Alat Kontrasepsi Gel untuk Pria, Benarkah Bisa Mencegah Kehamilan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Berbicara soal alat kontrasepsi, wanita punya lebih banyak pilihan daripada pria. Mulai dari pil KB, suntik KB, IUD, dan sebagainya. Sementara pada pria, Anda mungkin hanya tahu 2 jenis, yaitu kondom dan vasektomi. Padahal, alat kontrasepsi pria ternyata ada yang berbentuk gel juga, lho! Namun yang jadi pertanyaan, apakah alat KB untuk pria ini efektif mencegah kehamilan? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenal alat kontrasepsi pria yang berbentuk gel

cara pakai pelumas untuk hubungan intim

Alat kontrasepsi gel disebut juga dengan NES/T. Gel ini mengandung senyawa Nestorone, yaitu kombinasi dari hormon testosteron dan progestin (sintesis hormon progesteron).

Progestin berfungsi untuk menghambat produksi hormon testosteron pada pria, sehingga nantinya akan menurunkan jumlah sperma pria. Sementara hormon testosteron dalam gel berperan untuk menjaga gairah seks pria tetap normal, termasuk juga fungsi tubuh lainnya yang berkaitan dengan hormon testosteron.

Berbicara soal gel, Anda mungkin mengira bahwa gel ini dipakai dengan cara dioleskan ke penis seperti pelumas. Padahal, cara pakai alat kontrasepsi gel yang benar adalah mengoleskannya ke punggung dan bahu pria supaya bisa diserap oleh kulit.

Meskipun manfaatnya cukup menggiurkan dan cara pakainya cenderung praktis, sayangnya gel ini belum diproduksi secara massal. Alat kontrasepsi pria yang satu ini masih diteliti lebih lanjut oleh para ahli dari National Institutes of Health (NIH).

Seberapa efektif alat kontrasepsi gel untuk mencegah kehamilan?

obat kuat viagra

Anda mungkin masih bingung dan bertanya-tanya soal alat kontrasepsi pria yang satu ini. Apakah gel ini aman digunakan dan seberapa efektif manfaatnya untuk mencegah kehamilan?

Para ahli dari NIH masih terus menguji coba manfaat gel ini. Para ahli berencana akan melibatkan sekitar 420 pasangan untuk menggunakan alat kontrasepsi gel setiap hari selama 4-12 minggu. Jangka waktu ini mungkin saja akan bertambah, tergantung dari reaksi tubuh pada peserta pria.

Jumlah gel yang digunakan adalah sekitar 5 mililiter (mL), yaitu 2,5 mL untuk bahu bagian kanan dan 2,5 mL untuk bagian kiri. Setelah gel dioleskan, maka akan ada 6 miligram (mg) hormon testosteron dan 0,8 mg progestin yang terserap ke dalam tubuh. Jumlah sel sperma pria lama-kelamaan akan berkurang, sehingga risiko terjadinya pembuahan saat berhubungan seksual akan semakin kecil.

Apakah alat kontrasepsi gel aman bagi wanita?

cara foreplay dengan pasangan

Karena harus dioleskan ke bahu dan punggung, Anda tentu akan mengalami kesulitan untuk melakukannya sendiri. Alhasil, Anda mungkin akan meminta bantuan pasangan untuk mengoleskannya. Namun tunggu dulu, apakah gel ini aman bagi wanita?

Hal ini masih menjadi perdebatan para ahli. Sebagian orang merasa khawatir bahwa hormon-hormon di dalam gel tersebut akan terserap ke dalam tubuh wanita dan memengaruhi kesehatannya. Namun memang, efek samping dan proses terjadinya masih belum diketahui dengan jelas.

Sherry Ross, MD, seorang dokter kandungan asal Santa Monica, California, mempunyai trik tersendiri untuk mencegah efek samping yang mungkin muncul. Setelah mengoleskan gel tersebut, segera cuci tangan hingga benar-benar bersih supaya hormon dari gel tadi tidak mudah terserap ke dalam kulit.

Jangan bergantung pada alat kontrasepsi gel saja

Meskipun bisa membantu mencegah kehamilan, ini bukan berarti gel bisa menggantikan kondom atau alat kontrasepsi pria lainnya. Perlu dicatat bahwa gel ini hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan, tapi tidak bisa mencegah infeksi menular seksual seperti halnya pada kondom.

Anda juga tidak bisa hanya mengandalkan alat kontrasepsi pria saja. Sebaiknya, minta pasangan Anda untuk tetap menggunakan alat KB yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya. Dengan perlindungan ganda, risiko terjadinya pembuahan akan semakin kecil dan mencegah kehamilan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca