Seks: Menyembuhkan atau Malah Memperparah Sakit Kepala?

Oleh

Anda mungkin tidak menyadari adanya kaitan antara seks dan sakit kepala. Pada kenyataannya, menurut penelitian terbaru, melakukan aktivitas seksual saat sakit kepala atau migrain dapat memberikan efek yang positif. Namun, penelitian juga membuktikan bahwa melakukan hubungan seksual dapat menyebabkan sakit kepala.

Apa kaitan antara seks dan pemulihan sakit kepala?

Seks dapat menjadi obat yang berkhasiat bagi orang yang sering mengalami sakit kepala atau migrain. Hal ini karena selama berhubungan seks, khususnya saat mencapai puncak orgasme, endorfin akan dilepaskan dari otak. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami yang terdapat pada tubuh kita. Endorfin ini dapat membantu untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami oleh tubuh, termasuk sakit yang tak tertahankan, seperti migrain dan sakit kepala. Namun, hal ini hanya akan berpengaruh sementara waktu.

Migrain hilang saat seks

Hal ini dibuktikan dengan studi dari University of Munster di Jerman. Penelitian mereka dipublikasikan dalam jurnal Internasional Headache Society Cephalalgia. Mereka mengatakan bahwa sebagian besar pasien dengan migrain atau sakit kepala berat tidak memiliki hubungan seksual selama sakit kepala menyerang. Namun, data menunjukkan bahwa aktivitas seksual dapat membantu meredakan bahkan menghentikan sakit kepala. Mereka juga menambahkan bahwa seks dapat menggugurkan sakit kepala dan migrain, bahkan bisa juga menjadi obat untuk sakit kepala akut.

Kuisioner diberikan secara acak kepada 800 pasien migrain dan 200 pasien sakit kepala, meminta mereka untuk menuliskan pengalamannya dalam aktivitas seksual selama serangan sakit kepala atau migrain, serta dampaknya pada penyakit tersebut.

Hasilnya adalah, lebih dari sepertiga pasien migrain memiliki pengalaman seksual selama serangan migrain, dan dua pertiga dari mereka melaporkan pemulihan terhadap migrain mereka. Bagi penderita sakit kepala, hampir sepertiganya melakukan aktivitas seksual di mana 37% melaporkan pemulihan dari kondisi mereka. Bahkan, pada beberapa pasien laki-laki, aktivitas seksual digunakan sebagai alat untuk terapi. Namun, 50% dari sisanya megatakan bahwa seks dapat menyebabkan sakit kepala semakin parah.

Sakit kepala saat berhubungan seks

The International Headache Society’s International Classification of Headache Disorders Second Edition (ICHD-II) mengakui bahwa sakit kepala juga dapat disebabkan oleh aktivitas seksual. Ada dua jenis sakit kepala yang disebabkan oleh aktivitas seksual, yaitu sakit kepala pre-orgasmik dan sakit kepala orgasmik. Banyak orang yang menyangka bahwa ini adalah migrain, namun jangan salah, ini adalah sakit kepala. Bukan migrain.

Sakit kepala pre-orgasmik terjadi selama ativitas seksual. Hal ini ditandai oleh rasa nyeri di kepala dan leher, juga mencakup pengetatan otot rahang. Sedangkan, sakit kepala orgasmik lebih parah dibandingkan dengan sakit kepala pre-orgasmik, yaitu ditandai dengan sakit kepala mendadak ketika mengalami orgasme.

Kedua sakit kepala tersebut sering kali terjadi pada pria daripada wanita. Kebanyakan sakit kepala tersebut menyerang dengan durasi yang pendek, namun 15% dari mereka yang mengalaminya pernah merasakan sakit kepala selama lebih dari 4 jam, sehingga diperlukan pengobatan khusus.

Mengapa seks juga dapat menyebabkan sakit kepala?

Sakit kepala yang dipicu oleh aktivitas seksual biasanya dimulai ketika terjadi peningkatan gairah seksual dan secara tiba-tiba menjadi intens ketika mencapai orgasme.

Menurut yang dilansir dalam mayoclinic.org, sakit kepala saat berhubungan seksual yang menyerang secara tiba-tiba biasanya dihubungkan dengan:

  • Adanya pelebaran di dinding arteri dalam kepala Anda.
  • Hubungan abnormal antara arteri dan vena di otak yaitu adanya darah yang masuk ke dalam ruang cairan tulang belakang dan sekitar otak.
  • Pendarahan ke dalam dinding arteri yang menuju ke otak.
  • Memiliki penyakit stoke.
  • Penyakit arteri koroner.
  • Penggunaan beberapa obat, seperti pil KB.
  • Peradangan dari infeksi tertentu.

Namun, kondisi yang telah dijelaskan di atas biasanya berhubungan dengan sakit kepala setelah seks yang juga menyebabkan hilangnya kesadaran, muntah, leher menjadi kaku, gejala neurologis lainnya, dan sakit parah yang berlangsung lebih dari 24 jam.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca