Menjalani Hubungan Beda Agama, Bukan Berarti Tidak Mungkin, Lho!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perbedaan keyakinan sering kali menjadi momok yang tidak bisa dihindari oleh dua orang yang saling mencintai. Bahkan, banyak sekali pasangan yang memutuskan untuk berpisah karena perbedaan ini. Padahal, jika memiliki kemauan yang besar untuk berkomitmen, bukan tidak mungkin Anda dan pasangan bisa menjalani hubungan beda agama.

5 cara menjalani hubungan beda agama supaya langgeng dengan pasangan

Tantangan menjalani hubungan beda agama memang hal yang tidak mudah, tetapi bukan berarti Anda dan pasangan tidak bisa melaluinya. Simak cara menjalani hubungan beda agama yang bisa Anda lakukan berikut ini.

1.  Hadapi perbedaan yang jelas ada di depan mata

dimanfaatkan oleh pasangan

Hubungan beda agama memang perbedaan yang seharusnya sudah diketahui sejak awal berkenalan dengan pasangan. Perbedaan ini ada, nyata, dan harus dihadapi agar Anda berdua dapat menentukan bagaimana baiknya ke depan.

Jika Anda dan pasangan telah menentukan untuk menjalani hubungan beda agama, Anda tentu sudah siap menanggung segala risiko yang mungkin terjadi.

Diskusikan dengan pasangan perbedaan apa saja yang ada pada agama yang dianut, kegiatan apa saja yang harus dipahami sebagai bagian dari kegiatan keagamaan, dan masih banyak lagi. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Anda juga peduli dan menghargai apa yang dipercaya oleh pasangan.

Anda tidak bisa mengabaikan begitu saja informasi tentang agama yang dianut pasangan seolah perbedaan itu bukan hal yang berarti. Pasalnya, dengan menutup mata dan telinga mengenai hal-hal seperti ini, Anda sama saja tidak mau menghargai perbedaan itu sendiri.

2. Pahami perbedaan budaya yang lekat dengan agama masing-masing

cinta buta

Agama adalah prinsip dan pedoman hidup bagi setiap penganutnya. Artinya, setiap aktivitas yang dilakukan seseorang, tentu mengacu kepada ajaran agama yang dianutnya. Berbeda agama, tentu berbeda pula ajarannya.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki agama yang berbeda dengan pasangan, tidak menutup kemungkinan ada banyak perbedaan di dalam bagaimana Anda dan pasangan menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi.

Dalam menjalani hubungan beda agama, Anda dan pasangan harus saling memahami dan memaklumi mengenai hal ini. Apalagi, jika Anda dan pasangan sedang berada di dalam keluarga besar.

Akan sangat menguntungkan bagi Anda berdua jika sudah paham bagaimana pasangan dan keluarga menjalani hari seperti biasa, memaknai suatu hal, dan cara mengekspresikan emosinya.

3. Coba ikut dalam kegiatan keagamaan pasangan

salah paham dengan pasangan

Anda tidak perlu benar-benar mengikuti setiap rangkaian kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pasangan. Cukup dengan ikut mengantar dan menunggunya hingga selesai berkegiatan atau beribadah sudah menunjukkan keseriusan Anda dalam berhubungan.

Misalnya, di hari minggu Anda mengantarkan pasangan Anda pergi ke gereja, atau, jika diperbolehkan, turut serta melihat dari dekat bagaimana pelaksanaan keagamaan yang diikutinya.

Menjalani hubungan beda agama akan semakin susah jika Anda menyepelekan hal-hal kecil seperti ini. Jangan bersikap seolah Anda memahami setiap hal mengenai kepercayaan pasangan Anda dan cobalah untuk ‘penasaran’ mengenai agama pasangan.

Selain menunjukkan keseriusan Anda terhadap pasangan, Anda juga akan belajar banyak mengenai agama yang dipilih oleh pasangan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk memahami dan menghargainya.

4. Dalami agama yang dianut

berdoa religius agama berharap
Sumber: Rehab Center

Anda juga bisa berbagi informasi mengenai agama masing-masing dengan pasangan. Dalam menjalani hubungan beda agama, hal ini dapat membantu Anda dan pasangan lebih memahami satu sama lain.

Namun, sebelum menceritakan dan menjelaskan mengenai agama Anda kepada orang lain, Anda harus terlebih dahulu memahami agama Anda sendiri. Bagaimana Anda memaknai agama itu juga penting, agar Anda bisa menyampaikan kepada pasangan, seberapa penting agama itu bagi Anda.

Misalnya, jika Anda seorang muslim, Anda bisa menjelaskan mengapa di dalam Islam ada kegiatan seperti Aqiqah, ada perayaan hari raya idul fitri dan idul adha, dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan Anda yang beragama kristen, mengapa ada perayaan natal, paskah, dan lain sebagainya.

Dengan memahami agama Anda lebih dalam, Anda akan lebih mudah menyampaikan kepada pasangan informasi mengenai agama yang Anda anut. Begitu juga dengan pasangan Anda.  Dengan mendengarkan penjelasan dari Anda, dan arti agama untuk diri Anda, pasangan Anda akan lebih menghargai agama Anda dan perbedaan yang ada di antara Anda berdua.

5. Lakukan terapi untuk pasangan

cara kompromi dengan pasangan

Jika Anda dan pasangan merasa tidak bisa menghadapi masalah ini hanya berdua, Anda bisa menggunakan jasa psikolog untuk membantu Anda menyelesaikan masalah perbedaan ini.

Tidak ada salahnya menjalani konseling untuk pasangan jika memang Anda berdua merasa kesulitan jika harus menangani masalah ini sendiri. Apalagi jika kondisi ini membuat Anda sering beradu argumen dan bertengkar.

Jika Anda masih ingin mempertahankan hubungan ini, pendapat ahli mungkin dapat membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk kondisi Anda berdua.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca