Siapa Sih yang Lebih Romantis, Pria Ataukah Wanita? Ini Kata Penelitian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/06/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Umumnya, wanita lebih sering digambarkan sebagai sosok yang romantis dan penuh cinta. Sebaliknya, pria lebih sering dinilai sebagai makhluk yang tidak peka dan jauh dari kata romantis. Oleh sebab itu, tak sedikit wanita mendambakan pria romantis sebagai pasangan hidupnya. Akan tetapi, tahukah Anda jika pria ternyata lebih romantis daripada wanita? Ya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap pria terhadap cinta sebenarnya lebih romantis dibanding wanita, lho. Mengapa bisa begitu? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Berdasarkan penelitian, pria dinilai lebih romantis ketimbang wanita

Romatisme, menurut seorang psikolog sosial adalah pandangan dalam sebuah hubungan yang menyatakan bahwa cinta harus menjadi kriteria paling penting dalam memilih pasangan. Orang-orang romantis percaya bahwa cinta mereka akan sempurna dan setiap orang pasti memiliki satu belahan jiwa dalam hidupnya.

Dr Terri Orbuch, seorang profesor ahli hubungan sekaligus penulis buku 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Greet telah melakukan penelitian jangka panjang dengan mempelajari lebih dari 373 pasangan yang sudah menikah selama 24 tahun.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa umumnya pria lebih romantis daripada wanita. Dalam penelitiannya, Terri mematahkan anggapan bahwa pria selalu lebih cuek, tidak peka, atau jauh dari kata romantis dibanding wanita.

Lantas, mengapa pria bisa lebih romantis dibanding wanita?

hubungan asmara

Pada dasarnya anggapan pria lebih romantis dibanding wanita bukanlah hal yang mengherankan. Pasalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pria lebih cenderung menjadi orang pertama yang mengatakan “Aku mencintaimu” dalam sebuah hubungan, dan mereka umumnya merasa lebih bahagia ketika mendengar kalimat tersebut untuk pertama kalinya.

Penelitian lain tentang pengaruh perbedaan jenis kelamin pada sikap romantis seseorang juga menemukan bahwa pria lebih mungkin mengalami cinta pada pandangan pertama, sehingga mereka umumnya jatuh cinta duluan dibandingkan wanita.

Berbagai hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Menurut teori psikologi evolusioner seperti yang dikutip dari laman Psychology Today, wanita memang umumnya cenderung pemilih dalam urusan mencari jodoh. Maksudnya, kebanyakan wanita menganggap bahwa cinta harus tumbuh secara perlahan dan harus disikapi dengan hati-hati sebelum akhirnya “melompat” ke sebuah hubungan.

Buktinya, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan wanita sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan ke jenjang yang lebih serius, misalnya pernikahan.

Ketika memilih pasangan hidup, kebanyakan wanita sangat memperhatikan latar belakang pasangannya, karena setidaknya hal tersebut membuat mereka merasa masa depannya bisa lebih terjamin. Sebaliknya, pria justru lebih sederhana untuk memilih pasangan, yaitu selama ada rasa cinta maka mereka pun tak ragu untuk mengajak pasangannya ke hubungan yang lebih serius.

Namun, tidak semua pria romantis

Meski berbagai penelitian menyatakan bahwa pria lebih romantis daripada wanita, namun bukan berarti semua pria romantis. Pasalnya, beberapa pria mungkin tidak romantis atau lebih tepatnya tidak bisa menunjukkan sisi romantisnya.

Pada dasarnya pria yang tidak romantis biasanya karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitarnya. Ya, dibandingkan wanita, pria umumnya jarang mendapatkan pujian dari lingkungannya. Selain itu, beberapa pria juga mungkin enggan atau tidak terbiasa untuk berbicara mengenai perasaan hatinya yang terdalam dengan orang lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Menjadi yang kedua atau diduakan mungkin jadi hal yang tak pernah Anda inginkan. Namun, nyatanya tidak dengan hubungan poliamori. Apa itu poliamori?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Disebut Pelampiasan, Apakah Hubungan Rebound Bisa Bertahan Lama?

Hubungan rebound adalah hubungan yang Anda jalani tepat setelah putus dari mantan. Nah, apakah hubungan rebound yang Anda jalani bisa bertahan lama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kencan Online Selama Pandemi Begitu Diminati

Siapa sangka kini pertemuan tatap muka dikalahkan oleh fenomena kencan online selama pandemi COVID-19 berlangsung? Apa yang membuat hal ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 06/05/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Alasan Seseorang Memiliki Ketertarikan Fisik pada Orang Lain

Banyak tips untuk meningkatkan ketertarikan pasangan pada penampilan fisik. Namun, apa sebetulnya yang membuat seseorang tertarik pada pasangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Seks & Asmara 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit
hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
alasan orang menggoda

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit