Apa Pengaruh Penyakit Kronis Pada Kehidupan Seks Seseorang?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Gairah dan dorongan untuk berhubungan seks dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Namun, salah satu faktor terbesarnya adalah penyakit kronis. Apabila dalam rumah tangga ada salah satu pihak yang mengidap penyakit kronis, dampaknya tidak hanya dapat dirasakan oleh diri sendiri tapi juga pasangannya. Memang, bagaimana penyakit kronis mengubah kehidupan seks suami-istri?

Dampak penyakit kronis pada hubungan seks suami istri

Penyakit kronis yang dialami seseorang tidak terbatas hanya mengganggu kesehatan fisik dan kehidupan pribadinya. Penyakit yang ia alami juga dapat menghambat kemesraannya dengan pasangan di atas ranjang.

Penyakit kronis memang dapat membuat kebugaran fisik pengidapnya jadi menurun drastis, sehingga kemampuannya untuk beraktivitas normal mungkin tidak sebaik waktu sehat dulu. Termasuk juga urusan seks.

Ambil contoh penyakit diabetes yang secara tidak langsung memotong aliran darah segar ke organ intim sehingga membuat pria diabetesi rentan terkena impotensi, sementara wanitanya rentan memiliki vagina kering dan berjamur. Penyakit kronis juga rata-rata mengacaukan kerja produksi hormon tubuh, yang membuat otak tidak mampu merespon dan mengeluarkan reaksi cepat terhadap rangsangan seksual.

Namun, salah satu penyebab terbesar yang melatarbelakangi juga dari sisi emosionalnya. Gejolak emosi yang dirasakan selama merasakan sakit, selama menjalani pengobatan, sampai bayangan akan sejauh apa masa depannya dapat menggerogoti pikiran sedikit demi sedikit hingga akhirnya berbuah menjadi stres berat dalam jangka panjang. 

Penyakit kronis dapat menjadi pemicu perceraian

Tidak dapat dipungkiri. Stres yang berkepanjangan akibat penyakit kronis dapat memengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dengan orang lain, juga pada pasangan sendiri di rumah. Dampak psikologis yang dialami oleh pengidap penyakit kronis dapat membuatnya tidak lagi merasa percaya diri, hingga bahkan justru menghindar dari orang lain, termasuk menghindari inisiatif berhubungan intim.

Lambat laun, keengganan untuk berhubungan seks pun tanpa disadari dapat meregangkan keharmonisan rumah tangga. Dampak sakit kronis yang dapat memengaruhi hubungan sedikit banyak dibuktikan oleh penelitian dari Journal Social Health and Behaviour tahun 2015.

Menurut penelitian ini, penyakit kronis menjadi salah satu faktor pemicu perceraian dari pasangan yang sudah menikah cukup lama (dari tahun 1992 sampai 2010). Meski demikian, penelitian ini tidak memaparkan alasan pastinya mengapa pasangan-pasangan tersebut bercerai.

Dikutip dari Everyday Health, ketiga hal ini dapat mendasari perpisahan suami istri yang dipicu oleh masalah penyakit kronis:

  1. Penyakit kronis dapat menurunkan gairah seks, juga membuat hubungan seks itu sendiri terasa menyakitkan. Namun ini juga tergantung pada di mana rasa sakit itu berasal dan seberapa besar sakit yang dirasakan. 
  2. Pihak yang tidak mengalami penyakit kronis mungkin merasakan beban fisik dan psikologis tambahan saat perannya dalam rumah tangga “terpaksa” ditukar. Misalnya jadi pencari nafkah dan juga mengasuh anak secara bersamaan. 
  3. Biaya perawatan dan pengobatan sakit kronis yang tidak sedikit akan memengaruhi hubungan suami istri dan dapat menambah stres pada keduanya. 

Penting untuk terus komunikasi dengan pasangan

Berurusan dengan rasa sakit kronis bisa membuat seseorang frustasi, depresi, dan memperparah penyakit yang dialaminya.

Untuk menghindari semua hal itu, Anda wajib memberitahu pasangan  mengenai jenis dan keparahan penyakit, kemungkinan dampaknya pada stamina dan aktivitas seks Anda, dan yang paling penting bagaimana perasaan Anda setelah pertama kali divonis sakit.

Apabila Anda hanya menyimpan uneg-uneg sendirian, ini hanya akan membuat Anda semakin tertekan, dan orang lain pun jadi ikut serba salah.

Sakit kronis memang akan sedikit menghambat hubungan seks Anda dengan pasangan. Namun ini bisa diatasi dengan komunikasi dan diskusi yang jelas. Apabila penyakit Anda harus benar-benar menghindari hubungan intim, coba tawarkan pada pasangan aktivitas seks yang lain atau berkonsultasi ke terapis seks yang benar-benar ahli menangani masalah seksual yang dipengaruhi oleh penyakit kronis.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 25, 2019 | Terakhir Diedit: September 4, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca