Kenapa Gairah Seks Malah Jadi Turun Selama Terapi Kesuburan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tidak semua orang bisa langsung cepat dikaruniai momongan. Ada cukup banyak pasangan yang harus berjuang ekstra keras demi mendapatkan keturunan lewat berbagai terapi kesuburan. Sayangnya, efek terapi kesuburan justru kerap membuat gairah seks menurun. Padahal, seks menjadi cara untuk tetap meningkatkan keintiman dengan pasangan dan salah cara untuk bisa hamil. Lantas, mengapa bisa begitu?

Efek terapi kesuburan pada gairah seks

tidak menikmati seks

Berbagai terapi kesuburan ternyata tidak selalu memberikan efek yang diharapkan. Seringnya terapi ini membuat pasangan jadi kehilangan gairah seks, tidak seperti biasanya. Berikut berbagai penyebab turunnya gairan seks saat menjalani terapi kesuburan:

Hilangnya spontanitas

Selama terapi kesuburan, keinginan kadang tak lagi menjadi alasan utama untuk bercinta. Pasalnya, bercinta menjadi semacam aturan yang perlu dipatuhi mulai dari waktu hingga posisinya untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Ahasil, bercinta terkadang hanya dilakukan di tempat dan waktu yang tepat dengan kewajiban menuruti berbagai aturannya. Hal ini tak jarang membuat seks hanya sebatas sebuah “tugas” atau tuntutan yang terkesan memaksa.

Hilangnya spontanitas inilah yang terkadang membuat seks menjadi hal yang kurang menyenangkan, sehingga gairah seks malah hilang. Dilansir dari WebMD, sekitar 45 persen pasangan yang sedang promil mengalami berbagai masalah saat seks.

Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini menjadi masalah yang paling sering dialami. Pada wanita, gairah juga bisa turun begitu saja sehingga sulit untuk merasa terangsang.

Efek samping obat-obatan

Obat yang digunakan untuk terapi kesuburan ternyata berefek pada gairah seks. Misalnya obat penyubur kandungan Clomid, yang bisa menurunkan gairah seks wanita.

Obat-obatan hormonal lainnya juga bisa meningkatkan ovulasi, mengubah keasaman vagina, dan membuat wanita jadi enggan atau tidak berminat berhubungan seks.

Begitu pula dengan efek obat-obatan hormonal yang diminum oleh pasangan pria. Jika menurut Anda efek obat terapi kesuburan ini membuat Anda dan pasangan justru kurang intim, konsultasikan ke dokter.

Merasa minder

Masalah kesuburan pria maupun wanita dapat memunculkan beban pikiran yang tak bisa disepelekan. Baik pria maupun wanita menjadi kurang percaya diri dan minder karena merasa tidak mampu membuat anak saat berhubungan seks.

Bahkan, banyak pasangan yang sering kali merasa gagal secara seksual saat ia dan pasangan hamil melalui bayi tabung. Oleh karenanya, alih-alih menikmati seks banyak orang justru merasa minder dan stres saat hendak berhubungan intim dengan pasangannya.

Lantas, bagaimana caranya agar bisa terus intim selama promil?

seks di pagi hari

Untuk memulihkan kembali keintiman saat seks, Anda tentu perlu mencari strategi. Salah satu caranya yaitu dengan memisahkan seks program hamil dengan seks spontan untuk bersenang-senang. Anda dan pasangan bisa sekali waktu mencari suasana lain dengan menginap di hotel misalnya.

Selain berhubungan badan, Anda dan pasangan juga bisa mencari kegiatan seksual lainnya yang sama-sama menyenangkan. Berciuman, berpelukan, dan masturbasi bersama bisa jadi variasi seks saat penetrasi terasa menyakitkan.

Anda perlu mengingat bahwa sebesar apa pun tantangan dalam terapi kesuburan ini, keintiman hubungan dengan pasangan tetap nomor satu. Buatlah komitmen dengan pasangan untuk tetap saling memiliki waktu sama lain hanya untuk membangun keintiman ini setiap harinya.

Jangan lupa untuk terbuka dengan pasaran mengenai apa yang dirasakan satu sama lain. Utarakan semua ketakutan dan kekhawatiran yang Anda rasakan supaya bisa mencari solusi berdua bersama-sama.

Sumber foto: Mirror.co.uk

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca