Tidak Selamanya yang Romantis Berbuah Manis, 3 Hal Ini Justru Merusak Hubungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sebuah hubungan yang romantis memang terdengar manis. Akan tetapi, segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk terlalu manis dalam hubungan. Beberapa hal romantis berikut justru bisa merusak hubungan Anda. 

Mengapa hal romantis dapat merusak hubungan Anda?

Seorang penyair Jerman, Goethe, pernah mengatakan, “Jangan terlalu sering terlibat dengan perasaan. Hati yang terlalu sensitif biasanya dimiliki oleh orang yang tidak bahagia di dunia ini.”

Bila Anda atau pasangan sering disebut sebagai pasangan yang romantis oleh teman atau keluarga, mungkin Anda perlu sedikit waspada. Pasalnya, tidak selamanya sikap romantis, berakhir dengan baik, apalagi jika dilakukan secara berlebihan

Biasanya, orang yang romantis memiliki hati yang cukup sensitif. Banyak orang yang mengira bahwa semakin sensitif seseorang, akan semakin romantis pula mereka. Hal ini juga berdampak pada hubungan mereka yang mungkin akan berjalan baik-baik saja.

Akan tetapi, tidak selamanya keromantisan bisa berdampak baik pada hubungan Anda. Perilaku romantis yang berlebihan ternyata dapat merusak hubungan Anda secara perlahan. 

Di dalam sebuah hubungan dibutuhkan keintiman terhadap satu sama lain agar Anda semakin mengenal. Walaupun baik untuk hubungan, kebiasaan-kebiasaan romantis berikut ternyata dapat membuat Anda kurang peka dan semakin terbiasa oleh perlakuan pasangan Anda. 

Hal romantis yang bisa merusak hubungan Anda

Setiap hubungan pasti mengalami pasang surut, tetapi ada beberapa faktor yang membuat hubungan Anda menjadi rapuh. Mulai dari kondisi keuangan, perbedaan pendapat, hingga masalah yang terlihat sepele namun terjadi berulang kali, seperti perilaku romantis yang berlebihan dan membuat Anda atau pasangan muak. 

Cobalah ingat-ingat lagi, hal romantis apa yang merusak hubungan Anda berdua. Jika kebiasaan-kebiasaan di bawah ini sering dilakukan dan membuat Anda gerah, mungkin sudah saatnya dikomunikasikan dengan pasangan Anda. 

1. Terlalu gombal

kencan pertama

Pada awal pacaran, mungkin ungkapan kasih sayang atau ucapan romantis Anda anggap sebagai hubungan yang hangat. Akan tetapi, bila dilakukan secara terus-menerus, Anda atau pasangan tentu akan menjadi muak satu sama lain.

Misalnya, Anda selalu memuji pasangan dengan rayuan yang berlebihan. Lama-lama, pasangan Anda mungkin saja merasa sangat lelah dan bosan dengan ucapan Anda.

Bukannya semakin cinta, pasangan Anda justru bisa menjadi jenuh dan mengabaikan Anda. Ungkapan sayang memang bermanfaat untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan, tetapi usahakan untuk tidak melakukannya terlalu sering, ya.

2. Bertanya terlalu sering

bertengkar dengan pasangan

Pada saat Anda tidak sedang bersama pasangan, tentu mereka akan menanyakan keberadaan Anda untuk memastikan semuanya baik-baik saja, bukan? Terdengar biasa dan terkadang dikategorikan sebagai bentuk keromantisan pasangan kepada Anda. 

Namun, apabila terlalu sering dilakukan, tak jarang kebiasaan ini bisa memicu pertengkaran karena pasangan atau Anda justru terkesan tidak percaya satu sama lain. Semakin sering bertanya, apalagi tentang persoalan yang sama, akan semakin membuat orang yang ditanya kesal. 

Misalnya, ketika Anda sedang berkumpul dengan teman-teman Anda yang ada lawan jenisnya, pasangan Anda cenderung bertanya terlalu sering, seperti ada siapa saja?

Awalnya, pertanyaan tersebut akan terdengar wajar mengingat pasangan Anda hanya ingin memastikan keberadaan Anda.

Akan tetapi, jika pertanyaan tersebut perlahan berubah menjadi menjengkelkan, seperti, “Apa dia duduk bersebelahan denganmu? Apa posisi kalian dekat? Kenapa dia ada di sana?” Bisa jadi justru membuat Anda semakin kesal dan memengaruhi kebersamaan Anda dengan orang sekitar. 

Pertanyaan yang terlalu sering ini membuat Anda akan sibuk dengan ponsel, sehingga kualitas waktu dengan teman Anda menjadi berkurang. 

3. Bertemu dengan keluarga terlalu cepat

menghadapi tekanan setelah diagnosis penyakit

Berkenalan dengan keluarga pasangan adalah pertanda baik bahwa Anda berdua ingin menjalin hubungan yang serius. Namun, bisa jadi sangat mengganggu bila Anda benar-benar berada di tahap yang amat baru menjalin hubungan dengan pasangan. 

Di dalam sebuah hubungan, pengenalan satu sama lain membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika ternyata Anda memang tidak cocok dengan pasangannya, bertemu keluarganya mungkin bukan langkah yang tepat. 

Selain itu, hal yang dianggap romantis ini dapat merusak hubungan karena dinilai melampaui batas dan terlalu cepat untuk dilakukan. Jika pasangan Anda memaksa, beri tahu kepadanya kalau perkenalan di antara Anda berdua merupakan prioritas yang harus didahulukan ketika baru memulai hubungan.

Tidak semua hal romantis dapat merusak hubungan seseorang. Tidak jarang perilaku romantis justru memperat hubungan Anda berdua menjadi lebih sehat dan intim. Akan tetapi, melakukannya terlalu sering dan terlalu cepat bukanlah hal yang bijaksana. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca