5 Kebiasaan Pria yang Bisa Membahayakan Penis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penis merupakan organ penting di tubuh pria yang harus selalu dijaga kebersihan serta kesehatannya. Namun, meskipun Anda merasa sudah merawat kesehatan penis dengan baik, nyatanya masih ada kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari yang bisa mengancam dan membahayakan penis, lho. Apa saja?

1. Masturbasi menggunakan sabun atau body lotion

Masturbasi atau onani merupakan salah satu cara yang biasa dilakukan pria guna menyalurkan hasrat seksualnya seorang diri. Sayangnya, masih banyak pria yang melakukan masturbasi menggunakan sabun mandi atau lotion pada penisnya. Hal ini bertujuan untuk melicinkan bagian kulit penis dan tangan, agar masturbasi berjalan “lancar”.

Menurut Joshua Zeichner, M.D., direktur penelitian kosmetik di departemen dermatologi di Mount Sinai Hospital, masturbasi menggunakan lotion atau sabun terbilang berbahaya

Sabun dan lotion seharusnya digunakan untuk bagian tubuh seperti kulit tangan, kaki dan badan. Sedangkan jika Anda menggunakannya pada penis, yang memiliki permukaan kulit sensitif, hal itu bisa menyebabkan iritasi dan lecet pada kulit batang penis. Terlebih lagi jika lotion dan sabun masuk atau mengenai lubang pengeluaran urine, hal ini bisa menyebabkan rasa perih dan infeksi setelahnya.

Para ahli seks menyarankan untuk menggunakan cairan lubrikasi atau pelumas seks untuk melancarkan aktivitas masturbasi Anda. Memakai pelumas khusus seks tidak akan membuat kulit penis iritasi karena bahan-bahannya dipastikan aman untuk digunakan pada alat kelamin. Selain itu, sudah banyak pula pilihan lubrikan seks berbahan dasar air, sehingga tidak lengket. Bahkan ada pula yang dilengkapi fitur aroma tertentu sehingga menambah sensasi tersendiri.

2. Masturbasi menggunakan ludah

Selain menggunakan lotion dan sabun, masih banyak juga pria yang menggunakan ludah atau air liur untuk bermasturbasi. Meskipun aman-aman saja menggunakan air liur, tapi tetap saja ada bahaya yang tersimpan di dalamnya.

Pasalnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention, air ludah bisa mengandung herpes simpleks virus, dan jika ini yang terjadi, maka akan berbahaya jika sampai terkena kelamin. Kondisi ini biasanya terjadi jika Anda terlebih dahulu memiliki herpes pada bibir atau di mulut, dan virus bisa menyebar ke alat kelamin yang terkena ludah Anda.

3. Merokok dan minum-minuman beralkohol

Bahkan iklan rokok pun sudah memberi peringatan akan bahaya impotensi. Merokok dapat merusak lapisan pembuluh darah Anda, yang dapat mempengaruhi otot halus di penis dan menghambat darah yang mengalir. Faktanya, laki-laki yang merokok akan berisiko mengalami 51% kemungkinan impotensi dibanding dengan yang tidak merokok.

Kemudian, sudah banyak juga penelitian yang mengaitkan antara konsumsi alkohol berlebih pada pria dengan kesuburannya. Alkohol berdampak langsung pada sel yang memproduksi hormon testosteron, sehingga bisa menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal, hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi, misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual.

4. Sering bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan yang menyehatkan.  Namun, bersepeda juga bisa menyebabkan Anda mengalami kesulitan untuk ereksi. Penelitian lampau menemukan 1.700 laki-laki yang mengayuh sepeda lebih dari 3 jam seminggu berisiko lebih tinggi mengalami impotensi dibanding dengan yang jarang bersepeda.

Penelitian lebih lanjut dari Universitas California, San Diego mengungkapkan kemungkinan bahwa tempat duduk sepeda menjadi salah satu penyebab sulit ereksi. Sadel sepeda yang keras dapat menekan perineum (daerah antara anus dan buah zakar), sehingga memberi tekanan pada arteri dan saraf yang diperlukan sebagai fungsi seksual.

Solusinya, menggunakan pedal duduk sepeda yang empuk dan lakukan olahraga selingan lainnya selain bersepeda, seperti berenang atau jogging.

5. Sering begadang

Tidak sedikit pria yang tidur larut malam karena berbagai alasan, baik karena tuntutan pekerjaan, karena nongkrong dengan teman-teman, atau karena bersantai menonton televisi di rumah. Ternyata ini dapat mengurangi kesuburan pria karena mengurangi jumlah dari sperma yang dihasilkan.

Riset yang dilansir dari Live Science menemukan bahwa orang dengan durasi tidur yang paling sedikit mengalami penurunan jumlah sperma sampai 25 persen. Semakin sedikit jumlah sel sperma yang dikeluarkan, semakin sedikit pula yang berhasil bertahan hingga mencapai sel telur dalam organ reproduksi wanita.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca