5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Anda Memutuskan Pacaran

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/09/2018
Bagikan sekarang

Berpacaran adalah langkah awal yang biasanya dilakukan banyak pasangan sebelum memasuki jenjang hubungan yang lebih serius. Saat pacaran, Anda dan pasangan akan berusaha untuk saling mengenal karakter masing-masing. Namun, sebelum mulai komitmen berpacaran dengan orang yang baru, ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri Anda sendiri. Berikut ulasannya.

Hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum berpacaran

Berikut beberapa hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum mulai komitmen berpacaran dengan orang baru, di antaranya:

1. Apakah dia sesuai dengan kriteria saya?

usia ideal untuk mulai pacaran

Setiap orang pasti memiliki kriteria tertentu dalam mencari pasangan. Dari mulai kriteria fisik, cara pandang, agama, dan nilai-nilai lainnya.

Nah sebelum memulai komitmen berpacaran dengan orang baru ada baiknya untuk menanyakan hal ini pada diri Anda. Masa pendekatan yang telah Anda jalani tentu cukup untuk melihat sekilas cara pandang dan nilai-nilai yang dianutnya.

Tanyakan pada diri, apakah ia memang orang yang Anda cari selama ini? Pasalnya, menurut Terri Orbuch, penulis buku Finding Love Again: 6 Simple Steps to a New and Happy Relationship, kesamaan nilai-nilai kehidupan dan cara pandang bisa menjadi bekal yang cukup agar Anda bisa memiliki hubungan jangka panjang dan serius dengan si dia.

2. Bagaimana perasaan saya ketika bersamanya?

hubungan pacaran sehat

Sebelum melanjutkan untuk mulai berpacaran, coba tanyakan pada diri Anda apa yang dirasakan setiap kali Anda bersamanya? Apakah Anda merasa nyaman saat mengobrol dengannya? Apakah Anda nyaman menjadi diri Anda sendiri di hadapannya?

Menyadari perasaan yang Anda miliki saat bersamanya menjadi hal penting yang perlu Anda cari tahu. Pasalnya, hubungan yang sehat adalah hubungan yang mampu memberi kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Dengan begitu, Anda dan pasangan bisa saling mendukung untuk menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

3. Apakah saya bisa menerima kelebihan dan kekurangannya?

jenuh dengan hubungan

Jika Anda dan calon pasangan sudah menjalani masa pendekatan sebelum berpacaran maka biasanya Anda mulai bisa melihat berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal ini ditunjukkan lewat perilakunya sehari-hari baik terhadap Anda, orang lain, teman maupun keluarganya.

Kelebihan yang dimiliki pasangan hampir tidak pernah dipermasalahkan. Namun, yang perlu Anda perhatikan ialah kekurangan yang ada pada dirinya. Apakah ia mudah marah, terlalu baik, terlalu cerewet, dan lain sebagainya.

Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda bisa berhubungan dengan orang seperti itu? Jika iya, maka Anda bisa melanjutkannya ke hubungan pacaran yang lebih serius.

Akan tetapi jika ternyata tidak dan Anda masih ragu-ragu, ada baiknya untuk tidak terlalu terburu-buru untuk segera meresmikan hubungan pacaran Anda berdua.

4. Apakah saya sudah benar-benar move on dari mantan?

cinta bertepuk sebelah tangan

Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan paling penting yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum memulai hubungan dengan orang baru. Apakah Anda sudah benar-benar move on dari mantan kekasih sebelumnya?

Pasalnya, jangan sampai Anda memutuskan untuk berpacaran kembali hanya karena untuk melampiaskan kekecewaan, pamer pada mantan, atau bahkan untuk menghilangkan kesedihan akibat putus.

Jangan sampai Anda membawa bayang-bayang mantan pada pasangan Anda kelak. Misalnya, Anda sering membandingkan pasangan dengan mantan kekasih atau parahnya membicarakan keburukan mantan pada pasangan Anda.

Jika Anda melakukan hal itu, tandanya Anda belum siap untuk memasuki hubungan yang baru. Ingat, jangan korbankan calon pasangan Anda kelak hanya karena ingin memenuhi keegoisan Anda semata.

5. Apakah saya benar-benar siap berhubungan dengannya?

hubungan asmara

Hal terakhir yang perlu ditanyakan pada diri sendiri ialah apakah anda benar-benar siap berhubungan dengan calon pasangan Anda ini? Jika siap, tandanya Anda sudah siap untuk menjadikan dia sebagai bagian dari orang yang akan mengetahui segala rahasia, keburukan, dan hal-hal lain yang mungkin tidak bisa Anda bagi dengan orang lain.

Selain itu, Anda juga berarti sudah harus siap untuk menerima segala hal baik maupun buruk yang ada pada pasangan Anda kelak. Anda juga perlu siap untuk berbagai kesedihan dan kebahagiaan yang akan mewarnai perjalanan cinta Anda.

Ingat, mulailah hubungan hanya jika Anda siap, bukan karena ingin. Karena ingin saja tidak cukup untuk menjamin kebahagiaan Anda dan pasangan kelak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Orang Luar, Ternyata Anda Juga Bisa Merusak Hubungan Asmara Sendiri

Salah satu faktor berakhirnya sebuah hubungan ternyata bisa dari diri sendiri. Ini dia beberapa tanda yang menunjukkan Anda merusak hubungan sendiri

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

5 Tanda Anda Sedang Terjebak Dalam Hubungan Tanpa Status

Hubungan tanpa status mungkin manis di awal tetapi akhirnya tak menjamin apa pun. Untuk itu, yuk kenali ciri-ciri hubungan tanpa status berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

4 Tanda Penting yang Menunjukkan Pasangan Anda Bisa Dipercaya

Menaruh kepercayaan pada pasangan jadi hal krusial dalam sebuah hubungan. Untuk tahu apakah pasangan bisa dipercaya atau tidak, kenali lewat tanda berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Bertengkar Terus Selama Pacaran, Apakah Bisa Sampai Bikin Depresi?

Konflik asmara berkepanjangan dapat memicu masalah mental seperti depresi. Lantas, apakah ini berarti pacaran bisa menyebabkan depresi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pasangan bicarakan mantan

Saat Pasangan Sering Bahas Mantan, Kita Harus Bagaimana?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/02/2020
cara membuat komitmen dengan pasangan

Takut Berkomitmen Bikin Hubungan Kandas? Hadapi dengan 4 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/01/2020
berubah demi pasangan

Kenapa Banyak Orang Rela Berubah Demi Pasangannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019