Gejala Penyakit Kelamin Klamidia Pada Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit kelamin klamidia bisa mengintai siapa saja, tak terkecuali pada wanita. Wanita yang telah atau aktif berhubungan seksual lebih rentan 75% terkena klamidia, dibanding laki-laki yang berisiko terkena klamidia sebanyak 50%. Hal apa saja yang harus diketahui tentang penyakit kelamin klamidia pada wanita? Adakah cara mencegah dan mengobatinya? Simak ulasannya pada pembahasan di bawah ini.

Apa itu klamidia?

Klamidia adalah sebuah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis.  Klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual paling umum. Karena tidak ada gejala atau tanda-tanda tertentu ketika Anda terkena klamidia, penyakit ini jadi mudah menyebar dan menular secara cepat, lho.

Klamidia disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui kontak seks. Namun, hanya melalui cairan yang keluar dari alat kelamin saja infeksi tersebut dapat ditularkan, bukan kontak ciuman, berpelukan, atau mandi bersama.

Apa gejala klamidia pada wanita?

Seperti yang telah disinggung di atas, klamidia kadang tidak memunculkan gejala-gejala tertentu. Maka dari itu, sulit bagi wanita untuk mengetahui apakah mereka menderita klamidia atau tidak, karena kebanyakan wanita tidak mengalami gejala apapun.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memeriksakan diri ke dokter setahun sekali bila Anda aktif secara seksual. Dokter Anda bisa memberi tahu tes terkait untuk pemeriksaan klamidia, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun.

Terkadang, ada beberapa gejala terkena klamidia pada wanita yang bisa muncul sebagai berikut:

  • Sering mengalami keputihan
  • Sakit dan nyeri ketika buang air kecil
  • Saat berhubungan seksual, timbul rasa sakit atau nyeri di perut bagian bawah
  • Perdarahan saat menstruasi
  • Kadang tubuh Anda akan merasakan demam, nyeri otot dan sakit kepala

Jika dibiarkan tidak diobati pada wanita, klamidia bisa menyebabkan infeksi pada urethra (tempat keluarnya air seni) dan peradangan (bengkak dan nyeri yang disebabkan infeksi) pada serviks. Bisa juga menyebabkan penyakit radang panggul, infeksi pada uterus, rahim, atau saluran tuba. Penyakit radang panggul bisa menyebabkan ketidaksuburan dan kehamilan ektopik di kemudian hari.

Apakah klamidia pada wanita bisa diobati?

Dokter biasanya mendiagnosis klamidia dengan melakukan uji pemeriksaan dengan urin Anda. Bila Anda pernah terpapar klamidia atau didiagnosis dengan klamidia, dokter akan meresepkan antibiotik, yang bisa menyembuhkan infeksi dalam 7 sampai 10 hari. Selain itu, selama masa pengobatan, Anda tidak dapat berhubungan seks selama masa waktu tersebut untuk mencegah menyebaran klamidia.

Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular klamidia?

Layaknya penyakit lain, klamidia pada wanita ini sebetulnya bisa dicegah. Ada baiknya Anda hanya setia pada satu pasangan seks saja. Selain itu, saat membersihkan vagina Anda bisa menggunakan produk pembersih kewanitaan yang mengandung mengandung povidone-iodine untuk mencegah infeksi vagina, terutama saat sedang menstruasi.

Lebih baik mencegah klamidia daripada mengobatinya, dan cara mencegah infeksi klamidia ini  adalah dengan selalu menggunakan kondom saat seks dan pastikan pasangan seks Anda juga terbebas dari penyakit kelamin. Hanya metode-metode tersebut yang dapat membantu pencegahan klamidia.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca