Masturbasi, alias onani, erat hubungannya dengan aktivitas waktu senggang pria. Padahal sih, wanita juga sering melakukannya. Tapi, apakah benar wanita onani itu berbahaya?

Boleh tidak, sih, wanita onani?

Terlepas dari kenyataan bahwa masturbasi dianggap sebagai suatu fenomena seksual yang abnormal, masturbasi merupakan kegiatan yang sangat umum pada manusia, bahkan juga pada hewan.

Saat Anda mendekati dan memasuki usia pubertas (masa di mana tubuh dan pikiran Anda akan matang secara seksual), Anda mungkin mulai menyadari bahwa Anda memiliki keinginan seksual, gairah, pemikiran seksual, serta rasa ingin tahu dan kesadaran tentang tubuh Anda sendiri yang tidak Anda miliki saat Anda masih kecil. Selama dan setelah waktu ini, masturbasi bisa menjadi bagian dari kehidupan normal Anda sebagai suatu cara mengeksplorasi tubuh dan minat seksual Anda.

Apakah bagi wanita onani itu berbahaya?

Banyak yang keliru percaya bahwa masturbasi adalah tindakan menyimpang dan berbahaya. Padahal ini salah besar. Meski kadang masturbasi dapat mengiritasi daerah kewanitaan Anda, terutama jika baru pertama kali melakukannya atau salah teknik (misal, menggunakan liur sebagai pelumas), masturbasi tidak membawa dampak bahaya besar pada kondisi fisik tubuh.

Menyentuh alat kelamin tidak akan memengaruhi kesehatan alat reproduksi atau kemampuan Anda untuk memiliki anak di kemudian hari. Masturbasi juga terbukti tidak menyebabkan kebutaan, lutut kopong, jerawatan, rambut rontok, maupun gangguan jiwa seperti mitos-mitos yang selama ini marak di kalangan masyarakat. Masturbasi merupakan aktivitas yang benar-benar normal dan sehat, baik itu untuk pria maupun wanita.

Apa saja manfaat wanita onani?

Berikut adalah lima hal yang harus Anda ketahui dari manfaat wanita onani.

1. Melepas stres

Masturbasi dapat menjadi cara yang bagus untuk melepaskan tekanan seksual yang terpendam dan menghilangkan stres. Masturbasi meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh Anda, termasuk otak, sehingga merilis hormon mood bahagia yang disebut endorfin. Perubahan suasana hati yang lebih baik menanggalkan segala kekhawatiran yang menggeluti pikiran Anda.

2. Tidur lebih nyenyak

Masturbasi menurunkan tekanan darah Anda, sekaligus juga memposisikan Anda dalam keadaan tenang dan santai. Dengan kondisi tubuh dan pikiran yang rileks akibat meningkatnya hormon endorfin, Anda akan mendapatkan waktu tidur yang lebih baik dan berkualitas. Itu sebabnya masturbasi sebaiknya dilakukan sebelum tidur, bukan saat bangun tidur atau sebelum memulai aktivitas.

Dilansir dari Cosmopolitan, satu studi yang dipublikasikan di Sleep Medicine bahkan menemukan bahwa masturbasi dapat mengobati restless leg syndrome, sebuah gangguan neurologis yang membuat Anda sering menggoyang-goyangkan kaki tanpa sadar selama tidur.

3. Memicu citra diri positif

Masturbasi bisa membuat Anda nyaman secara seksual sekaligus juga meningkatkan kepercayaan diri seutuhnya. Masturbasi memungkinkan Anda memahami keinginan Anda dan memberikan Anda kesempatan untuk mengenal tubuh Anda sendiri. Tak apa untuk terus bereksperimen untuk mencari tahu apa yang paling baik dan membuat Anda memberikan respon paling positif demi memperoleh pengalaman seksual yang lebih baik, baik itu untuk sesi masturbasi selanjutnya maupun ketika bersama pasangan.

3. Meringankan kram perut saat menstruasi

Hormon endorfin yang dilepaskan otak saat wanita onani diketahui juga bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri dan kram perut selama menstruasi.

4. Menekan risiko kanker serviks

Masturbasi merupakan latihan fisik untuk menguatkan otot-otot vagina, klitoris, dan bagian lain pada organ intim wanita. Selain mendatangkan manfaat untuk kali lain Anda berhubungan seks dengan pasangan, wanita onani secara medis telah dibuktikan dapat mengurangi risikonya mengalami kanker serviks. Ini karena orgasme yang teratur dapat melenturkan leher rahim. Di saat yang bersamaan, cairan vagina yang keluar saat Anda orgasme juga membawa bakteri jahat keluar dari tubuh Anda.

5. Meringankan masalah seks pascamenopause

Menopause menyebabkan begitu banyak perubahan pada tubuh wanita. Salah satunya adalah vagina yang menyempit. Ini tak hanya membuat seks pascamenopause sulit untuk terasa nyaman, juga dapat menyulitkan Anda untuk melakukan pemeriksaan vaginal di dokter kandungan. Tapi masturbasi, terutama dengan batuan pelumas berbasis air, dapat membantu mencegah penyempitan dinding vagina, meningkatkan aliran darah, meringankan stres fisik yang dialami jaringan organ intim, juga melancarkan masalah kelembapan vagina. Wanita onani selama pascamenopause juga membantu meningkatkan gairah seksual.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca