Pria yang Memiliki Gondongan di Testis Berisiko Tidak Subur

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Berkat vaksin MMR, kasus gondongan mungkin sudah jarang terjadi di Indonesia. Meski begitu, beberapa orang mungkin saja terkena penyakit ini saat sudah dewasa karena tidak mendapatkan vaksin semasa kecilnya. Pada pria dewasa, gondongan bisa muncul di testis. Dalam bahasa medis, gondongan di testis disebut dengan orchitis. Orchitis bisa mengganggu kesuburan pria.

Bagaimana gondongan di testis bisa membuat pria tidak subur?

Orchitis adalah peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi testis di dalam buah zakar (skrotum). Orchitis biasa menyerang laki-laki berusia di atas 45 tahun yang memiliki gondongan leher. Satu dari empat laki-laki dengan gondongan di leher juga akan mendapatkan gondongan di testis. Gondongan di daerah kemaluan ini biasanya muncul dalam empat sampai delapan hari setelah Anda sembuh dari gondongan leher.

Orchitis dapat mengakibatkan testis mengerut. Menurut sebuah penelitian, hampir lima puluh persen penderita orchitis nantinya dapat mengalami penyusutan ukuran testis. Bila ini terjadi, volume testis berkurang sehingga tentu saja mengurangi produksi sperma dewasa.

Selain itu, virus mumps penyebab gondongan juga mempunyai peran dalam terjadinya perusakan sel sperma. Virus yang terbawa dalam aliran darah menuju testis dapat menempel pada sel-sel sperma muda. Akibatnya, tubuh akan merespons dengan membentuk antibodi untuk menghancurkan sel sperma yang telah terinfeksi tersebut. Beberapa ahli menduga bahwa struktur sel sperma memiliki kemiripan dengan virus mumps sehingga tubuh seringkali salah mengenali sel sperma sehat dan akhirnya ikut dihancurkan bersama virus tersebut.

Mumps juga dapat mengganggu struktur yang memisahkan antara darah dan jaringan testis. Sejatinya, kedua area ini memang harus memiliki pemisah agar tidak saling bercampur. Apabila struktur ini rusak, maka akan terjadi reaksi peradangan pada testis yang nantinya memengaruhi produksi sperma. Padahal, testis memiliki peran vital sebagai tempat produksi dan pematangan sel-sel sperma.

Namun begitu, gondongan di testis tidak dilaporkan berdampak langsung pada kesuburan pria. Angka ketidaksuburan pada pasien orchitis tercatat kecil, hanya di bawah 50 persen.

Bagaimana cara mencegahnya?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta pemerintah Indonesia sudah sejak lama mencanangkan program imunisasi untuk meminimalisir risiko sejumlah penyakit bahaya serta komplikasinya, termasuk gondongan lewat vaksin MMR (campak/measles, gondongan/mumps, dan campak Jerman/rubella).

Selain dengan vaksin, Anda juga tetap perlu menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat. Antara lain dengan pola makan sehat, olahraga teratur, serta cukup beristirahat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca