Pria yang Memiliki Gondongan di Testis Berisiko Tidak Subur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/04/2018
Bagikan sekarang

Berkat vaksin MMR, kasus gondongan mungkin sudah jarang terjadi di Indonesia. Meski begitu, beberapa orang mungkin saja terkena penyakit ini saat sudah dewasa karena tidak mendapatkan vaksin semasa kecilnya. Pada pria dewasa, gondongan bisa muncul di testis. Dalam bahasa medis, gondongan di testis disebut dengan orchitis. Orchitis bisa mengganggu kesuburan pria.

Bagaimana gondongan di testis bisa membuat pria tidak subur?

Orchitis adalah peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua sisi testis di dalam buah zakar (skrotum). Orchitis biasa menyerang laki-laki berusia di atas 45 tahun yang memiliki gondongan leher. Satu dari empat laki-laki dengan gondongan di leher juga akan mendapatkan gondongan di testis. Gondongan di daerah kemaluan ini biasanya muncul dalam empat sampai delapan hari setelah Anda sembuh dari gondongan leher.

Orchitis dapat mengakibatkan testis mengerut. Menurut sebuah penelitian, hampir lima puluh persen penderita orchitis nantinya dapat mengalami penyusutan ukuran testis. Bila ini terjadi, volume testis berkurang sehingga tentu saja mengurangi produksi sperma dewasa.

Selain itu, virus mumps penyebab gondongan juga mempunyai peran dalam terjadinya perusakan sel sperma. Virus yang terbawa dalam aliran darah menuju testis dapat menempel pada sel-sel sperma muda. Akibatnya, tubuh akan merespons dengan membentuk antibodi untuk menghancurkan sel sperma yang telah terinfeksi tersebut. Beberapa ahli menduga bahwa struktur sel sperma memiliki kemiripan dengan virus mumps sehingga tubuh seringkali salah mengenali sel sperma sehat dan akhirnya ikut dihancurkan bersama virus tersebut.

Mumps juga dapat mengganggu struktur yang memisahkan antara darah dan jaringan testis. Sejatinya, kedua area ini memang harus memiliki pemisah agar tidak saling bercampur. Apabila struktur ini rusak, maka akan terjadi reaksi peradangan pada testis yang nantinya memengaruhi produksi sperma. Padahal, testis memiliki peran vital sebagai tempat produksi dan pematangan sel-sel sperma.

Namun begitu, gondongan di testis tidak dilaporkan berdampak langsung pada kesuburan pria. Angka ketidaksuburan pada pasien orchitis tercatat kecil, hanya di bawah 50 persen.

Bagaimana cara mencegahnya?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta pemerintah Indonesia sudah sejak lama mencanangkan program imunisasi untuk meminimalisir risiko sejumlah penyakit bahaya serta komplikasinya, termasuk gondongan lewat vaksin MMR (campak/measles, gondongan/mumps, dan campak Jerman/rubella).

Selain dengan vaksin, Anda juga tetap perlu menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat. Antara lain dengan pola makan sehat, olahraga teratur, serta cukup beristirahat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Membandingkan Kecepatan Sperma saat Dikeluarkan di Dalam Tubuh dan Air

Siapa sangka kecepatan sperma ketika berhubungan seks dengan saat ejakulasi di luar tubuh ternyata berbeda. Simak faktanya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Virus Baru Ditemukan di Brasil, Dipastikan Tidak Menginfeksi Manusia

Beberapa ilmuwan di Brasil telah mengidentifikasi yaravirus yang disebut-sebut menjadi temuan baru dalam dunia sains. Apakah virus ini berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/01/2020

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
penanganan COVID-19 di Indonesia

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020