5 Strategi Cerdas Ketika Pasangan Tidak Mau Bantu Beres-Beres Rumah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/06/2018
Bagikan sekarang

Saat menikah, Anda dan pasangan punya tugas baru yaitu mengurus dan beres-beres rumah. Maka, pembagian tanggung jawab perlu dilakukan agar Anda dan pasangan tidak kewalahan. Namun, pembagian pekerjaan rumah tangga ini sering kali tidak berjalan mulus sesuai harapan. Meskipun sudah berbagi tugas beres-beres rumah, terkadang salah satu pasangan tidak mengerjakannya dengan berbagai alasan.

Jika kejadian berlangsung hanya satu atau dua kali saja, mungkin Anda masih maklum. Namun, jika hal ini terjadi terus-terusan tanpa kesadaran pasangan untuk menyadari kekeliruannya, Anda tentu jadi kesal. Rasa kesal yang dipendam lama-lama bisa meruntuhkan keinginan Anda untuk bersikap baik dan mesra terhadap pasangan.

Oleh karena itu, jika Anda yang mengalami hal ini maka segera selesaikan dan jangan ditunda-tunda. Pasalnya, ketimpangan ini masih bisa diperbaiki dengan cara-cara sebagai berikut:

1. Cari tahu akar masalahnya

membersihkan ruangan

Pertama, coba Anda lihat kembali apakah pembagian pekerjaan ini disepakati oleh kedua belah pihak atau justru Anda yang membaginya dan pasangan setuju-setuju saja. Jika iya, mungkin beberapa pekerjaan yang Anda berikan untuk pasangan tidak ia sukai atau terlalu berat sehingga dia jadi malas.

Bisa juga pasangan merasa Anda terlalu sering nyinyir terhadap hasil pekerjaannya sehingga lama-lama dia malas untuk membantu beres-beres rumah. Dengan mencari tahu apa akar masalahnya, Anda bisa menentukan jalan keluarnya.

2. Ajak pasangan bicara

Setelah Anda melihat akar masalahnya, cobalah untuk mengajak pasangan bicara. Ingat, Anda membicarakan hal ini untuk menyelesaikannya, bukan untuk membuat masalah baru. Maka, jangan memojokkan pasangan. Caranya yaitu bicara baik-baik dengan nada dan bahasa yang halus.

Utarakan apa yang Anda rasakan dan amati selama ini. Setelah itu, biarkan pasangan merespon perasaan Anda. Anda bisa melihat reaksi pasangan apakah sebenarnya ia menyadari kesalahannya atau tidak. Kemudian mintalah penjelasan dan pendapat pasangan akan hal ini.

4. Cari solusi bersama

siapa lebih jorok

Jika Anda berdua sudah paham titik masalahnya, maka diskusikan solusi terbaiknya dan usahakan untuk mencapai kesepakatan berdua. Berbagi pekerjaan rumah tangga memang gampang-gampang sulit, tetapi yang terpenting Anda berdua sepakat.

Jika pembagian yang sebelumnya dirasa tidak adil, Anda bisa menyesuaikannya lagi untuk mencapai persetujuan berdua. Mintalah masukkan pada pasangan kira-kira pembagian seperti apa yang sekiranya adil. Anda juga bisa membuat pembagian ini jadi lebih fleksibel, misalnya dengan bergantian setiap minggunya agar tidak bosan.

5. Saling mengapresiasi

pekerjaan rumah tangga

Jika pembagian pekerjaan telah dimulai kembali, jangan sungkan untuk saling memberikan apresiasi terhadap pasangan. Daripada mengomentari dengan negatif, lebih baik Anda memberikan apresiasi dan pujian terhadap apa yang telah dilakukan oleh pasangan.

Sekedar mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang telah dilakukan pasangan bisa menjadi sebuah penghargaan besar yang mungkin tidak Anda sadari. Mungkin Anda berpikir, kenapa juga harus berterima kasih pada tanggung jawab yang memang sudah seharusnya dilakukan?

Eits, jangan salah, mengapreasiasi pasangan dengan mengucapkan terima kasih bisa mendorongnya untuk melakukan pekerjaannya lebih baik lagi. Selain itu, pasangan juga akan merasa dihargai dan melakukan hal yang sama pada Anda. Menyenangkan bukan?

Setelah semuanya terpecahkan dan berjalan dengan baik, Anda dan pasangan hanya perlu melakukan satu tahapan lagi yaitu konsisten. Konsisten melakukan tanggung jawab yang telah diberikan pada masing-masing akan menghindarkan masalah lama kembali terulang.

Jangan jadikan pekerjaan beres-beres rumah sebagai beban. Ingat, Anda tidak sendirian dan selalu ada pasangan yang siap membantu karena pekerjaan rumah tangga pada dasarnya adalah pekerjaan bersama. Anda dan pasangan adalah tim yang perlu saling membantu dan mendukung. Beres-beres rumah dengan pasangan bisa menjadi hal yang menyenangkan jika Anda dan pasangan bisa saling membantu sehingga keintiman pun dapat terjalin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Mengatasi Trauma Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai

Setelah bercerai, pasti banyak orang yang mengalami trauma dan takut memiulai hubungan baru. Bagaimana cara mengatasi trauma setelah bercerai?

Ditulis oleh: Novita Joseph

5 Tanda-Tanda Anda Tidak Cinta Lagi Dengan Pasangan

Sudah lama menjalin hubungan dengan dia dan kini merasakan tanda sudah tidak cinta lagi? Simak apa saja tanda cinta Anda ke dia mulai pudar.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Benarkah melakukan hubungan suami-istri setelah bertengkar itu termasuk seks terbaik? Lalu apakah masalahnya terselesaikan? Temukan jawabannya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
orang tepat waktu salah

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
tanda-tanda selingkuh

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17/02/2020