4 Topik Obrolan Seks yang Wajib Dibahas Bersama Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 15/07/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seks sejatinya masih menjadi topik obrolan yang tabu dan kurang pantas dibahas di ruang publik. Namun, tidak demikian jika Anda sudah berpasangan. Seks, sama seperti topik rumah tangga yang lain, juga perlu dibahas bersama-sama. Buka-bukaan membahas seks dengan pasangan justru penting buat menjaga keharmonisan di luar dan di dalam kamar tidur, lho! Penasaran, topik apa saja yang harusnya dibahas ketikan ngobrol tentang seks dengan pasangan? 

Topik yang harus dibahas saat ngobrol tentang seks dengan pasangan

Anda berdua butuh komunikasi yang jelas agar ranjang selalu hangat dan bisa sama-sama saling terpuaskan. Menurut peneliti isu sosial, Joseph Grenny, pasangan yang sering ngobrol tentang seks kira-kira 10 kali lipat merasa bahagia ketimbang yang masih malu-malu kucing. 

Jika Anda masih ragu atau bingung harus mulai ngobrol dari mana, poin-poin berikut mungkin menginspirasi:

1. Batasan saat berhubungan seks

Menurut seksolog Carol Queen Ph. D., diskusikan dulu mengenai batasan yang harus saling dihormati sebelum topik obrolannya meluas ke mana-mana.

Batasan yang dimaksud bisa meliputi irama atau alur hubungan seksnya itu sendiri. Apakah Anda lebih nyaman dengan tempo yang lembut dan pelan-pelan, atau ingin yang lebih liar dengan hentakan heboh. Katakan apa yang Anda mau bergantian dengan pasangan.

Anda juga bisa berdiskusi tentang gaya, posisi, hingga waktu-waktu berhubungan seks yang Anda ingin dan tidak. Apakah Anda ingin mencoba seks oral, tapi pasangan tidak? Apakah pasangan punya dan ingin mencoba fantasi seks tertentu, tapi Anda ragu?

Kemukakan semua hal yang Anda berdua sukai dan tidak. Kemudian kompromi terus sampai pada akhirnya menemukan titik tengah yang sama-sama menguntungkan Anda berdua.

Penting juga untuk selalu menghargai dan menghormati apa yang sudah menjadi keputusan satu sama lain agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian waktu. 

2. Bahas kekurangan masing-masing

Membahas kekurangan diri sendiri yang dimaksud di sini bukan untuk ajang saling buka aib. Justru dengan ngobrol tentang performa seks masing-masing, Anda dan pasangan jadi bisa untuk menemukan solusinya.

Namun menurut Joel D. Block, Ph.D., seorang psikolog senior, banyak pria yang malu atau bahkan enggan mengakui dirinya tidak mampu memuaskan pasangannya. Ini mungkin terkait dengan ego dan label sosial di masyarakat bahwa seorang pria jantan pasti juga harus gagah di ranjang.

Meski begitu, memiliki kekurangan merupakan hal yang manusiawi. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang terlahir langsung jago soal urusan bercinta.

Maka jika Anda merasa kurang bisa tahan lama saat ereksi atau sulit mencapai orgasme, katakanlah sejujurnya pada pasangan.

Berbagai masalah seks yang paling umum sejatinya berakar dari faktor psikologis dan bisa ditangani dengan bicara. Saat sedang tidak ingin bercinta, diskusilah bersama pasangan mengenai apa yang menjadi kekhawatiran masing-masing.

Saat mengetahui akar penyebabnya kemungkinan adalah stres, Anda berdua bisa saling bahu membahu untuk mengatasinya. Misalnya, jika pria terlalu tegang dan panik saat berusaha ereksi wanitanya bisa mulai pelan-pelan untuk merilekskan si pria. Begitu pula jika wanitanya yang merasa kurang pede dan sulit mencapai orgasme.

Lakukanlah hal-hal yang bisa membuatnya lebih santai. Mungkin dengan memijat, mencium, membelai, memeluk, atau memberikan cupang di area paling sensitifnya. 

Buat sesi foreplay jadi lebih lama dengan sentuhan atau belaian yang membuat wanita bisa terangsang penuh dan pria bisa ereksi maksimal.

Bila cara ini belum berhasil, diskusikan dengan pasangan mengenai kemungkinan konsultasi ke seksolog atau terapis. Tetap saling mendukung dan membantu satu sama lain sampai apa pun masalahnya di ranjang berhasil teratasi.

3. Bagaimana mengantisipasi kalau ada yang sedang tidak mood bercinta

Di awal pernikahan, gairah Anda berdua mungkin masih menggebu-gebu sehingga seks pun dianggap sebagai kegiatan favorit. Namun seiring tahun demi tahun, berhubungan seks bisa terasa membosankan. Kehilangan gairah seks sewaktu-waktu memang normal bagi pasangan yang sudah menikah lama.

Jangan menunggu dan membiarkan sampai bara api gairah Anda berdua benar-benar padam. Meski begitu, memaksakan bercinta saat salah satunya sedang tidak mau bukanlah jalan keluar yang baik. Hal ini justru akan merusak keharmonisan rumah tangga Anda ke depannya.

Sembari ngobrol dengan pasangan tentang apa yang membuat jenuh berhubungan seks, seksolog Grenny menyarankan untuk sekaligus membahas apa yang bisa dilakukan ketika salah satu pihak menolak atau sedang tidak mood.

Di waktu ketika hasrat bercinta sedang tidak selaras, Anda mungkin bisa menyiasatinya dengan masturbasi sendiri atau menonton porno. Namun, diskusikan lebih dulu dengan pasangan agar cara Anda malah tidak membuat salah paham, ya!

4. Seberapa sering ingin berhubungan seks

Hal penting lain yang harus dibicarakan ketika ngobrol dengan pasangan adalah tentang frekuensi seks itu sendiri. Seberapa sering Anda mau dan bisa bercinta, begitu pula dengan keinginan pasangan.

Misalnya, Anda mungkin ingin bercinta sebanyak 2-3 kali dalam seminggu dengan hari yang selang-seling. Ceritakan pada pasangan mengapa Anda memilih seperti itu. Mungkin di hari-hari tersebut Anda merasa paling lowong dan tidak disibukkan dengan hal-hal lain, atau pola tersebut selaras dengan masa ovulasi Anda?

Kemudian, Anda bisa menanyakan balik ke pasangan seberapa sering ia ingin berhubungan seks. Jika jawabannya sama, Anda berdua tinggal menyelaraskan di hari-hari apa saja yang paling enak untuk bermesraan.

Namun jika jawabannya berbeda, diskusikan sampai bertemu titik tengahnya agar tidak ada dari Anda berdua yang merasa dirugikan atau tidak terpuaskan.

Cara paling mudahnya mungkin dengan menjadwalkan waktu bercinta yang paling ideal bagi Anda berdua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit