5 Tips Menghadapi Pasangan Narsis yang Mementingkan Dirinya Sendiri

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Setiap orang memiliki karakteristik yang unik, begitu pun pasangan Anda. Namun, bagaimana jika pasangan Anda memiliki karakter yang narsis? Menghadapi pasangan narsis nyatanya membutuhkan trik tersendiri agar tidak mengurangi kebahagiaan Anda.

Seseorang yang narsis biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah, tidak mau menerima kritik, serta tidak memiliki empati terhadap orang lain. Ketiga karakter ini dapat mengganggu keharmonisan hubungan bila tidak disikapi dengan baik.

Cara menghadapi pasangan yang narsis

pasangan perfeksionis

Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan saat berhadapan dengan pasangan yang narsis:

1. Berpikir secara objektif saat terjadi konflik

Sebagian besar orang yang narsis cenderung tidak ingin mengakui kesalahannya, bahkan melemparkannya kepada orang lain.

Hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hubungan, terutama saat terjadi konflik yang melibatkan Anda dan pasangan.

Jangan biarkan rasa bersalah menguasai diri Anda. Terlebih jika kesalahan yang dituduhkan kepada Anda tidaklah benar. Dengan begitu, Anda dapat berpikir secara objektif dan mengambil keputusan yang tepat saat terjadi konflik.

2. Tentukan batasan dalam hubungan

toxic people

Ketika menghadapi pasangan yang narsis, Anda harus tegas saat menentukan batasan tertentu dalam hubungan.

Misalnya, jelaskan perilaku atau kata-kata apa saja yang tidak Anda sukai yang dapat memicu konflik antara Anda berdua.

Jelaskan pula bahwa terdapat konsekuensi saat pasangan Anda melanggar batasan tersebut. Akan tetapi, sampaikan hal ini dengan cara yang baik agar Anda tidak terkesan menghakimi atau menggurui.

3. Paham kapan hubungan menjadi tidak sehat

Jika Anda tidak menentukan batasan dalam hubungan, kata-kata yang dilontarkannya dapat berubah menjadi bentuk kekerasan verbal. Lambat laun, kekerasan verbal dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.

Anda harus memahami kapan hubungan mulai menjadi tidak sehat. Jangan takut untuk mengungkapkan kepada pasangan Anda jika ia mulai menunjukkan gerak-gerik maupun gestur tubuh yang mengintimidasi.

saat bertengkar dengan pasangan

4. Menjadi kuat tanpa memaksakan kehendak

Pasangan yang narsis dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian atau apa pun yang ia inginkan.

Anda harus cermat dalam menentukan tindakan saat menghadapi pasangan narsis. Jangan terus-menerus menuruti permintaannya.

Namun, jangan pula menutup diri dari hal baik yang dilakukannya. Misalnya, pasangan Anda mungkin tidak meminta maaf setelah bertengkar, tapi ia membelikan Anda hadiah kecil sebagai tanda penyesalan.

Terimalah apa yang ia berikan tanpa harus menuntutnya untuk meminta maaf.

5. Siap mengakhiri hubungan jika perilakunya telah jauh melewati batas

Wajar apabila Anda mengalami kesulitan saat menghadapi pasangan. Anda justru perlu memahami bahwa karakter pasangan tidak dapat berubah dengan mudah. Bahkan, Anda mungkin tidak bisa memperbaikinya sama sekali.

Pertimbangkan baik-baik jika pasangan terus-menerus merasa dirinya paling benar, mengkritik Anda dengan cara yang buruk, atau tidak bisa menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar Anda. Ini mungkin tanda Anda perlu mengakhiri hubungan.

Menghadapi pasangan yang narsis dapat menimbulkan emosi negatif pada diri sendiri. Salah satunya adalah rasa bersalah atas suatu kesalahan yang sebenarnya tidak Anda perbuat.

Maka dari itu, Anda perlu mempertimbangkan semua tindakan secara bijak dan objektif.

Bila semua hal yang Anda lakukan tidak dapat mengatasi konflik yang timbul, perpisahan mungkin merupakan jalan terbaik untuk menjaga kesehatan mental Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca