4 Alasan Kenapa Anda Harus Menjalani Tes Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit HIV, gonore, sipilis, atau klamidia mungkin sudah tidak asing lagi Anda dengar. Semua itu adalah penyakit yang dapat menular melalui aktivitas seksual berisiko. Jika Anda atau orang terdekat Anda baru saja terlibat dalam hubungan seks yang berisiko, Anda perlu menjalani tes penyakit kelamin untuk mendeteksi seberapa besar risiko Anda terhadap penyakit-penyakit di atas. Namun, tidak hanya itu saja alasan Anda mengikuti tes penyakit kelamin. Ingin tahu apa saja? Yuk, simak berbagai alasannya berikut ini.

Alasan Anda perlu menjalani tes penyakit kelamin

Seperti penyakit pada umumnya, penyakit menular seksual dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Entah itu, kelamin terasa gatal, nyeri saat berhubungan seks atau buang air, atau melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Jika terlambat didiagnosis dan diobati, penyakit kelamin besar risikonya untuk menular pada orang lain atau bahkan menyebabkan komplikasi pada diri sendiri sehingga menyebabkan kematian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan beberapa alasan yang bisa mendorong Anda untuk menjalani tes deteksi penyakit menular seksual. Di antaranya:

1. Aktif berhubungan seksual

posisi seks untuk orgasme

Anda yang aktif berhubungan seksual berpeluang lebih besar untuk tertular penyakit kelamin. Melakukan hubungan intim tanpa pengaman seperti kondom bisa memindahkan berbagai virus yang menyebabkan penyakit.

Tes penyakit kelamin yang sangat dianjurkan pada orang yang sudah aktif berhubungan seksual antara lain tes klamidia dan gonore setiap satu kali per tahun.

Alasan kenapa tes penyakit kelamin ini perlu dilakukan rutin adalah untuk mendeteksi kemungkinan infeksi pada orang-orang yang tidak mengalami gejala.

Tes klamidia dan gonore biasanya dilakukan lewat tes urine atau swab yang dimasukkan ke dalam penis atau leher rahim wanita.

2. Berhubungan seks dengan sesama pria

Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria berisiko tinggi tertular penyakit kelamin. Terlebih jika tidak memakai pengaman, seperti kondom.

Pasangan gay sangat direkomendasikan menjalani tes penyakit kelamin, seperti tes klamidia, HIV, sifilis, dan klamidia, lebih sering daripada pasangan heteroseksual; yakni setiap 3 atau 6 bulan sekali.

Waktu pelaksanaan tes ini perlu dikonsultasikan pada dokter terlebih dahulu.

3. Berjenis kelamin perempuan

bahagia senang senyum wanita sehat

Jenis human papillomavirus (HPV) tertentu dapat menyebabkan kanker serviks dan kutil kelamin.

Alasan tes HPV ini perlu dilakukan wanita adalah karena virus tersebut dapat menyebabkan kanker serviks. Tes HPV menjadi sangat penting terutama karena banyak orang yang aktif berhubungan seksual terinfeksi namun tidak mengalami gejala.

Pada wanita, tes HPV akan melibatkan tes pap smear (memeriksa sel-sel abnormal) yang perlu dilakukan secara rutin setiap 3 tahun sekali.

Selain tes HPV, Tes penyakit kelamin yang perlu dilakukan oleh wanita tes HIV dan klamidia.

4. Sedang merencanakan kehamilan

hamil setelah melahirkan

Alasan lain untuk melakukan tes penyakit kelamin adalah kehamilan. Ini sangat perlu dilakukan terutama pada wanita yang berisiko terinfeksi virus penyakit kelamin.

Tes yang perlu dilakukan di awal kehamilan, atara lain tes sifilis, HIV, hepatitis B, klamidia, dan gonore. Tes tersebut mungkin perlu diulangi sesuai kebutuhan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayinya. Pasalnya, beberapa penyakit yang menular melalui hubungan seks dapat menular ke janin.

Agar terhindar dari risiko, terapkan juga gaya hidup sehat

Untuk mencegah penyakit menular seksual, Anda perlu menerapkan kehidupan seks yang sehat, seperti memakai kondom, menjaga kebersihan kelamin dan mainan seks, dan tidak bergonta-ganti pasangan seks.

Selain menjalani tes, tindakan pencegahan akan lebih lengkap jika Anda mendapatkan vaksin penyakit kelamin dengan lengkap.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Hubungan Seks Ternyata Bisa Menularkan Kudis

Tak banyak yang tahu bahwa pasangan yang menderita kudis bisa menularkan penyakitnya melalui hubungan seks. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dermatologi, Health Centers 17 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Sudah Sembuh dari Penyakit Kelamin, Apa Mungkin Bisa Kambuh Lagi?

Anda mungkin pernah terkena penyakit kelamin, tapi sekarang Anda sudah berhasil mengobatinya. Namun, apakah penyakit ini bisa kambuh lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-benar Disembuhkan? Begini Jawabannya

Klamidia sering dianggap berbahaya karena tidak sedikit orang yang mengalami penyakit ini. Namun, sebenarnya mungkinkah klamidia bisa sembuh sepenuhnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Vaksin yang Direkomendasikan untuk Mencegah Penyakit Kelamin

Selain harus tahu cara melakukan seks aman, Anda mungkin juga perlu mendapatkan beberapa vaksin untuk penyakit kelamin agar tidak tertular di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit
ciuman bibir

8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
dudukan toilet umum

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit