Benarkah Seks Bisa Bikin Luka Cepat Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/04/2019
Bagikan sekarang

Ada berbagai manfaat bercinta yang sudah terbukti secara medis. Dari kesemua manfaat tersebut, seks juga disebut-sebut bikin luka cepat sembuh. Benarkah?

Benarkah seks bikin luka cepat sembuh?

seks setelah keguguran

Sudah menjadi rahasia umum kalau seks menyimpan segudang manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Mungkin ada rumor yang mengatakan seks bikin luka cepat sembuh. Namun, faktanya tidak demikian.

Supaya berhasil sembuh dengan sempurna, ada banyak faktor yang memengaruhi proses pemulihan luka. Faktor-faktor tersebutlah yang nantinya menentukan seberapa cepat atau lambat luka bisa sembuh seperti sedia kala.

Seks memang dinilai sebagai salah satu faktor yang berpengaruh pada penyembuhan luka, tapi bukan semata karena aktivitasnya. Kecepatan proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh kadar hormon seks. Pada wanita yakni hormon estrogen, sementara pada pria meliputi hormon androgen. Pasalnya, ketika gairah seks sedang meningkat, otomatis produksi hormon seks pada pria dan wanita juga lebih tinggi.

Kedua hormon seks tersebut memiliki efek signifikan pada proses penyembuhan luka, karena mampu mengatur berbagai gen yang terkait dengan regenerasi. Bukan hanya itu saja, hormon seks pada pria dan wanita juga berperan dalam mendukung produksi matriks dan gen yang terkait dengan kondisi luka pada tubuh.

Proses penyembuhan luka tergantung dari jenis kelamin

luka terasa perih

Baik pada pria dan wanita, seks ternyata berpotensi baik untuk bikin luka cepat sembuh. Hanya saja, tingkat kecepatan proses penyembuhannya ternyata tidak sama pada masing-masing jenis kelamin.

Dibandingkan pria, luka yang dialami wanita cenderung sembuh dalam waktu yang lebih lambat. Penelitian yang dipublikasikan dalam FASEB Journal ini, membeberkan bahwa hal tersebut dikarenakan tingginya kadar hormon estrogen pada wanita.

Para peneliti dari University of California di Amerika Serikat ini, melakukan percobaan pada hewan coba dengan membaginya berdasarkan dua kelompok jenis kelamin. Setelah proses penyembuhan luka berhasil dianalisis, ditemukan bahwa hormon estrogen bekerja lebih lambat dalam memengaruhi perkembangan rangkaian lipid pelindung.

Rangkaian lipid tersebut yang baru-baru ini bertugas sebagai pelindung dalam berbagai penyakit. Termasuk untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan peradangan pada tubuh. Singkatnya, kadar hormon seks estrogen yang tinggi pada wanita ini yang membuat proses penyembuhan luka tidak secepat pada pria.

Berbeda dengan pria, wanita memiliki kadar hormon estrogen yang tinggi dan akan terus bertambah seiring meningkatnya gairah seksnya. Sedangkan pria, cenderung memiliki kadar hormon seks estrogen yang jauh lebih rendah.

Itulah mengapa wanita biasanya lebih sering mengalami penyakit peradangan kronis seperti lupus dan rheumatoid arthritis ketimbang pria, tutur Gerald Weissmann, M.D, selaku pemimpin redaksi di FASEB Journal.

Faktor lain yang bikin luka cepat sembuh, selain seks

cara membalut luka

Selain dari faktor hormon seks dan aktivitas seks itu sendiri, beberapa hal yang bisa bikin luka cepat sembuh yakni:

  • Hindari merokok.
  • Perbanyak asupan vitamin C, vitamin A, seng, dan tembaga dalam makanan harian yang akan membantu mempercepat proses penyembuhan. Misalnya dari sayur dan buah-buahan.
  • Jaga luka tetap dalam keadaan tertutup.
  • Kelola dengan baik kondisi kesehatan tertentu yang Anda miliki, misalnya diabetes.
  • Usahakan untuk melakukan olahraga teratur. Cara ini dapat membantu meningkatkan aliran darah, dan mempercepat penyembuhan luka.

Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikan dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda. Dokter dapat memberikan saran mengenai jenis olahraga terbaik yang bisa Anda lakukan, serta anjuran obat yang perlu digunakan untuk mempercepat penyembuhan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 28/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020