5 Tanda Anda Belum Siap Berteman dengan Mantan Kekasih

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Berakhirnya hubungan tidak secara otomatis mengakhiri kepedulian Anda terhadap mantan kekasih. Keinginan untuk berteman dengan mantan pasangan mungkin tebersit dalam benak karena Anda ingin menjaga interaksi tetap berjalan baik satu sama lain.

Akan tetapi, tidak semua orang siap untuk langsung menjalin pertemanan kembali setelah mengakhiri hubungan. Anda harus mampu mengenali tanda-tandanya, sebab pertemanan yang dipaksakan justru dapat berdampak buruk terhadap kedua pihak.

Belum saatnya berteman dengan mantan jika…

Anda dan mantan pasangan sama-sama membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah berakhirnya hubungan.

Selama periode ini, sangat sulit untuk menjaga komunikasi tetap baik karena Anda masih diliputi kesedihan.

Ini mungkin bukan periode yang tepat untuk kembali menjalin pertemanan. Berikut tanda-tanda yang perlu Anda kenali jika Anda memang belum siap untuk kembali berteman dengan mantan:

1. Anda masih diliputi amarah dan perasaan tak menentu

pasangan mengancam putus

Berakhirnya hubungan akan menimbulkan emosi negatif dan rasa kehilangan pada kedua pihak. Ini adalah hal yang wajar.

Bisa jadi, Anda membutuhkan waktu berhari-hari, atau bahkan berbulan-bulan hingga benar-benar berhasil move on.

Bila perasaan tersebut masih menyelimuti benak Anda, maka ini bukanlah waktu yang tepat untuk kembali berteman dengan mantan pasangan.

Pasalnya, emosi yang Anda rasakan dapat memengaruhi hubungan pertemanan dan justru menimbulkan pertengkaran.

2. Merasa bersalah kepada mantan pasangan

putus dengan pacar

Terkadang, keinginan untuk berteman justru datang dari mantan pasangan. Anda mungkin tidak ingin menolaknya karena merasa bersalah, tapi ini bukanlah alasan yang tepat untuk berteman dengan mantan pasangan setelah putus.

Hubungan yang berakhir memang menimbulkan perasaan sedih. Namun, jangan memutuskan untuk berteman dengannya hanya karena merasa bersalah telah memutuskan hubungan.

Apabila Anda mendekatkan diri kepadanya pada waktu yang salah, ia justru akan semakin bergantung kepada Anda.

3. Dilandasi rasa cemburu

Mengutip laman Psychology Today, sebanyak 85% orang mengaku memeriksa laman Facebook mantan pasangannya setelah putus. Padahal, perilaku ini justru menjadikan rasa cemburu semakin parah.

Tanpa sadar, beberapa orang kembali berteman dengan mantan pasangan karena mereka tidak rela melihat mantan pasangannya berbahagia dengan orang lain.

Jika ini juga menjadi alasan Anda, cobalah renungkan kembali keinginan tersebut untuk menghindari dampak buruknya terhadap emosi Anda.

4. Anda merasa kesepian

rasa kesepian menyebabkan penyakit jantung

Dampak perpisahan bisa sangat terasa, terutama bila Anda juga bergaul dengan teman-teman mantan kekasih Anda atau dekat dengan orangtuanya.

Rasa kehilangan yang Anda alami akhirnya menimbulkan kesepian yang amat dalam. Akan tetapi, berteman dengan mantan karena alasan ini justru tidak baik untuk Anda.

Anda mungkin akan merasa nyaman untuk sementara, tapi rasa nyaman tersebut dapat berubah menjadi ketergantungan sehingga semakin sulit bagi Anda untuk move on.

5. Anda masih mencintainya

mengatasi kesepian

Kasih sayang terhadap pasangan memang tidak akan hilang dalam waktu singkat. Perasaan tersebut sebenarnya bisa menjadi motivasi yang baik untuk berteman dengan pasangan apabila Anda bijak dalam menyikapinya.

Sayangnya, hal ini juga bisa berdampak buruk dan menghambat Anda untuk move on.

Alih-alih merasa bahagia karena bisa menjalin pertemanan, Anda mungkin akan patah hati saat mantan kekasih menemukan pasangan yang baru. Anda akhirnya merasakan kesedihan yang lebih dalam dan berlarut-larut.

Ada banyak alasan baik untuk berteman kembali dengan mantan pasangan. Misalnya, mantan pasangan Anda bisa menjadi teman yang baik karena telah mengenal Anda dengan begitu dekat.

Namun, pastikan Anda telah mengelola perasaan dengan baik sebelum menghubunginya kembali. Jangan sampai niat baik Anda untuk menjalin pertemanan justru menimbulkan rasa sakit yang lebih dalam.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca