Anda mungkin salah satu dari sejumlah pria yang merasa khawatir akan ukuran penisnya yang terlalu kecil. Karena itu, banyak yang mencari cara untuk membesarkan penis dengan berbagai cara. Salah satu cara terbaru yaitu dengan suntik stem cell atau sel punca. Namun, apakah terapi ini benar efektif? Simak ulasannya di sini.

Sekilas mengenai stem cell

Stem cell atau sel punca adalah sel kosong dan belum memiliki fungsi apa pun. Sementara sebagian besar sel di dalam tubuh adalah sel yang terdiferensiasi, yang sudah dapat menjalankan fungsinya pada organ tertentu. Misalnya, sel darah merah secara khusus dirancang untuk membawa oksigen melalui darah.

Stem cell adalah sel yang belum melewati proses diferensiasi, dan belum memiliki tanggung jawab apa pun. Proses diferensiasi merupakan proses pembelahan sel yang terus menerus yang mempunyai fungsi tertentu dalam organ tubuh. Sel ini memiliki kemampuan untuk membagi dan membuat jumlah salinan sel yang tidak terbatas. Sel lain di dalam tubuh hanya dapat bereplikasi dalam jumlah terbatas sebelum mulai rusak.

Ketika sebuah stem cell membelah, sel ini dapat menjadi stem cell atau berubah menjadi sel yang berbeda, seperti sel otot atau sel darah merah yang telah terdiferensiasi. Oleh karena inilah, terapi stem cell sekarang sudah mulai banyak digunakan sebagai pengobatan penyakit tertentu.

Suntik sel punca untuk membesarkan penis

Seperti tidak puas dengan khasiat yang diberikan pil atau cara lain untuk membesarkan penis, seorang ahli kebugaran tubuh asal Amerika Serikat (AS) Ben Greenfield melakukan percobaan pada dirinya sendiri. Ben menyuntikkan sel punca pada penisnya dengan tujuan meningkatkan ukuran penis menjadi lebih besar.

Ben Greenfield memperoleh sel punca dengan mengambil sel-sel lemak tubuh dan memisahkan sel puncanya. Sel punca yang telah dipisahkan kemudian disuntikkan ke ujung penisnya. Akan tetapi, memangnya metode ini benar-benar ampuh?

Jawabannya ya, stem cell atau terapi sel punca telah digunakan secara efektif untuk mengobati disfungsi ereksi (impotensi) pada pria. Selain itu, sel punca juga dimanfaatkan dalam operasi plastik.

Stem cell untuk membesarkan penis dilakukan sesuai standar prosedur bedah kosmetik, yaitu dengan mengombinasikan lemak yang dikumpulkan melalui sedot lemak dengan sel punca dari tubuh Anda sendiri.

Hal inilah yang membuat banyak orang mempercayai kegunaan sel punca. Karena menggunakan sel tubuh sendiri (bukan milik orang lain), maka kemungkinan tubuh menolak sel yang baru ditanamkan dalam tubuh akan berkurang.

Maka dari itu, cara ini dianggap minim risiko dan memberikan cara yang lebih alami ketimbang menggunakan cara lain. Meski begitu, efeknya pada pertambahan ukuran penis baik panjang dan lebar belum diteliti sampai sekarang. Masih diperlukan penelitian pasti untuk mengetahui manfaat stem cell dalam membesarkan penis.

Beberapa cara membesarkan penis

Bila terapi sel punca belum diketahui ampuh membesarkan penis, adakah cara-cara lain untuk membesarkan penis laki-laki? Nah, ini dia daftarnya.

  • Pompa vakum dapat memberikan peningkatan ukuran penis dengan memompa darah ke batang penis hingga membengkak dan mengeras layaknya penis yang ereksi. Anda kemudian diharuskan menjepit penis dengan sebuah cincin ketat, seperti turniket, untuk menjaga supaya darah tidak mengalir kembali ke tubuh atas. Keampuhan alat ini hanya saat cincin ketat itu dijepitkan ke penis. Jika cincin tersebut dilepas, penis sangat mungkin kembali seperti semula. Jangan melakukan penjepitan dengan cincin lebih dari 20 menit, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan di penis. Sebenarnya alat ini memang hanya diperuntukkan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Namun belum ada bukti bahwa alat ini bisa memperbesar ukuran penis.
  • Menggantungkan beban pada penis, ukuran penis yang lebih besar dapat dicapai dengan menggunakan beban yang digantungkan dari ujung penis secara berulang dari waktu ke waktu. Mungkin akan sedikit menyakitkan, namun alternatif non-obat ini tercatat merupakan metode tertua dalam upaya membesarkan ukuran penis.
  • Suplemen atau krim topikal dari dokter mungkin bisa membantu Anda menjaga ereksi sehingga penis jadi membesar.
  • Bedah plastik biasanya dilakukan bila ada kelainan, cedera, atau penyakit tertentu pada area penis. Sebenarnya ukuran penis sendiri sudah ditentukan lewat faktor genetik dan pertumbuhan Anda di masa kecil. Maka, biasanya pengobatan yang dilakukan di masa dewasa hanya bisa membantu mempertahankan ereksi, bukannya membuat penis jadi lebih besar.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca