Anda mungkin salah satu yang berpikir bahwa berhubungan seks saat haid tidak akan menghasilkan kehamilan. Padahal, anggapan bahwa seorang wanita yang sedang datang bulan tidak bisa hamil adalah kesalahpahaman yang sering terjadi. Saat seorang wanita sedang mengalami menstruasi, mereka tentu tetap bisa hamil jika melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Memahami cara kerja menstruasi dan ovulasi

“Fase haid didefinisikan sebagai saatnya kehilangan darah yang terjadi pada akhir siklus ovulasi, akibat sel telur tidak dibuahi oleh sperma,” seperti yang dijelaskan Michele Hakakha, MD, seorang ahli kandungan bersertifikat dan dokter kandungan yang berbasis di Los Angeles dan penulis “Expecting 411: Clear Answers dan Smart Smart Advice for Your Pregnancy”.

“Setiap bulan, seorang wanita melepaskan telur pada sekitar hari 14 tiap siklusnya,” kata Dr Hakakha. “Sebelum pelepasan telur, hormon-hormon dalam tubuh wanita meningkat untuk mempersiapkan fase itu dan juga menebalkan lapisan rahim demi bersiap-siap jika telur dibuahi dan kehamilan terjadi. Jika tidak ada pembuahan, lapisan rahim akan terkelupas sekitar 14 hari kemudian. Hal ini disebut menstruasi.”

Kebanyakan wanita memiliki periode datang bulan yang berlangsung selama dua hingga delapan hari dan terjadi setiap 26-34 hari. Ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium) biasanya terjadi pada pertengahan siklus dan pada waktu yang paling subur dalam siklus menstruasi Anda, yang berarti saat ketika Anda paling mungkin untuk hamil.

“Sel telur yang dilepaskan selama proses ovulasi bertahan hanya 24 jam,” jelas Dr Hakakha. “Jika tidak dibuahi oleh sperma pada saat ini, sel itu tidak bisa bertahan dan akan keluar bersamaan dengan semua darah haid sekitar 14 hari kemudian.”

Kebanyakan wanita mengalami  datang bulan setiap 28- 32 hari, dan wanita dengan siklus seperti ini rata-rata mengalami datang bulan selama dua hingga delapan hari, dan tidak akan bisa hamil selama sedang datang bulan.

Siapa yang masih berisiko hamil akibat seks saat haid?

Tidak semua wanita mengalami siklus datang bulan selama 28- 32 hari. “Beberapa wanita memiliki siklus datang bulan yang lebih pendek (misalnya 24 hari). Ia bisa mengalami menstruasi selama tujuh hari, berhubungan badan pada hari terakhir haid, dan langsung mengalami ovulasi tiga hari kemudian,” kata Dr. Hakakha.

“Karena sperma bisa hidup selama tiga sampai lima hari, wanita dengan siklus datang bulan seperti ini masih bisa hamil jika berhubungan seks saat haid.” Jadi jika wanita tersebut berhubungan seks saat haid di hari terakhir, sperma tetap dapat bertahan di dalam tubuhnya dan membuahi sel telur di hari kedua atau ketiga setelah hubungan seks.

Selain itu, beberapa wanita juga mengalami perdarahan saat sedang tidak datang bulan. Hal ini dapat terjadi selama ovulasi dan kebanyakan akan mengira bahwa mereka sedang haid padahal tidak.

Jika Anda melakukan hubungan seks saat haid menggunakan kondom dan Anda merasa khawatir Anda akan hamil, coba cek apakah ada gejala seperti kram perut ringan, bercak darah, nyeri payudara, dan perubahan mood. Gejala-gejala ini dapat terjadi sekitar dua minggu setelah ovulasi.

Gejala kehamilan lain yang harus diwaspadai saat usia kehamilan mencapai usia enam atau tujuh minggu adalah mual, muntah, dan kelelahan parah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca