Jangan Ragu Pakai Alat Bantu Dengar! 5 Pertimbangan Ini Bisa Bikin Anda Lebih Yakin

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/09/2017
Bagikan sekarang

Banyak orang merasa ragu untuk menggunakan alat bantu dengar. Alasannya bisa macam-macam. Bisa karena kurang percaya diri, merasa belum perlu, bisa juga karena tidak yakin apakah alat bantu dengar cukup efektif. Padahal, penting bagi siapapun yang punya gangguan pendengaran untuk pakai alat bantu dengar sesegera mungkin.

Apakah saya membutuhkan alat bantu dengar?

Ada banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka bisa jadi memiliki gangguan pendengaran. Sebenarnya, ada tanda-tanda yang akan muncul. Pertama, Anda sering meminta orang lain mengulangi perkataannya. Kedua, Anda sering menonton televisi atau menyetel musik dengan volume keras. Ketiga, Anda sering kesulitan mendengar jika ada banyak orang yang bicara sekaligus.

Di luar itu, bisa jadi masih ada beberapa tanda lainnnya. Jika Anda mengalami tanda-tanda yang telah disebutkan tadi, tampaknya Anda perlu memeriksakan pendengaran Anda. Konsultasikan ke dokter ahli telinga, hidung, tenggorokan atau THT.

Buat apa pakai alat bantu dengar?

Gangguan pendengaran ternyata bisa berdampak luas, bukan hanya pada kemampuan pendengaran Anda. Masalah ini bisa mengganggu kehidupan sosial dan kondisi psikologis juga. Misalnya saja, lawan bicara yang kesal ketika Anda memintanya mengulang pembicaraannnya atau keluarga di rumah Anda yang harus teriak-teriak ketika berbicara dengan Anda.

Segera ikuti saran dari dokter untuk mulai pakai alat bantu dengar. Menghindar pakai alat bantu dengar bisa membuat gangguan pendengaran semakin meningkat. Dengan kata lain, semakin lama Anda menunda menggunakan alat bantu dengar, semakin besar pula kemungkinan Anda akan semakin sulit dalam mendengar ke depannya.

Selain itu, sejumlah penelitian membuktikan bahwa gangguan pendengaran yang tidak segera ditangani bisa berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius, misalnya demensia atau pikun.

penyebab gangguan pendengaran

Mengatasi keraguan untuk pakai alat bantu dengar

Mengapa Anda masih ragu-ragu untuk pakai alat bantu dengar? Apapun alasannya, risiko-risiko tidak pakai alat bantu dengar itu selalu lebih besar daripada risiko atau konsekuensi yang mungkin terjadi kalau Anda pakai alat bantu dengar.

1. Tidak ingin diistimewakan

Tak dapat dipungkiri bahwa alat bantu dengar akan mengubah hidup Anda. Dengan penurunan pendengaran, Anda bisa jadi akan diperlakukan secara istimewa. Entah itu oleh keluarga sendiri atau oleh orang asing. Anda mungkin tidak ingin hal itu terjadi pada Anda.

Misalnya, Anda akan dipandang sebagai orang yang “dituakan” sehingga orang mengeraskan volumenya ketika berbicara dengan Anda, padahal Anda sudah pakai alat bantu dengar. Atau Anda akan diberikan tempat khusus dalam suatu acara, misalnya selalu diberikan tempat duduk paling depan agar suara dari panggung terdengar oleh Anda.

Bila itu yang Anda rasakan, cobalah pikirkan matang-matang. Justru dengan alat bantu dengar, pendengaran Anda akan jauh lebih baik dan seperti orang normal. Jadi, ketika Anda mendapatkan perlakuan seperti di atas, Anda bisa dengan mudahnya mengatakan, “Pendengaran saya baik-baik saja karena sudah menggunakan alat ini. Jadi kamu tidak perlu bicara sambil teriak-teriak lagi, dengan suara yang biasa saja sudah cukup.”

Namun, jika memang Anda benar-benar tidak ingin kelihatan orang lain, Anda bisa menggunakan jenis alat pendengaran yang kecil dan berada di lubang telinga atau biasa dinamakan dengan in the ear (ITE).

2. Tidak ingin dipermalukan

Dulu pasti ada salah satu teman sekolah Anda yang tidak ingin menggunakan kacamata. Kurang lebih seperti inilah kondisinya. Bagi anak-anak, kacamata akan merubah penampilan seseorang dan bisa jadi orang yang berkacamata akan mendapatkan cemoohan baru, misalnya akan disebut “mata empat” oleh teman-temannya. Begitu juga halnya dengan menggunakan alat bantu dengar.

Jangan khawatir, orang-orang juga nantinya akan bosan sendiri dan sudah terbiasa dengan kebutuhan Anda akan alat bantu dengar. Hal yang baru memang cenderung bikin heboh. Ada siasat yang bisa Anda lakukan supaya orang-orang tidak terlalu heboh saat Anda pertama kali pakai alat bantu dengar, misalnya potong rambut dengan gaya yang berbeda. Dengan begitu, perhatian orang-orang akan teralih pada rambut Anda. 

Ingatlah betapa nikmat dan mudahnya hidup bila pendengaran Anda lebih tajam. Anda tidak perlu minta orang lain mengulang kata-katanya. Anda juga tidak perlu lagi pura-pura menyimak perkataan orang lain, padahal Anda tidak bisa mendengarnya. 

3. Tidak yakin alat bantu dengar bisa meningkatkan pendengaran

Bagi orang yang sudah lama memiliki gangguan pendengaran, mereka akan mencoba untuk menerima saja keadaannya. Bahkan, keyakinannya untuk mendapatkan pendengaran yang lebih baik malah sudah berkurang atau lebih jauh lagi, sudah hilang sama sekali.

Jika alasan seperti ini yang jadi masalah, Anda bisa bertemu dengan orang yang sudah menggunakan alat bantu dengar. Mengobrollah dan minta orang yang sudah menggunakan alat bantu dengar untuk menceritakan pengalamannya. Dengan begitu, Anda akan melihat sudut pandang baru yang bisa menguatkan keputusan Anda pakai alat bantu dengar.

4. Tidak yakin kualitas hidupnya akan membaik  

Hampir sama seperti alasan di atas, orang yang memiliki gangguan pendengaran bisa jadi akan menjawab, “Sepertinya akan sama saja ketika saya sudah menggunakan alat bantu dengar. Tidak akan ada yang berubah.”

Padahal, banyak orang yang menyatakan beberapa aspek dalam hidupnya jadi jauh lebih baik dibandingkan ketika belum pakai alat bantu dengar. The National Council on the Aging melakukan survei dan mendapatkan hasil bahwa 66 persen orang mampu menjalankan komunikasi yang jauh lebih efektif.

Selain itu, 50 persen lebih peserta survei mengatakan bahwa hubungan di rumah menjadi lebih baik dan memiliki kehidupan sosial yang lebih baik. Bahkan, 48 persen dari mereka mendapatkan rasa aman ketika menggunakan alat bantu dengar, bahkan 44 persen orang merasa lebih percaya diri. Jadi, pakai alat bantu dengar memang bisa mengubah hidup Anda menjadi lebih baik.

5. Takut tidak cocok dan takut tidak bisa menjaga alatnya dengan baik

Mungkin ada ketakutan mengenai ketidakcocokan alat bantu dengar yang sudah Anda beli. Mungkin juga Anda mendengar dari orang-orang bahwa banyak yang merasa tidak cocok dengan alat bantu dengarnya.

Ingat, setiap orang tentu butuh waktu untuk beradaptasi saat menggunakan alat bantu dengar. Waktunya berkisar antara 3 hingga 6 bulan. Mengapa begitu? Karena otak Anda harus mengingat-ingat kembali suara-suara yang sudah lama tidak pernah Anda dengar. 

Selain itu, mungkin ada pula ketakutan mengenai kerusakan alat yang dapat terjadi. Padahal, itu bukanlah sesuatu yang perlu Anda takuti. Saat ini banyak alat yang menjamin garansi, sehingga ketika rusak, Anda bisa melakukan perbaikan terhadap alat tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020