Ada Lendir Pada Kencing, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pernah menemukan lendir saat kencing? Tubuh kita memang memproduksi lendir secara alami untuk pertahana tubuh, namun kalau ada banyak lendir yang keluar bersama air kencing, ini bisa menjadi pertanda dari gangguan dalam tubuh yang mungkin Anda tidak sadari sebelumnya.

Urin biasanya berwarna transparan. Adanya jejak lendir dalam urin dapat memberikan penampilannya yang keruh berawan dan dapat menunjukkan adanya masalah dari sistem ekskresi, kekebalan tubuh, atau sistem reproduksi Anda. Keluar lendir saat kencing juga mungkin menunjukkan suatu penyakit yang mendasarinya.

Berbagai penyebab keluar lendir saat kencing

Beberapa kemungkinan penyebab adanya lendir dalam urin Anda tercantum di bawah ini:

1. Cairan vagina (keputihan)

Sebagian lendir dalam urin berasal dari lapisan uretra dan kandung kemih. Setelah Anda buang air kecil, sedikit jumlah lendir ikut mengalir dengan urin meskipun biasanya tidak terlihat karena kekuatan bias urine dan lendir hampir sama. Urin berasal dari ginjal di mana protein yang terkandung dalam lendir yang dihasilkan. Urin membawa protein seiring mengalirnya keluar dari ginjal. Selama ovulasi dan menstruasi, jumlah cairan vagina meningkat seperti halnya lendir di leher rahim, beberapa di antaranya mengalir keluar dengan urin.

Keputihan normal biasanya berupa pasta/gel lengket berwarna transparan atau putih susu terang (mungkin berubah kekuningan saat kering) dan bisa mengeluarkan aroma amis ringan atau bahkan tidak sama sekali. Volume yang keluar bersama urin bisa sangat sedikit hingga cukup banyak, terutama saat Anda berovulasi atau terangsang. Waspadai segala perubahan warna, aroma dan tekstur cairan vagina yang jauh berbeda dari apa yang Anda biasa lihat, serta gejala lain yang mengikutinya seperti nyeri panggul, atau keputihan yang diikuti rasa gatal, bengkak, panas, atau ketidaknyamanan pada area sekitar vagina.

Apa para pria juga dapat sesekali menemukan lendir saat kencing berwarna bening atau putih susu yang terbawa dari penis dan uretra (bukan air mani). Ini juga normal.

2. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing adalah infeksi umum yang disebabkan oleh bakteri. Saluran kemih terdiri dari berbagai macam organ, mulai dari ginjal, uretra dan ureter, serta kandung kemih. Infeksi saluran kencing oleh bakteri atau patogen lain terjadi ketika organisme asing ini menyusup ke dalam sistem pembuangan urin atau melalui aliran darah. Bakteri dapat measuk melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih, menyebabkan peradangan hingga kemudian meluas ke area lain di mana bakteri akan semakin berlipat ganda.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan keluarnya lendir saat kencing. Selain lendir dalam urin, ISK dapat menyebabkan gejala yang bervariasi seperti nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil, peningkatan dorongan untuk buang air kecil, rasa sakit di bagian bawah perut (pusar ke bawah), urin yang menetes saat keluar, dan nyeri punggung bawah. ISK sering terjadi pada ibu hamil karena adanya tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan sedikitnya penyimpanan urin. Ibu hamil dapat memiliki lendir saat kencing karena sistem sekresi lendir yang sangat aktif akibat hormon selama kehamilan.

3. Penyakit kelamin

Penyakit menular seksual, terutama klamidia dan gonore, dapat menyebabkan adanya benang lendir dalam urin. Klamidia membuat warna lendir yang putih keruh sementara gonore membuat cairan lendir kekuningan gelap. Gejala tambahan mencakup urin yang berwarna keruh atau berawan yang berwarna kekuningan tidak normal.

4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome adalah gangguan pencernaan dengan penyebab yang tidak diketahui, di mana usus Anda tidak dalam kinerja normalnya selama 6 bulan atau lebih. Penyakit ini juga dapat ditandai dengan adanya lendir dalam urin. Lendir saat buang air kecil bisa berasal dari produksi lendir yang berlebihan, yang juga hadir dalam tinja terutama jika seseorang buang air besar dan buang air kecil pada saat yang bersamaan.

5. Batu ginjal

Seseorang yang memiliki batu ginjal paling mungkin mengalami produksi urin berwarna gelap dan berbau sangat busuk yang disertai dengan keluarnya lendir saat kencing. Oleh karena itu, dokter juga akan memeriksa keberadaan batu ginjal atau penyumbatan sistem kemih lain ketika lendir terdeteksi dalam urin. Gangguan hambatan sistem kemih dan batu ginjal juga dapat menyebabkan gejala lain seperti nyeri di panggul dan perut hingga kram ekstrem. Pilihan pengobatan terakhir untuk batu ginjal adalah bedah pengangkatan batu.

6. Radang usus besar (ulcerative colitis)

Pasien radang usus besar mengalami kerusakan selaput lendir yang menyebabkan tubuh melipatgandakan produksi lendir oleh selaput lendir usus. Tanda dan gejala penyakit ini cukup spesifik dan termasuk pembengkakan pada selaput usus serta keberadaan ulkus di usus. Borok menyebabkan pasien untuk memiliki diare berdarah. Gejala lain termasuk rasa sakit di bagian perut bawah dan urgensi feses (kebutuhan tak tertahankan dan mendadak untuk BAB).

Lendir dalam urin adalah hasil dari urin yang bercampur dengan lendir berlebih dari borok anus. Borok juga melepaskan lendir yang kemudian berpindah ke sistem kemih. Lendir ini akhirnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin.

7. Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih adalah jenis kanker langka yang terjadi akibat pertumbuhan sel tumor ganas atau abnormal di kandung kemih. Kanker kandung kemih menunjukkan adanya lendir dalam urin. Gejala lain dari kanker kandung kemih termasuk darah dalam urin (hematuria), nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul.

Individu yang mengalami lendir saat kencing harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang efektif.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Hasrat ingin buang air kecil di tengah malam memang sangat mengganggu tidur Anda. Tenang, atasi kebiasaan sering kencing di malam hari dengan cara berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Hitung berapa kali Anda buang air kecil setiap hari! Sebab kondisi kesehatan atau penyakit tertentu menentukan seberapa sering buang air kecil dalam sehari.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Perbedaan Anyang-anyangan pada Pria dan Wanita

Anyang-anyangan menyerang pria dan wanita dengan cara yang sama, tapi ada sedikit perbedaan pada keduanya. Apa saja perbedaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Interstitial Cystitis (Sistitis)

Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih, dan terkadang rasa sakit pada panggul.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 8 menit
batu kandung kemih

Batu Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
overactive bladder adalah ingin buang air kecil terus

Kandung Kemih Overaktif (Overactive Bladder)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit

Inkontinensia Urin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit