Efek Samping dan Kekurangan Menggunakan Kondom Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kondom wanita merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini cukup efektif dalam mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual, serta relatif aman bagi kebanyakan wanita. Meski demikian, kondom wanita juga memiliki sejumlah efek samping dan kekurangan. Apa saja contohnya?

Beragam risiko menggunakan kondom wanita

fakta seputar kondom wanita

Kondom wanita memiliki bentuk berupa kantung karet tipis yang memanjang dengan dua cincin lentur pada kedua ujungnya.

Jika digunakan dengan tepat, alat ini dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim sehingga kehamilan tidak terjadi.

Sebaliknya, penggunaan kondom wanita yang salah atau tidak sesuai dapat menimbulkan beberapa efek samping. Berikut di antaranya:

1. Efektivitas kondom menurun

Secara umum, kondom wanita tidak seefektif kondom pria dalam mencegah kehamilan.

Efektivitasnya berkisar antara 79-95 persen sesuai cara pemakaian. Ini berarti dari 100 wanita yang berhubungan seks memakai kondom wanita, sebanyak 5-21 di antaranya berpeluang untuk hamil.

Kehamilan bisa terjadi karena beberapa faktor. Misalnya, kondom robek atau keluar dari vagina, cincin kondom masuk ke dalam vagina, atau penis masuk ke celah antara vagina dan bagian luar kondom.

Semua kondisi ini memungkinkan sperma untuk memasuki rahim sehingga terjadi kehamilan.

2. Memicu alergi lateks

Sumber: Healthline

Kebanyakan kondom wanita terbuat dari lateks, dan lateks adalah bahan yang cukup sering memicu efek samping berupa alergi.

Risiko alergi lateks akibat kondom wanita bahkan lebih tinggi, sebab lapisan lendir pada vagina mempermudah protein dalam lateks untuk memasuki tubuh.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, alergi lateks ditandai dengan munculnya bercak merah, bentol, dan rasa gatal pada area organ intim.

Reaksi alergi lateks yang parah juga dapat menyebabkan pembengkakan. Jika Anda mengalami gejala ini, hentikan pemakaian kondom dan konsultasikan dengan dokter.

3. Menurunkan kepuasan berhubungan seksual

berhubungan seks setelah vasektomi

Kondom wanita umumnya tidak sepraktis kondom pria. Terkadang, kondom wanita mungkin sulit dipasang atau terselip di dalam vagina sehingga menjadi hambatan ketika berhubungan seksual bagi beberapa pasangan.

Efek samping lain dari penggunaan kondom wanita adalah berkurangnya sensasi saat penetrasi serta munculnya suara gesekan yang mengganggu.

Untuk mengatasinya, Anda dan pasangan dapat menggunakan pelumas agar kondom lebih licin dan fleksibel.

4. Iritasi pada vagina

keputihan gatal

Kondom wanita dapat mengakibatkan iritasi bagi beberapa orang. Penyebabnya bisa berasal dari bahan lateks pada kondom, gesekan antara vagina dan kondom, serta kurangnya lubrikasi selama berhubungan seks.

Iritasi pada vagina biasanya ditandai dengan rasa gatal yang bertambah parah setelah berhubungan seks.

Hentikan penggunaan kondom apabila Anda mengalami gejala ini. Anda mungkin perlu mencari metode kontrasepsi dengan risiko iritasi yang lebih kecil.

Kondom wanita memiliki berbagai keunggulan dan efek samping tersendiri.

Meski efektif, alat ini tidak sesuai bagi Anda yang memiliki alergi dan sensitif terhadap lateks. Anda pun mungkin akan merasa tidak nyaman jika belum terbiasa menggunakannya.

Sebagai solusinya, Anda dapat menggunakan metode alternatif seperti kondom pria, spiral, pil KB, ataupun cara lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan metode kontrasepsi terbaik bagi Anda dengan risiko efek samping yang minimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kontrasepsi, Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/03/2019 . Waktu baca 9 menit

3 Variasi Posisi Seks Anal yang Nikmat dan Aman Bagi Kesehatan

Seks anal bisa dilakukan dengan berbagai posisi. Tertarik melakukannya dengan pasangan? Yuk, intip cara seks anal yang mungkin belum pernah Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Harus Pakai Kondom Saat Fingering (‘Main Jari’ di Vagina)?

Teknik 'main jari' adalah salah satu cara yang paling tokcer membuat wanita orgasme. Namun kalau mau main aman, perlukah pakai kondom saat fingering?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 07/12/2018 . Waktu baca 4 menit

Sudah Siap Menikah Tetapi Pasangan Ternyata Positif HIV? Jangan Sedih, Ini yang Perlu Anda Lakukan Kelak

Sudah mau menikah dan baru tau kalau pasangan positif mengidap HIV? Jangan sedih atau panik. Yuk cek apa saja yang kira-kira perlu Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24/11/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mencegah kondom bocor

5 Tips Menghindari Masalah atau Kerusakan pada Pemakaian Kondom

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
manfaat kondom

5 Manfaat Pakai Kondom untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
cara memilih kondom

Untuk Pasutri, Begini Cara Memilih Kondom yang Pas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . Waktu baca 4 menit
seks menggunakan kondom

Benarkah Pakai Kondom Bikin Seks Jadi Kurang Nikmat?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019 . Waktu baca 4 menit