Seks Karezza, Nikmat dan Mesra Tanpa Perlu Orgasme

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/01/2019
Bagikan sekarang

Seks sangat identik dengan orgasme. Dalam seks, orgasme biasanya menjadi tujuan akhir sebagai tanda kepuasan dan puncak gairah seksual yang tak lagi terbendung. Namun, lain cerita dengan seks Karezza. Teknik seks yang satu ini justru sama sekali tidak melibatkan orgasme. Lalu apa enaknya? Nah, langsung intip saja ulasan lengkapnya di sini.

Apa itu seks karezza?

Karezza adalah hubungan seks yang lembut dan penuh kasih sayang. Istilah ini berasal dari bahasa Italia carezza yang berarti belaian. Tak seperti hubungan seks lainnya, tujuan dari Karezza bukanlah orgasme melainkan perasaan santai dan dekat dengan pasangan Anda.

Hubungan seks yang satu ini mendorong pasangan untuk bersikap sesantai mungkin dan mengambil napas dalam-dalam ketika energi kuat saat berhubungan mulai bergejolak. Pasalnya, Karezza menitikberatkan cinta dan koneksi spiritual Anda dengan pasangan, bukan pada gairah seksualnya.

Aktivitas seks yang satu ini lebih melibatkan aktivitas seperti senyuman, tatap mata, dan kontak kulit ke kulit. Oleh karena itu, Karezza biasanya jauh lebih lambat dan santai dibandingkan dengan hubungan seks pada umumnya yang cenderung menggebu-gebu.

Keuntungan melakukan seks karezza

Ahli teori seks J. William Lloyd menuliskan dalam bukunya The Karezza Method bahwa tujuan utama Karezza adalah mempertahankan energi seksual yang kuat dan mencegah atau mengurangi hasrat seksual. Lloyd juga menuliskan dalam bukunya bahwa aktivitas seks yang satu ini mampu mengobati berbagai penyakit, seperti:

  • Keputihan
  • Prolaps uterus atau turun peranakan
  • Masalah pada kandung kemih
  • Uretritis atau peradangan pada uretra
  • Nyeri haid
  • Prostatitis

Sayangnya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa Karezza betul-betul bisa digunakan untuk mengobati berbagai kondisi di atas. Karena itu, Anda tidak bisa menjadikan teknik seks yang satu ini sebagai alternatif pengobatan sebab belum terbukti secara ilmiah.

Namun, Karezza memang mampu meningkatkan perasaan bahagia di otak. Pasalnya, aktivitas seksual seperti berpelukan, tersenyum, dan berciuman bisa meningkatkan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh. Oksitosin merupakan hormon yang bisa membantu mengurangi stres. Bahkan, oksitosin yang dilepaskan di otak bisa memberikan efek menenangkan sehingga membantu tidur menjadi lebih nyenyak.

Menurut dr. Raymonde Jean dari St. Luke’s-Roosevelt Hospital Center, New York City, saat Anda tidur lebih nyenyak otomatis kualitas hidup menjadi lebih baik. Tidur cukup juga membantu mengurangi radang. Penelitian menunjukkan orang yang kualitas tidurnya buruk atau kurang tidur memiliki kadar protein penyebab peradangan di dalam darah yang lebih tinggi.

menurunkan tekanan darah

Yang perlu Anda tahu sebelum mencoba Karezza

Meski terlihat mudah dan biasa tetapi Karezza cukup sulit dilakukan bagi yang belum pernah mencobanya. Pasalnya, orgasme bukanlah tujuan akhirnya sehingga Anda perlu “menjinakkan” hasrat dan gairah seksual yang terus menggebu-gebu.

Para ahli merekomendasikan Anda untuk mencoba teknik seks yang satu ini setidaknya selama tiga minggu. Kemudian, cobalah lihat perbedaannya. Kira-kira, adakah hubungannya terhadap kehidupan seksual Anda dan pasangan?

Anda juga membutuhkan banyak latihan untuk menyempurnakan seks yang satu ini agar tak terasa membosankan. Pastikan bahwa Anda dan pasangan sama-sama berkomitmen untuk mencoba teknik ini sehingga bisa saling mendukung satu sama lain.

Bagaimana cara melakukan seks Karezza?

Sebenarnya, tidak ada metode khusus untuk melakukan Karezza. Namun, dalam bukunya Lloyd menekankan perlunya ketenangan, kehangatan, dan relaksasi dalam teknik seks yang satu ini. Anda bisa memulainya dengan belaian dan komunikasi verbal seperti kata-kata, “Aku sayang kamu,” atau pujian mesra lainnya.

Setelah itu, Anda bisa mulai menyentuh dan membelai tubuh pasangan dengan lembut. Namun ingat, fokus Anda yaitu pada perasaan cinta, bukan nafsu belaka. Pusatkan perhatian Anda pada sosok pasangan, apa yang Anda cintai darinya.

Anda bisa melakukan aktivitas ini sambil berbaring berdampingan atau salah satu di atas. Selain itu, penetrasi yang dilakukan juga harus selambat mungkin dan justru sengaja menghindari orgasme. Meski terkesan kurang panas, akan tetapi cara ini bisa membantu meningkatkan keintiman Anda dan pasangan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mencegah Tiba-tiba Kentut dari Vagina Saat Berhubungan Seks (Queefing)

Kentut bisa bunyi kapan saja, termasuk saat bercinta. Namun, kentut yang keluar dari tubuh wanita saat seks biasanya dari vagina. Lantas, bisakah dicegah?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara Oktober 22, 2019

Bagaimana Seks Bisa Bantu Meringankan Gejala Parkinson?

Parkinson adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Namun katanya, seks mampu membantu mengurangi gejala Parkinson.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik Agustus 31, 2019

Manfaat, Risiko, dan Tips Aman Berhubungan Seks Saat Haid

Banyak yang merasa takut untuk berhubungan seks saat haid. Cari tahu dulu fakta-faktanya di sini sebelum mencobanya bersama pasangan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini

Ternyata, Melihat Istri Melahirkan Bisa Pengaruhi Gairah Seks Suami

Ternyata, melihat sang istri menjalani proses melahirkan dapat mempengaruhi hasrat seks pria dan justru berujung trauma. Kok bisa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara Juli 12, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Tanggal tayang April 26, 2020
stres setelah berhubungan intim

Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Tanggal tayang Februari 8, 2020

3 Posisi Seks yang Bisa Anda Coba di Pantai Bersama Pasangan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Desember 26, 2019
membuat jadwal hubungan seks

Panduan Menjadwalkan Hubungan Seks dengan Pasangan Agar Lebih Mesra

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Desember 21, 2019