3 Masalah Seksual yang Sering Dihadapi Penyandang Disabilitas

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Tidak hanya hak kesehatan dan hak pendidikan saja, setiap orang juga berhak mendapatkan hak kesehatan reproduksi dan seksual yang baik serta aman. Ini artinya, para penyandang cacat pun berhak atas hak-hak tersebut. Namun sayangnya, banyak orang menganggap bahwa penyandang disabilitas tidak mengalami aktivitas seksual yang sama seperti orang normal. Akibatnya, para penyandang cacat sering kali dihantui oleh berbagai masalah seksual dalam hidupnya.

Masalah seksual yang sering mengintai penyandang cacat

Menurut WHO, ada beberapa masalah seksual dan kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh penyandang cacat, yaitu:

1. Sering dipaksa melakukan hal yang tidak diinginkan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa orang yang punya keterbatasan fisik sering kali mendapatkan paksaan untuk melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan atau sadari. Misalnya saja, mereka tidak boleh berpacaran atau menikah dengan orang yang mereka sukai atau bahkan dipaksa menikah oleh keluarganya.

Padahal, semestinya pernikahan terjadi atas dasar suka sama suka alias kesepakatan kedua belah pihak. Karena dianggap merepotkan, mereka sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak diinginkan. Misalnya dijadikan pembantu, korban pemerkosaan dalam perkawinan, dan pelecehan seksual lainnya.

2. Berisiko menjadi korban pelecehan seksual

Masih menurut WHO, para penyandang cacat berisiko 3 kali lebih besar mengalami pelecehan seksual, dibandingkan orang normal. Namun sayangnya, kasus pelecehan seksual pada penyandang cacat sering kali dianggap sebagai masalah yang sepele. Bahkan lebih parahnya lagi, kejadian ini sering diabaikan dan dianggap aib oleh keluarganya sendiri.

Kondisi fisik yang tidak normal sering kali dimanfaatkan oleh para pelaku pelecehan seksual untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap korban. Hal ini pun dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat, entah itu teman sekolah, tetangga, atau bahkan orang yang hidup serumah dengannya.

Dibalik keterbatasannya, para penyandang disabilitas jenis apa pun perlu mendapatkan perlindungan, khususnya dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Secara bertahap, berikan pemahaman mengenai cara merawat organ intimnya dengan benar, bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, dan hal-hal penting lainnya seputar alat reproduksi.

Menurut Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Derah Istimewa Yogyakarta, hal ini dilakukan untuk mencegah berbagai tindak kekerasan dan pelecehan seksual pada penyandang disabilitas.

3. Kesulitan mengakses layanan kesehatan reproduksi

penyandang cacat

Dilansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, hak-hak reproduksi penyandang cacat dinilai kurang diperhatikan. Sampai saat ini, mereka masih sering kesulitan mengakses materi-materi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan para petugas kesehatan dalam berkomunikasi dengan para penyandang cacat. Terlebih bagi mereka yang berkebutuhan khusus (tunagrahita) atau memiliki gangguan pendengaran (tunarungu) yang membutuhkan juru bahasa isyarat.

Kalaupun materi kesehatan reproduksinya ada, terkadang para penyandang cacat masih sulit memahaminya. Contohnya, tidak ada buku kesehatan reproduksi dalam versi huruf braille, juru bahasa isyarat yang kesulitan menjelaskan soal kesehatan reproduksi, layanan kesehatan reproduksi yang aksesnya sulit dijangkau oleh para penyandang cacat, dan sebagainya.

Akibatnya, timbullah diskriminasi hak-hak reproduksi yang seharusnya bisa didapatkan oleh mereka. Masalah seksual yang satu ini memang kompleks, sehingga dibutuhkan perhatian dari semua pihak untuk mengatasinya.

Jika Anda memiliki anak yang punya keterbatasan, sebaiknya berikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sedini mungkin, setidaknya mulai usia 8-9 tahun. Misalnya soal kapan anak menstruasi pertama kali, ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki, bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain, dan sebagainya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Suami Tiba-tiba Mengaku Gay, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Suami akhirnya mengaku bahwa ia gay setelah Anda mencurigai tanda dan sikapnya selama ini. Apa yang bisa istri lakukan pada situasi ini?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Mengatasi Trauma Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai

Setelah bercerai, pasti banyak orang yang mengalami trauma dan takut memiulai hubungan baru. Bagaimana cara mengatasi trauma setelah bercerai?

Ditulis oleh: Novita Joseph

5 Tanda-Tanda Anda Tidak Cinta Lagi Dengan Pasangan

Sudah lama menjalin hubungan dengan dia dan kini merasakan tanda sudah tidak cinta lagi? Simak apa saja tanda cinta Anda ke dia mulai pudar.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

4 Tips Memilih Lingerie yang Nyaman dan Menggoda untuk Bercinta

Persiapan bercinta malam ini bisa dilakukan dengan memilih lingerie. Adakah tips untuk memilih lingerie yang pas, nyaman, dan menggoda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Direkomendasikan untuk Anda

air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
penyandang disabilitas berisiko covid-19

Penyandang Disabilitas Lebih Rentan Terhadap COVID-19, Begini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
tanda-tanda selingkuh

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17/02/2020