4 Cara Menyiasati Jadwal Tidur Anda yang Berbeda Dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Agar hubungan tetap hangat dan tidak terasa hambar, Anda perlu meluangkan waktu bersama. Tidak hanya dengan berlibur, tidur di malam bisa jadi salah satu peluang mudah untuk saling mendekatkan diri. Sayangnya, tidak semua pasangan memiliki kebiasaan tidur yang sama. Lantas, bagaimana menghadapi kebiasaan tidur pasangan yang beda dari Anda? Yuk, lihat tipsnya berikut ini.

Tips menghadapi pasangan yang beda kebiasaan tidur

Waktu tidur bisa menjadi momen yang pas untuk menunjukkan cinta kasih satu sama lain. Tidak selalu dengan bermain liar di atas ranjang, berbagai kontak fisik, seperti memeluk, mencium kening, membuka obrolan ringan sebelum ucapan selamat malam, atau hanya terdiam saling menatap satu sama lain juga bisa dilakukan.

Namun, “aktivitas intim” ini bisa saja terhambat karena perbedaan kebiasaan tidur Anda dan pasangan. Misalnya, pasangan Anda yang harus pulang kerja lebih malam sehingga jam tidurnya jauh lebih larut dari Anda. Saat ia pulang ke rumah, mungkin Anda sudah terlelap sehingga memungkinkan untuk berinteraksi.

Hal seperti ini memang umum terjadi, namun Anda tidak perlu khawatir. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan agar tetap dekat dan nyaman meski beda kebiasaan tidur dengan pasangan, di antaranya:

1. Saling memahami jika kebiasaan tidur satu sama lain berbeda

Berbicara dengan pasangan tentang ketemuan sama mantan

Setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda, termasuk kebiasaan tidur. Tenang, perbedaan ini bisa Anda hadapi dengan senjata ampuh yakni saling membuka diri dan memahami satu sama lain.

Jangan menanggapi perbedaan ini dengan keluhan yang menyudutkan salah satu pihak, “Ah kamu pulangnya malam terus, aku capek nunggunya jadi aku tidur duluan.” Mengutarakan hal ini pada pasangan bisa membuatnya tidak enak hati dan merasa bersalah.

Ketimbang melakukan hal tersebut, lebih baik Anda buka obrolan dengan lebih santai dan dengarkan alasannya, “Aku perhatiin belakangan ini kamu tidur malam terus, kenapa?”

Menanggapi obrolan Anda yang seperti ini, tentu membuat pasangan lebih nyaman untuk membicarakan sekaligus mencari solusi bersama untuk menghadapi kebiasaan tidur yang beda.

2. Sebisa mungkin tidur atau bangun di jam yang sama

bisa bikin hamil

Perbedaan waktu tidur memang umum dihadapi banyak pasangan. Mungkin Anda yang tidur lebih dan bangun lebih awal atau sebaliknya. Namun, hal ini tidak sepenuhnya mengganggu keintiman Anda dan pasangan di rumah.

Kebiasaan tidur yang beda dengan pasangan ini bisa dihadapi dengan membuat kesepakatan untuk bangun atau tidur di jam yang sama. Bila Anda punya waktu tidur malam yang berbeda, sempatkan untuk menyapa pasangan di pagi hari atau menyiapkan sarapan pagi bersama.

Pada beberapa situasi, Anda bisa menunggu pasangan agar bisa tidur bersama. Namun, ingat jangan memaksakan diri. Jika tubuh Anda sudah lelah dan mengantuk, Anda boleh tidur lebih dulu, tapi jangan lupa untuk mengucapkan selamat malam pada pasangan.

3. Sesekali boleh tidur di kamar yang berbeda

mendengkur saat tidur

Pasangan yang terbiasa tidur mendengkur juga bisa menjadi faktor yang membedakan jadwal tidur Anda berdua. Jika kebiasaannya membuat tidur Anda sangat terganggu, tidak ada salahnya untuk tidur di kamar berbeda agar lebih tenang.

Jelaskan dulu pada pasangan kenapa Anda melakukan hal ini. Akan tetapi, jangan biarkan hal ini berlangsung terus-menerus. Anda berdua harus membicarakan hal ini agar pasangan bisa terlepas dari kebiasaan tidur yang buruk ini.

Mayo Clinic menyebutkan ada berbagai perawatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan mendengkur, seperti mengurangi berat badan, menghindari minum alkohol sebelum tidur, atau memintanya tidur dengan posisi miring.

4. Minta pasangan untuk konsultasi ke dokter

dokter kandungan yang bagus

Beda kebiasaan tidur antara bisa tanda salah satu di antara Anda berdua memiliki gangguan tidur. Ini bisa meliputi berbagai gejala, seperti terus-menerus mendengkur, sering terbangun di malam hari dan sulit untuk kembali tidur, atau tiba-tiba menggerakan kaki saat tidur.

Bila kondisi tersebut mengganggu, segera periksa ke dokter. Ini sangat penting untuk dilakukan karena bisa memberikan dampak buruk bagi kualitas hidup Anda dan pasangan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi kondisi janin. Lalu, apakah ada pengaruh TBC pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Batuk, Health Centers 11/05/2020 . 4 menit baca

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/04/2020 . 6 menit baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . 4 menit baca

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 4 menit baca
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 menit baca