Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bila seorang pria mulai memasuki usia kepala lima dan mulai memperlihatkan sejumlah gejala ‘aneh’, misalnya jadi sering mengeluh sakit, rewel, serta kemampuan seksualnya menurun. Mungkin hal ini menandakan bahwa pria sedang mengalami gejala andropause. Apa itu andropause? Simak ulasannya.

Apa saja gejala dan ciri andropause pada pria?

Apa itu andropause? Andropause adalah kondisi menurunnya kadar hormon testosteron seiring dengan proses penuaan. Andropause bisa digolongkan sebagai penyakit degeneratif pria.

Namun yang perlu ditekankan, adalah menopause yang terjadi pada wanita berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria. Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon menurun selama waktu yang relatif singkat.

Pada pria, produksi hormon dan penurunan bioavailabilitas testosteron ini terjadi selama bertahun-tahun dengan konsekuensi tidak selalu jelas.

Pada umumnya, proses penurunan kadar testosteron pada pria dimulai pada usia 35 tahun dan terus berlangsung sampai testosteron benar-benar habis di usia sekitar 70-an. Puncak hormon pertumbuhan pria terjadi sekitar umur 20 tahun, dan jatuh sekitar 14 persen setiap 10 tahun sesudah itu.

Pada usia 40 tahun, hormon pertumbuhan telah hilang hampir setengahnya, dan pada usia 80 tahun, hanya memiliki sisa beberapa persen saja. Kekurangan hormon ini menyebabkan tanda-tanda penuaan semakin terlihat.

Pria harus waspada terhadap ketidakseimbangan hormonnya, sebelum gejala tersebut menjadi lebih buruk. Gejala-gejala andropause biasa disebut testosterone deficiency syndrome atau TDS. Berikut gejalanya yang harus Anda ketahui.

  • Kekurangan energi dan cepat merasa lelah
  • Libido rendah
  • Disfungsi ereksi alias impotensi
  • Berkeringat cukup banyak setiap malam
  • Mood mudah berubah dan sensitif
  • Depresi
  • Bertambahnya berat badan walaupun nafsu makan berkurang
  • Banyak rambut yang rontok
  • Melemahnya daya ingat
  • Denyut jantung yang tidak teratur
  • Susah tidur atau insomnia
  • Ginekomastia atau pembesaran puting payudara pada pria seiring bertambahnya usia

Menurut pakar endokrinologi pada The Endocrine Clinic Mount Elizabeth Novena Hospital, jika seorang pria mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala ini, kemungkinan pria itu tengah mengalami ketidakseimbangan endokrin.

Biasanya, endokrinologis dapat melakukan pengetesan dan melakukan sejumlah diagnosa, juga latihan untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

Bagaimana cara mengatasi andropause?

Bila wanita bisa menjalani terapi sulih hormon estrogen, estrogen replacement therapy atau ERT untuk meningkatkan kualitas hidup pascamenopause. Pria andropause pun bisa menjalani terapi sulih hormon testosteron, testosterone replacement therapy atau TRT, yang kini mudah dilakukan di berbagai klinik dan rumah sakit di Indonesia.

Namun, seperti halnya ERT, hingga kini TRT pun masih menuai kontroversi. Sebagian dokter masih melarangnya, karena dianggap bisa memicu stroke dan kanker prostat.

Jika pasangan Anda mulai menunjukkan gejala menopause yang terjadi pada pria ini, hal itu wajar dan tidak bisa dicegah. Yang harus diperhatikan adalah pola makan yang harus lebih teratur, mulai kurangi atau hentikan kebiasaan merokok dan olahraga teratur, misalnya berjalan 30 menit setiap pagi.

Beberapa pria lebih sensitif dan mudah marah pada masa ini, karena itu sabar adalah kunci menghadapi pria yang sedang mengalami andropause.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca