu Anda derita dan memperburuknya. Beberapa orang yang memiliki psoriasis, eksim, biduran, rentan kambuh gejalanya saat sedang stres.

Kenali neurodermatitis, kondisi kulit gatal dan memerah yang dipicu oleh stres

Jika Anda memang cenderung mengalami gatal-gatal khususnya saat sedang stres, ini mungkin pertanda neurodermatitis. Neurodermatitis merupakan kondisi kulit gatal-gatal yang dipicu oleh stres, dan bisa muncul pada bagian tubuh manapun. Rasa gatal yang muncul bisa sangat kuat sehingga Anda harus terus menggaruk untuk mengurangi rasa gatalnya.

Selain itu, neurodermatitis sering dikaitkan dengan kondisi kulit lainnya, seperti kulit kering, eksim, atau psoriasis. Perempuan usia 30-50 tahun lebih sering mengalami neurodermatitis dibandingkan laki-laki.

Tanda dan gejala neurodermatitis

  • Rasa gatal hanya di daerah tertentu (lengan, wajah, kepala, bahu, perut, paha bagian belakang, pergelangan tangan, selangkangan, bokong) atau sekujur tubuh terasa gatal
  • Tekstur kulit yang kasar atau bersisik pada daerah kulit yang terasa gatal
  • Permukaan kulit kasar, bergelombang tidak rata, berwarna merah atau lebih gelap dari kulit Anda yang lain

Rasa gatal akibat neurodermatitis dapat timbul-tenggelam. Sebagian orang merasa paling gatal saat sedang bersantai atau selama tidur. Saat Anda sudah bisa mengatasi stres tersebut dan move on, gatal-gatalnya pun hilang. Bahkan saat stres sudah reda sekalipun, beberapa orang bisa mengembangkan kebiasaan menggaruk tanpa sadar meski memang tidak gatal. Ini disebut sebagai gatal psikogenik.

Bagaimana cara mengobati kulit gatal-gatal akibat stres?

  • Tidak menggaruk daerah kulit yang gatal. Semakin Anda garuk, semakin gatal. Jaga kuku jari tetap pendek dan oleskan salep dingin untuk mengurangi rasa gatalnya.
  • Menggunakan pelembab untuk menjaga kulit tidak kering, yang bisa memperparah rasa gatal
  • Krim steroid dapat membantu menenangkan peradangan dan rasa gatal. Pada kasus yang lebih berat, perlu dikonsultasikan pada dokter untuk mendapatkan dosis steroid yang lebih tinggi (hanya bisa dengan resep).

 Kapan harus menemui dokter?

Anda perlu ke dokter jika:

  • Anda mendapati diri Anda menggaruk bagian kulit yang sama berulang kali.
  • Rasa gatal mengganggu Anda tidur atau aktivitas sehari-hari.
  • Kulit Anda menjadi iritasi atau terlihat adanya tanda-tanda infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca