5 Tips Menghadapi Pasangan Narsis yang Mementingkan Dirinya Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/06/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Setiap orang memiliki karakteristik yang unik, begitu pun pasangan Anda. Namun, bagaimana jika pasangan Anda memiliki karakter yang narsis? Menghadapi pasangan narsis nyatanya membutuhkan trik tersendiri agar tidak mengurangi kebahagiaan Anda.

Seseorang yang narsis biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah, tidak mau menerima kritik, serta tidak memiliki empati terhadap orang lain. Ketiga karakter ini dapat mengganggu keharmonisan hubungan bila tidak disikapi dengan baik.

Cara menghadapi pasangan yang narsis

pasangan perfeksionis

Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan saat berhadapan dengan pasangan yang narsis:

1. Berpikir secara objektif saat terjadi konflik

Sebagian besar orang yang narsis cenderung tidak ingin mengakui kesalahannya, bahkan melemparkannya kepada orang lain.

Hal ini dapat berpengaruh besar terhadap hubungan, terutama saat terjadi konflik yang melibatkan Anda dan pasangan.

Jangan biarkan rasa bersalah menguasai diri Anda. Terlebih jika kesalahan yang dituduhkan kepada Anda tidaklah benar. Dengan begitu, Anda dapat berpikir secara objektif dan mengambil keputusan yang tepat saat terjadi konflik.

2. Tentukan batasan dalam hubungan

toxic people

Ketika menghadapi pasangan yang narsis, Anda harus tegas saat menentukan batasan tertentu dalam hubungan.

Misalnya, jelaskan perilaku atau kata-kata apa saja yang tidak Anda sukai yang dapat memicu konflik antara Anda berdua.

Jelaskan pula bahwa terdapat konsekuensi saat pasangan Anda melanggar batasan tersebut. Akan tetapi, sampaikan hal ini dengan cara yang baik agar Anda tidak terkesan menghakimi atau menggurui.

3. Paham kapan hubungan menjadi tidak sehat

Jika Anda tidak menentukan batasan dalam hubungan, kata-kata yang dilontarkannya dapat berubah menjadi bentuk kekerasan verbal. Lambat laun, kekerasan verbal dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.

Anda harus memahami kapan hubungan mulai menjadi tidak sehat. Jangan takut untuk mengungkapkan kepada pasangan Anda jika ia mulai menunjukkan gerak-gerik maupun gestur tubuh yang mengintimidasi.

saat bertengkar dengan pasangan

4. Menjadi kuat tanpa memaksakan kehendak

Pasangan yang narsis dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian atau apa pun yang ia inginkan.

Anda harus cermat dalam menentukan tindakan saat menghadapi pasangan narsis. Jangan terus-menerus menuruti permintaannya.

Namun, jangan pula menutup diri dari hal baik yang dilakukannya. Misalnya, pasangan Anda mungkin tidak meminta maaf setelah bertengkar, tapi ia membelikan Anda hadiah kecil sebagai tanda penyesalan.

Terimalah apa yang ia berikan tanpa harus menuntutnya untuk meminta maaf.

5. Siap mengakhiri hubungan jika perilakunya telah jauh melewati batas

Wajar apabila Anda mengalami kesulitan saat menghadapi pasangan. Anda justru perlu memahami bahwa karakter pasangan tidak dapat berubah dengan mudah. Bahkan, Anda mungkin tidak bisa memperbaikinya sama sekali.

Pertimbangkan baik-baik jika pasangan terus-menerus merasa dirinya paling benar, mengkritik Anda dengan cara yang buruk, atau tidak bisa menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitar Anda. Ini mungkin tanda Anda perlu mengakhiri hubungan.

Menghadapi pasangan yang narsis dapat menimbulkan emosi negatif pada diri sendiri. Salah satunya adalah rasa bersalah atas suatu kesalahan yang sebenarnya tidak Anda perbuat.

Maka dari itu, Anda perlu mempertimbangkan semua tindakan secara bijak dan objektif.

Bila semua hal yang Anda lakukan tidak dapat mengatasi konflik yang timbul, perpisahan mungkin merupakan jalan terbaik untuk menjaga kesehatan mental Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Menghadapi Pasangan Pemabuk

Memiliki pasangan yang kecanduan alkohol memang akan memengaruhi hubungan Anda berdua. Lalu, bagaimana cara menghadapi pasangan yang pemabuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11/02/2020 . 5 menit baca

Dunning-Kruger Effect, Ketika Seseorang Kerap Bersikap Sok Pintar

Dalam dunia psikologi, orang-orang yang merasa dirinya pintar adalah mereka yang sedang mengalami Dunning-Kruger Effect. Seperti apa pengaruh efek ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 08/12/2019 . 4 menit baca

Berkompromi dengan Pasangan yang Beda Prinsip

Beda prinsip dengan pasangan bukan berarti hubungan harus diakhiri. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah saling berkompromi dan saling memahami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/12/2019 . 4 menit baca

Meski Menemui Banyak Rintangan, Ternyata Menjalin Hubungan LDR Ada Manfaatnya

Bagi Anda yang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR mungkin sering dipandang sebelah mata. Kenyataannya, LDR memiliki manfaat yang tidak disangka-sangka.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22/11/2019 . 3 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca
hubungan berjalan terlalu cepat

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 5 menit baca
membandingkan hubungan orang lain

Sehatkah Suka Membandingkan Hubungan Asmara dengan Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . 4 menit baca
tidak disukai pacar sahabat

Pacarnya Sahabat Tidak Suka Dengan Anda, Perlu Menjauh Atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/02/2020 . 4 menit baca