Bagaimanapun bentuknya, penolakan adalah hal yang menyakitkan. Tidak hanya penolakan dari tempat kerja atau universitas yang membuat seseorang kecewa, bahkan seseorang dapat merasakan penolakan hanya karena lelucon yang dibuat atau ajakan mainnya tidak direspon oleh temannya. Bagaimana mau tetap semangat dan percaya diri kalau sudah merasakan penolakan seperti ini?

Penolakan memang terasa sakit. Bahkan, studi Ethan Kross dan rekan-rekannya juga menyebutkan bahwa korteks somatosensori sekunder dan insula posterior dorsal, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk menerima sinyal rasa sakit fisik, menjadi aktif saat Anda mengalami penolakan. Itu mengapa Anda akan merasakan sakit yang sama seperti sakit fisik saat Anda mengalami penolakan.

Namun, sekeras apa pun Anda mencoba untuk menghindari penolakan, akan selalu ada kemungkinan untuk mengalaminya. Jadi, daripada selalu menahan diri dan main aman, Anda lebih baik mencari tahu cara menghadapi penolakan dengan lapang dada. Karena semakin baik Anda menghadapi penolakan, semakin sedikit pula penolakan akan memengaruhi diri Anda.

Jadi, bagaimana Anda bisa membangun kemampuan untuk menghadapi penolakan? Berikut adalah beberapa cara untuk membantu Anda menghadapi penolakan:

1. Jujur pada diri sendiri

Saat menghadapi penolakan, Anda tidak perlu menutupi perasaan Anda yang sebenarnya. Jika Anda merasa sedih atau kecewa, katakan saja. Mengakui perasaan yang Anda rasakan dapat membantu Anda bergerak melampaui emosi yang menyakitkan.

Misalnya lamaran pekerjaan Anda ditolak, padahal Anda betul-betul menginginkan posisi yang ditawarkan perusahaan tersebut. Cobalah jujur pada diri sendiri, apa yang Anda rasakan saat ini? Jangan mengelabui diri sendiri dengan berkata, “Kalau aku tidak diterima, berarti perusahaan itu yang rugi!”, ketika di dalam hati Anda sebenarnya sungguh sakit hati.

2. Hindari menyalahkan diri sendiri

Hal yang umum terjadi saat menghadapi penolakan adalah menyalahkan diri sendiri, menganggap bahwa penolakan terjadi karena Anda memang tidak layak untuk mendapatkannya. Padahal, menyalahkan diri sendiri hanya akan memperburuk perasaan dan kondisi Anda. Karena itu, saat Anda menghadapi penolakan, hentikan menyalahkan diri Anda sendiri.

Ingatlah bahwa segala hal dalam hidup Anda itu ditentukan oleh berbagai macam faktor, ada yang bisa Anda kendalikan dan ada yang sama sekali di luar kendali Anda. Karena itu, agar tetap semangat, selalu camkan dalam pikiran bahwa kadang hal-hal bisa terjadi di luar rencana Anda.

3. Berpikir positif

Ketika Anda menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, akan mudah bagi Anda untuk terus terjebak dalam perasaan yang negatif, sehingga akan membuat Anda semakin sulit menghadapi penolakan.

Karena itu, tetap berpikir positif dan jangan membicarakan atau memikirkannya lagi. Pikiran positif akan membantu Anda memperbaiki perasaan dan memberikan harapan baru untuk mencoba lagi. Untuk melatih diri berpikir positif, tanamkan sugesti-sugesti yang membangun seperti, “Saat ini memang belum waktunya. Tapi lain kali aku pasti bisa!”.

4. Jadikan penolakan sebagai keuntungan

Meskipun tidak mudah, penolakan bisa menjadi ruang untuk Anda belajar dan membenahi diri. Jika Anda merasa ditolak karena kemampuan masih belum optimal, Anda bisa menggunakan waktu untuk mengasah kemampuan Anda atau apa pun yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas diri.

Ingat, setiap orang, sehebat apa pun dirinya, tentu masih punya ruang untuk berkembang dan memperbaiki diri. Mungkin tanpa mengalami penolakan, Anda jadi tidak punya kesempatan untuk mengembangkan diri.

Menghadapi penolakan memang tidak mudah. Namun, apa pun yang Anda hadapi dan rasakan, cobalah untuk menerima emosi yang Anda rasakan dan tetap berpikir positif. Tetaplah fokus pada apa yang Anda ingin capai dan lakukan. Hal ini akan mengembalikan harapan dan rasa percaya diri sehingga Anda tetap semangat untuk mencoba kesempatan baru berikutnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca