10 Penyebab Depresi yang Paling Umum dan Perlu Anda Ketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020
Bagikan sekarang

Setiap orang bisa mengalami depresi di segala usia. Apa yang mengakibatkannya belum diketahui pasti, tapi ahli kesehatan mental sedunia sepakat bahwa ada sejumlah faktor risiko penyebab depresi yang paling umum. Beberapa di antaranya bahkan tidak selalu bisa dicegah. Apa saja?

Apa saja penyebab depresi?

Depresi adalah salah satu penyakit mental yang paling umum terjadi di masyarakat. Namun, tidak ada penyebab pasti dari depresi. Hal ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor kompleks yang meliputi:

  • Faktor genetik. Memiliki orangtua atau saudara kandung pengidap depresi dapat meningkatkan risiko Anda juga mengalami depresi.
  • Faktor biologis. Depresi bisa terjadi akibat kadar serotonin dalam otak yang tidak mencukupi. Kondisi ini dikenal sebagai depresi klinis.
  • Jenis kelamin wanita. Wanita dua kali lipat lebih mudah kena depresi karena perubahan hormon yang terjadi selama hidupnya. Seperti saat menstruasi (PMDD), kehamilan, melahirkan (depresi pascamelahirkan), dan perimenopause. Biasanya, risiko depresi pada wanita akan menurun setelah lewat usia menopause.
  • Pola makan buruk. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat memicu gejala depresi.
  • Mengidap penyakit fisik kronis. Pikiran dan tubuh Anda saling terikat. Pada kebanyakan kasus, stres dan rasa sakit berkelanjutan dari penyakit kronis dapat menjadi penyebab depresi berat. Selain itu, penyakit tertentu, seperti gangguan tiroid, penyakit Addison dan penyakit hati, juga dapat memunculkan gejala depresi.
  • Trauma psikis yang terjadi saat masa kanak-kanak, seperti pelecehan seksual, kehilangan orangtua, atau perceraian orangtua.
  • Penyalahgunaan obat. Obat-obatan dan alkohol dapat memicu depresi. Bukan cuma golongan narkoba, tapi juga obat resep. Beberapa obat resep yang terkait dengan gejala depresi termasuk antikonvulsan, statin, stimulan, benzodiazepine, kortikosteroid, dan beta-blocker.
  • Stres berat dan kronis. Para peneliti menduga kadar hormon kortisol yang terus-terusan tinggi dapat menekan kadar serotonin dan akhirnya memicu gejala depresi.
  • Memendam emosi. Memendam emosi setelah kehilangan orang yang dicintai atau dikhianati seseorang bisa membuat Anda menjadi depresi.
  • Faktor lingkungan, misalnya lingkungan pekerjaan. Stres di kantor terkadang juga bisa memicu munculnya depresi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jika Orang Terdekat Mengalami Depresi, Bisakah Menular Kepada Anda?

Anda bisa saja ikut mengalami emosi negatif yang merundung penderita depresi. Jika demikian, apakah depresi memang dapat menular ke orang lain?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Pertolongan Pertama Pada Pasien yang Mengalami Gangguan Jiwa

Anda bingung saat orang terdekat mengalami masalah kejiwaan. Pertolongan pertama pada orang gangguan jiwa berikut ini mungkin bisa membantu Anda.

Ditulis oleh: dr. Ayuwidia Ekaputri

Terus-terusan Berduka, Ini Dampaknya bagi Hidup Anda

Pulih dari perasaan berduka memang tidak mudah. Namun, jangan biarkan kondisi ini terus berlanjut. Memangnya, apa akibat dari berduka terus-menerus?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Bagaimana Cara Depresi Merusak Otak?

Depresi membuat penderitanya selalu merasa sedih dan putus asa. Bagaimana kerusakan otak seperti itu bisa terjadi akibat depresi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
gaya hidup depresi

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Anda yang Sering Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020
remaja perempuan depresi

Media Sosial Bikin Remaja Perempuan Lebih Mudah Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/01/2020
komplikasi osteoporosis

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 09/01/2020