Bukan cuma perselingkuhan yang bisa merusak hubungan. Sumber cekcok dan pertengkaran biasanya secara tidak langsung justru berakar dari kebiasaan sepele atau tindakan yang Anda atau pasangan lakukan tanpa pernah disadari. Apa saja?

Kebiasaan sepele yang merusak hubungan pasangan

Berbagai tindakan dan kebiasaan sepele yang ternyata bisa menghancurkan hubungan secara perlahan, antara lain:

1. Memutar mata

saat masa pdkt

Anda mungkin tidak sadar pernah melakukan hal ini ketika pasangan tengah berbicara, atau justru memergoki pasangan yang melakukannya ketika Anda sedang berbicara.

Meski kesannya sepele, jangan main-main dengan bahasa tubuh. Setiap gerak-gerik yang Anda tunjukkan punya maknanya masing-masing. Menyeret atau memutar mata merupakan cara pasif agresif alam bawah sadar Anda untuk mengekspresikan cibiran, cemoohan, kejengkelan, ketidaksetujuan, hingga bahkan menghina atau merendahkan lawan bicara. Memutar mata juga secara tidak langsung menunjukkan bahwa Anda sudah tidak ingin lagi membuang-buang waktu.

Apabila Anda memang keberatan atau tidak menyetujui apa yang dibicarakan oleh pasangan, sebaiknya jangan biasakan langsung bereaksi. Tarik napas dan pejamkan mata dulu, kemudian hela napas dalam hitungan 10 pelan-pelan sebelum mengutarakan isi hati Anda.

2. Diam tidak merespons

mesra dengan pasangan setelah bertengkar

Banyak pasangan yang memilih saling mendiamkan satu sama lain saat bertengkar. Anda mungkin memilih untuk diam sampai tercipta suasana yang lebih tenang dan kondusif, sekaligus juga untuk memberi waktu bagi masing-masing pihak berpikir jernih.

Ini tidak ada salahnya, tapi bukan berarti Anda lantas jadi mengabaikan dan sama sekali tidak merespons apa pun yang dilakukan atau dikatakan pasangan. Bersikap dingin dan tak acuh juga tidak baik bagi masa depan hubungan Anda berdua.

Saling mendiamkan satu sama lain bisa memutus komunikasi. Padahal komunikasi adalah fondasi penting untuk membangun hubungan apa pun, termasuk percintaan. Bersikap tak acuh pada pasangan akan membuatnya mengambil keputusan sepihak yang belum tentu tepat untuk menyelesaikan masalah.

Jadi jika Anda memang butuh waktu menyendiri, sebaiknya beri tahu pasangan dulu. Kemudian sepakati bersama mengenai waktu yang tepat untuk bertemu kembali dan berdiskusi soal solusi terbaiknya. Begini lebih baik dibanding Anda mengabaikannya sama sekali tanpa kejelasan.

3. Meninggalkan hobi demi pasangan

bertengkar dengan pacar

Setiap orang tentu ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan pasangannya. Ini bisa menguatkan ikatan batin dan kemesraan antara Anda berdua.

Meski begitu, bukan berarti Anda jadi mengorbankan seluruh waktu Anda hanya untuk bersamanya sampai-sampai memilih untuk tidak hangout bersama teman atau sekadar ke salon dan makan malam bersama keluarga.

Lama-lama, tindakan Anda dapat membuatnya “gerah”. Tidak ada satu pun orang yang mau punya pacar clingy dan posesif, yang selalu membatasi segala gerak-gerik kita setiap hari. Di sisi lain, kebiasaan “nempel terus kayak perangko” juga lama-lama merusak hubungan, membuat Anda jenuh sehingga memilih untuk mengakhirinya.

Sebaiknya bicarakan lebih lanjut bersama pasangan untuk menyepakati jadwal kencan dan jadwal untuk “me time” masing-masing agar tidak bentrok. Waktu pribadi adalah adalah hak yang ada dan tentunya harus dihargai.

4. Sikap “sebodo amat” dan bikin kesimpulan sendiri

pasangan kehilangan pekerjaan

Sudah berbulan-bulan atau bahkan tahunan menjalin asmara, Anda mungkin juga sudah sangat paham dengan segala gelagat dan kebiasaan masing-masing sebaik mengenal diri sendiri. Segala topik pembicaraan pun rasanya sudah Anda kupas tuntas bersamanya sehingga tidak tahu apa lagi yang bisa dibuat bahan obrolan.

Bahkan mungkin Anda juga tanpa sadar jadi menoleransinya saat hati sudah kepalang dongkol dan beralasan “Ah sudahlah, memang dia orangnya begitu.”

Ingat, komunikasi adalah kunci asmara yang langgeng. Rasa ingin tahu bisa melatih kelancaran komunikasi antara Anda pasangan. Maka dari itu, janganlah bersikap “bodo amat”. Mulai dari berbasa-basi seperti menanyakan kesibukan si dia seharian tadi, makan siang apa dia tadi, atau tanyakan bagaimana perjalanan pulangnya dari kantor

Anda mungkin sudah hafal benar tentang rutinitasnya, tapi jika Anda merasa tidak perlu atau tidak ingin tahu akan semakin sedikit kesempatan untuk mengobrol. Itu artinya komunikasi akan semakin jarang sehingga bukan mustahil hubungan sjadi emakin renggang.

Ketidakingintahuan ini juga membuat Anda atau pasangan jadi terbiasa mengambil kesimpulan sendiri, yang dapat berujung pada kesalahpahaman dan merusak hubungan pada akhirnya.

5. Tidak mau curhat ke pasangan sendiri

Semakin lama Anda berdua menjalin hubungan, pasti ada banyak unek-unek yang menumpuk di dalam hati. Misalnya, kebiasaan pasangan yang boros membuat Anda kesal. Belum lagi ditambah unek-unek seputar kehidupan masing-masing.

Ingatlah bahwa menjalin hubungan asmara itu selayaknya hubungan kemitraan. Jika ingin hubungan berumur panjang, Anda perlu memberitahukan apa yang Anda rasakan. Ini bisa menjadi bahan bagi Anda dan pasangan untuk introspreksi diri dan saling menutupi kekurangan masing-masing.

Jangan sampai Anda memendam emosi tersebut terlalu lama. Pasalnya, semua emosi yang Anda rasakan tersebut dapat membuat Anda meledak dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca